Connect with us

Pilbup 2020

Penetapan Bupati dan Wabup Malang Akhir Januari 2021

Diterbitkan

,

Komisioner Bagian Divisi Sosialiasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPUD Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sanusi-Didik Gatot Subroto bakal segera menjalani penetapan KPU. Mereka akan segera menjadi Bupati-Wabup Malang terlantik.

Tetapi, KPU Kabupaten Malang belum mendapat tanggal. Karena, masih menunggu kabar dari pusat.

“Kami masih menunggu surat edaran Mahkamah Konstitusi. Sebab masih ada yang sedang proses sengketa MK,” ungkap Komisioner Bagian Divisi Sosialiasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPUD Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, Sabtu (16/1).

Baca Juga : Penetapan Hasil Pilkada Kabupaten Malang 17 Desember

SE Buku Registrasi Perkara Konstitusi MK keluar pekan depat. Antara tanggal 18-19 Januari 2021 mendatang.

“Batas penetapannya 5 hari setelah SE itu turun. Jadi kira-kira antara tanggal 20-24 Januari 2021,” bebernya.

Dika, sapaannya, mengatakan ada beberapa kemungkinan mekanisme penetapan. Karena sedang PPKM, kemungkinan penetapan bakal virtual.

“Misalnya tidak memungkinkan di hotel. Bisa di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang secara virtual,” tuturnya.

Baca Juga : Menyusun Gerakan Pembangkangan Sipil yang Konstitusional

Sementara peserta undangan penepatan tersebut adalah calon terpilih. Kemudian para partai pengusung.

“Seluruh partai peserta pilkada juga. Termasuk perwakilan calon independen. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Dika.(im/yds)

Advertisement
1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Jumat Besok, Sanusi Pelantikan Bupati Malang Terpilih Di Grahadi

Diterbitkan

,

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Malang rencananya terhelat di Gedung Grahadi Jawa Timur, besok. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Bupati-Wakil Bupati Malang periode 2021-2024 pelantikan Jumat besok (26/2). Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Grahadi, Jawa Timur.

Gubernur Jatim, Khofifah Indarparawansa bakal melantik Sanusi-Didik Gatot Subroto. Keduanya terpilih sebagai pemenang Pilkada 2020 lalu.

Sesuai undangan, pelantikan terhelat pukul 13.30 WIB besok. Sebelumnya, Sanusi-Didik juga sudah mengikuti kegiatan gladi bersih.

”Gubernur akan mengambil sumpah jabatan Bupati Wakil Bupati Malang. Gubernur juga melantik pimpinan daerah terpilih di Jatim. Itu merupakan hasil Pilkada serentak tahun 2020,” terang Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Malang, M Nur Fuad Fauzi, Kamis (25/2) siang.

Kabar Lainnya : Pelantikan Pejabat Pemkot Batu Digelar Tertutup.

Setelah pimpinan daerah, Ketua TP PKK juga akan pelantikan. Jabatan ini sekaligus merangkap Ketua Dekranasda.

Figur yang memimpin pelantikan adalah Arumi Bachsin. Dia Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur. Sekaligus istri Wagub Emil Elistianto Dardak.

Setelah itu, Pemkab Malang akan menggelar acara penyambutan. Acara di Pendopo Kabupaten Malang, Jumat malam,” ujar Fuad.

“Lantaran masih pandemi covid-19, Gubernur memberi penekanan. Bahwa serangkaian kegiatan tetap harus disiplin protokol kesehatan,” pungkasnya.(rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

KPU Tetapkan Sanusi-Didik Gatot Subroto Sebagai Bupati-Wabup Malang

Diterbitkan

,

KPU Kabupaten Malang saat menyerahkan salinan penetapan Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang terpilih. (Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COMKPU Kabupaten Malang telah menetapkan Bupati dan Wabup Malang. Sanusi-Didik Gatot Subroto resmi memimpin Kabupaten Malang 2020-2024.

Penetapan tersebut berdasarkan surat Panitera MK. Yakni, 165/PAN.MK/01/2021 tahun 2021. Perihal : Keterangan Perkara PHP-Gub/Kab/Kot yang diregistrasi di Mahkamah Konstitusi. MK lalu meneruskan surat ini ke KPU Kabupaten Malang.

Sidang penetapan terhelat di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang. Tampak hadir dalam penetapan anggota DPRD Kabupaten Malang.

Lalu, perwakilan partai. Juga, paslon terpilih, Sanusi-Didik Gatot Subroto.

“Usai penetapan ini, selanjutnya kami berkirim surat kepada Pemprov Jatim. Ini untuk mengusulkan pelaksanaan pelantikan paslon terpilih,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini, Kamis (21/1).

Surat usulan itu akan meluncur satu hari setelah penetapan.

Sementara itu, Bupati Malang terpilih, Sanusi sudah mempersiapkan program. 100 hari jabatannya akan merealisasikan beberapa program.

Yakni, pembangunan jalan protokol antar kecamatan Kabupaten Malang. Baca Juga : Penetapan Bupati dan Wabup Malang Akhir Januari 2021.

“Selain itu, kami akan melaunching mal pelayanan public. Agar perizinan di Kabupaten Malang semakin mudah,” katanya.

Kemudian, Sanusi juga berjanji akan merealisasikan program 5K. Yakni Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas, Kerja Prestasi.

“5 K ini pastinya juga akan kami galakkan. Tujuannya untuk menciptakan budaya kerja di lingkungan Kabupaten Malang,” tandasnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Percobaan 2 Tahun, Tersangka Politik Uang Bebas

Diterbitkan

,

Kuasa Hukum Sumiatim, Wiwied Tuhu, SH MH. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Tersangka money politics Pilbup Malang 2020, Sumiatim, lega. Karena, hakim memutusnya mendapat masa percobaan 2 tahun.

Safrudin SH MH ketua Majelis Hakim PN Kepanjen, memutuskan ini. Yaitu, pidana satu tahun dengan masa percobaan 2 tahun.

Kesimpulannya, dia tidak perlu menjalani kehidupan penjara. Asalkan, dia berperilaku baik selama 2 tahun.

Tetapi, jaksa penuntut umum (JPU) belum mengiyakan keputusan itu.

“Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa 3 tahun. Subsider 1 bulan atau denda 200 juta,” ungkap Kuasa Hukum Sumiatim, Wiwied Tuhu, SH MH, Selasa (29/12).

Sebelumnya, warga Desa Sumberejo, Gedangan, melakukan pembagian amplop. Isinya adalah uang dan stiker paslon nomor urut 2.

Yakni, Latifhah Shohib-Didik Budi Muljono. Sumiatim membagikan amplop, Selasa (8/12) lalu.

Faktanya, Sumiatim membagikan uang Rp 20 ribu. Jumlah amplopnya sebanyak 4 buah.

Sumiatim mengaku bersedia membagikan amplop berisi uang Rp 20 itu. Karena, menurut Wiwied, Sumiatim membutuhkan uang.

“Ketika mendapat tawaran, dia menerima. Karena, menurutnya ada imbalan Rp 100 ribu. Ibu Sumiatim yang taraf ekonominya rendah menerima tawaran itu,” katanya.

Namun, tawaran begitu tidak hanya dari oknum satu paslon. Sumiatim mengaku mendapat tawaran dari semua paslon.

“Hanya saja, Sumiatin menerima tawaran ini. Karena, imbalannya lebih besar daripada paslon lain,” kata Wiwid.

Sementara itu, oknum yang menyuruh Sumiatim bernama Mujiati. Sayangnya, orang tersebut selalu mangkir dari panggilan.

“Ibu Sumiatim hanya pernah kenal dengan Mujiati. Kama tidak pernah ketemu. Lalu, tiba-tiba datang menawarkan membagikan amplop tersebut. Apakah dia relawan paslon 2, Sumiatim tidak tahu,” katanya.

Sementara itu, Tim Hukum SanDi kurang puas. Mereka mengaku kecewa terhadap putusan majelis hakim.

Karena, ancaman maksimal pidananya tinggi. Tetapi, tuntutannya ternyata kurang dari 2/3 ancaman maksimal.

Apalagi, putusan Majelis Hakim jauh di bawahnya. Yaitu hanya 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

‘Walaupun kecewa, tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kecuali JPU mengajukan upaya hukum banding,” kata Agus Subyantoro SH, Tim Hukum SanDi.(im/carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com