Connect with us

Edukasi

75 Kepala SMK Se-Indonesia Belajar Di Kampung Wonosari

Diterbitkan

,

Para kepala SMK se-Indonesia di sela pembelajaran manajerial lingkungan dan perubahan mindset SDM di Rumah Prestasi Glintung Go Green. (foto : carep-04)

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 75 kepala SMK terpilih se-Indonesia belajar di Kampung Wonosari RW 19 binaan Glintung Go Green di Kelurahan Purwantoro, Blimbing Kota Malang.

Kamis (28/10), hari ini, para kepala SMK tersebut mempelajari pengelolaan Kampung Wonosari RW 19. Dulu kampung ini tidak tertata.

Tetapi, Kampung Wonosari sekarang menjadi kampung yang berdaya, bersih dan sehat.

Ini berkat kekompakan warga, sistem yang tepat, strong leadership, serta bimbingan Pembina Lingkungan Nasional, Ir Bambang Irianto.

Para kepala SMK ini pun melihat langsung satu per satu, hasil karya dan kerja warga RW 19 yang kebanyakan lansia.

Mereka melihat hasil penghijauan, taman toga, bengkel tong sampah lorong cinta hingga pekarangan pangan lestari hasil pengelolaan kelompok Garuda PKK Wonosari.

Kesuksesan Kampung Wonosari, tak lepas dari perubahan mindset atau cara berpikir. Ini yang menjadi titik fokal yang paling penting dan bakal bermanfaat bagi para kepala SMK.

Ini juga harapan output dari kunjungan tersebut. Pasalnya, para kepala SMK ini tidak sekadar berkunjung. Mereka sedang menjalani program pelatihan dari Dirjen Vokasi Kemendikbud RI bersama FEB UB.

“Para kepala SMK ini sedang menjalani program perubahan mindset, dari kepala sekolah menjadi seorang CEO,” ujar Dr Christin Susilowati, SE MSi, akademisi FEB UB, di Rumah Prestasi Glintung Go Green, Kamis (28/10).

Rombongan kepala SMK se-Indonesia saat kali pertama masuk Kampung Wonosari. (foto : carep-04)

Harapannya, dengan melihat cara kerja, sistem dan metode pengelolaan Kampung Wonosari, para kepala SMK ini bisa mendapat inspirasi untuk perubahan mindset di sekolahnya masing-masing.

“Yang saya lihat, kampung ini menunjukkan kebersihan, pengelolaan air, penghijauan dan tumbuhan. Kemudian, saya melihat perilaku, mindset, kegotongroyongan dan enterpreneurship warga,” katanya.

Dia mengaku melihat bahwa warga bisa memunculkan nilai istimewa dari Kampung Wonosari. Mereka bisa mengubah kampung yang bersih, hijau dan bersih menjadi sesuatu yang bernilai.

Drs Sunnaidi Solihin MM, Kepala SMK Yapentob Toboali, Bangka Selatan, Provinsi Babel, juga sangat terinspirasi oleh perubahan mindset Kampung Wonosari ini.

“Saya melihat, tanpa modal besar pun, kampung ini bisa berubah. Itu semua berawal dari perubahan mindset. Semangat ini yang bisa saya bawa pulang ke Bangka,” kata Sunnaidi.

Sebelum ini, dia menyebut bahwa 75 kepala SMK terpilih ini telah menjalani serangkaian pelatihan selama kurang lebih 77 hari.

Kunjungan ke Malang ini merupakan bagian dari pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka, dari kepala sekolah menjadi CEO.

Sepaham, Yudi Pramono, Kepala SMKN 5 Bojonegoro, mengaku sangat tergerak melihat Wonosari binaan Glintung Go Green.

Karena, kampung ini bisa mengelola air, penghijauan serta mensejahteraan masyarakat. “Menurut saya pengelolaan lingkungan di sini sempurna,” terangnya.

“Di sini terbukti, tanpa dana, selama ada kebersamaan, ternyata bisa sukses. Saya membawa banyak sekali gagasan dan ide, semoga bisa saya praktikkan di daerah asal saya,” tambahnya.

Yudi pun menyebut, metode pembelajaran dan template Glintung Go Green ini adalah materi yang sangat bernilai bagi dunia akademis dan praktisi.

“Saya pun merasa kontribusi pak Bambang layak untuk mendapat apresiasi. Dan saya juga setuju, bahwa ada banyak yang mengusulkan Pak Bambang untuk mendapat gelar Doktor Honoris Causa,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina Lingkungan Nasional, Ir Bambang Irianto mengaku sangat senang melihat semangat para kepala SMK.

“Karena, mereka antusias, bertanya dan berdialog secara aktif. Ini bukti mereka perhatian dan terinspirasi untuk belajar manajerial berbasis perubahan mindset SDM, minimal di sekolahan, minimal di lingkungannya,” kata Bambang.

Di sisi lain, Bambang juga mengaku bersyukur mendapat kepercayaan dari Dirjen Vokasi Kemendikbud RI lewat FEB UB.

Karena, ini menjadi bukti bahwa Glintung Go Green memiliki metode pembelajaran yang sahih dan bisa direplikasi di tataran praktikal.

Bambang berharap hubungan antara Glintung Go Green dan para kepala SMK se-Indonesia ini tidak terputus.

Karena, peraih Kalpataru itu mengaku sangat siap untuk berbagi ilmu dan mendorong perubahan manusia dan lingkungan.(carep-04/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih