Pemerintahan
Program Kotaku Di Kota Malang, Minimalisir Kawasan Kumuh

KABARMALANG.COM – Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)/National Slum Upgrading Program (NSUP) menjadi upaya pemerintah meminimalisir kawasan kumuh.
Program ini berupaya membangun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dalam pengurangan kawasan kumuh secara berkelanjutan.
Kemudian, program ini berupaya mencegah timbulnya kawasan kumuh baru yang juga menjadi target RPJMN 2020-2024.
Koordinator Kota Program KOTAKU Kota Malang, Arif Prasetyo, ST memberikan pemahaman kepada peserta tentang program KOTAKU dan pelaksanaan program di Kota Malang selama tahun 2021, hari ini, Selasa (7/12).
“Di Kota Malang, sebaran terbesar kekumuhan ada di Kecamatan Kedungkandang yang luas wilayah kecamatannya terbesar di Kota Malang,” ujarnya dalam zoom meeting Lokakarya Penanganan Permukiman Kumuh bersama Bappeda Kota Malang.
Sedangkan luas kumuh terbesar kedua berada di Kecamatan Klojen sebagai pusat berkembangnya perdagangan dan jasa.
Bertahun-tahun, aktivitas ekonomi pusat kota menjadi âgulaâ yang menarik begitu banyak populasi untuk memadati Kecamatan dengan luas terkecil di Kota Malang ini.
Sempadan sungai dan rel kereta api pun menjadi pilihan masyarakat yang memiliki keterbatasan ruang dan kemampuan finansial.
Ini adalah tantangan bagi Pemerintah untuk dapat mengelola kepadatan melalui intervensi teknologi, pemahaman sosial budaya, keadilan ekonomi dan kearifan atas hak-hak alam.
Sehingga, penting untuk mendorong Kelompok Kerja (Pokja) PKP dalam rangka keberlanjutan peran penanganan kumuh.
Peran dan Fungsi Pokja PKP perlu mengalami optimalisasi. Selain merupakan bagian dari exit strategy Program Kotaku, Pokja PKP memikul harapan untuk menginisiasi Forum PKP di Kota Malang.
Serta menggerakkan elemen masyarakat lainnya guna mencegah maupun menangani kumuh yang ada di Kota Malang.
Dalam paparan ini, Kota Malang telah menunjukkan sejumlah perubahan dan pemangkasan kawasan kumuh.
Misalnya, perubahan perwajahan perempatan Rajabali BCA. Kemudian, area makam heritage Mbah Honggo RW 09 Kauman dan jalan lingkungan RW 10 Kauman.
Setelah itu, adanya taman air di Kelurahan Polehan, drainase di Sukoharjo, pengelolaan air limbah dan berbagai penyediaan infrastruktur lain di berbagai kelurahan di Kota Malang.(carep-04/yds)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3â5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026































