Connect with us

Wisata

Smart City Bromo Tengger Semeru, Ini Visi Kolaborasi Kota Malang

Diterbitkan

,

Smart City Bromo Tengger Semeru, Ini Visi Kolaborasi Kota Malang
FGD Smart City Bromo Tengger Semeru di Kota Malang. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota Malang menerima mandat Kementrian Kominfo menjadi tuan rumah gelaran  Focus Group Discussion (FGD) Smart City Kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS).

FGD ini terlaksana di Savana Hotel and Convention Malang, Kamis (2/12).

Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, ST, MT mengapresiasi kepercayaan Kementerian Kominfo terhadap Kota Malang.

Dirinya bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Malang siap berkolaborasi dengan wilayah-wilayah bertetangga.

“Seperti pesan Bapak Wali Kota (Sutiaji), Kota Malang senantiasa siap bertukar ide-ide smart dan mensinergikan kekayaan potensi masing-masing daerah. Sudah bukan jamannya lagi maju sendiri, mari maju bersama,” ajak Erik.

Kota Malang juga akan mengoptimalkan karakteristik destinasi wisata heritage. Seperti kayutangan, budaya, kampung tematik, kuliner, festival dan belanja.

Ini akan menjadi kekuatan dan keunikan menunjang pengembangan BTS.

Kemudian, Standarisasi era pandemi pada destinasi unggulan, intervensi infrastruktur, aktivasi event dan kesiapan konsep sertifikasi halal menjadi langkah penguatan.

Sehingga, angka kunjungan wisatawan ke Kota Malang meningkat.

Senada, Hari Kusdaryanto, SIP, MDev selaku tenaga ahli pendamping dari Kementerian Kominfo dalam agenda FGD kali ini mengangkat sejumlah kata kunci.

Yakni konektivitas dan integrasi antar wilayah dan antar pendekatan pengembangan wilayah.

“Dengan konektivitas dan integrasi, akan lahir efisiensi dan efektivitas pembangunan Smart City”,  ungkap Hari.

Menurutnya, jendela peluang telah terbuka lebar. Pemerintah Pusat telah membingkai peta kebijakan nasional.

Ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbangkertosusila, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Sejumlah topik strategis yang terus muncul dalam FGD. Antara lain Integrasi data dan informasi untuk peningkatan layanan publik bagi masyarakat antar wilayah.

Kabar Lainnya : Wali Kota Sutiaji : 2019 Digitalisasi, 2020 Smart City.

Kemudian, Repository sistem pemerintahan berbasis elektronik dan pengembangan sistem informasi secara berbagi-pakai.

Lalu, pengembangan sistem informasi/aplikasi layanan Bersama dan meningkatkan promosi sektor-sektor unggulan daerah.

Setelah itu, mendorong konektivitas dan akses antar wilayah dan antar destinasi dengan mendorong lahirnya transportasi massal.

Termasuk, penyelarasan jalur dan jadwal bus dan kereta, halte dan transit point, dan rest area.

Klop dengan mayoritas topik strategis, Kota Malang memiliki talenta sumber daya manusia yang melimpah.

Kota Malang bakal mampu mensuplai kebutuhan kabupaten/kota peserta Gerakan Smart City BTS dalam pengembangan tata kelola pemerintahan dan ekonomi kreatif berbasis digital.

Sebagai satu dari sepuluh Kabupaten/ Kota (KaTa) Kreatif 2021 Kemenparekraf, Kota Malang memiliki 168 perusahaan start up, 22 komunitas digital, dan 21 program studi pada sejumlah perguruan tinggi.

Perusahaan maupun kampus ini juga secara kontinu mencetak SDM di bidang teknologi informasi melalui praktik, maupun kurikulum yang berorientasi kebutuhan skill dunia usaha.

Ini akan mendapat dukungan aktivasi Malang Creative Center sebagai pusat jejaring platform kreatif, etalase sekaligus landmark baru kota.

Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, SSos memastikan bahwa pihaknya akan terus mengusahakan terjalinnya benang merah antar pemangku kepentingan sektor pariwisata, kota cerdas dan kota kreatif.

Menurutnya, muncul pemikiran penting menghadirkan hackathon tematik wisata digital dan pengembangan virtual tourism

“Serta UMKM menggandeng pengusaha, perbankan, media, akademisi dan tentu saja komunitas masyarakat”, ungkapnya di sela penyelenggaraan FGD Smart City.

Selain melibatkan perangkat daerah terkait di Kota Malang, hadir pula perwakilan Kabupaten/Kota terpilih Gerakan 100 Smart City Tahun 2021 pada Kawasan Bromo-Tengger-Semeru.

Yakni Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Pasuruan.

Selain itu, wilayah terkait yang tidak masuk skema pendampingan Smart City 2021 pun turut hadir. Di antaranya Kota Batu, Kabupaten Lumajang dan Kota Probolinggo.(carep-04/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih