Connect with us

Pemerintahan

Disnaker Persembahkan Malang Kabupaten Expo 2019 di Stadion Kanjuruhan

Diterbitkan

||

Suasana stand Disnaker di Malang Kabupaten Expo 2019 (ist)

KABARMALANG.COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang tidak mau ketinggalan pada Malang Kabupaten Expo 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Sejumlah program unggulan dipersembahkan bagi masyarakat yang berkunjung ke stand Disnaker.

Dibawah komando Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, dihadirkan pelayanan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Bagian penempatan tenaga kerja (Penta) yang memberikan layanan ini bagi para CPMI.

Apa yang dihadirkan Disnaker itupun mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang berkunjung ke arena expo. Sedikitnya 30 orang atau CPMI yang sudah terlayani pada saat pembukaan expo, Rabu (4/9/2019).

Beberapa pesan pun disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo kepada para CPMI. Salah satu hal yang ditekankan adalah terkait tata tertib di negara yang dituju CPMI.

“Patuhi aturan yang berlaku di negara tujuan,” ungkapnya.

Selain itu, Yoyok juga memberikan nasehat mengenai pengelolaan keuangan. Hal itu dirasa sangat penting bagi CPMI agar tidak salah mengambil keputusan dalam mengelola keuangan.

“Jangan dikirimkan semua, dikirim sebagian. Sebagiannya disimpan sendiri sebagai pegangan di negara orang. Selain itu misalkan ada saudara yang akan meminjam uang, jangan ATM-nya yang diberikan, tapi samean yang ambil uangnya ke bank dan baru kirim ke family di rumah. Kan di sana ada bank,” tuturnya.

Lebih jauh, apa yang ditawarkan Disnaker pada Malang Kabupaten Expo kali ini mendapat apresiasi dari Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono dan Ketua DPRD Kabupaten Malang sementara, Didik Gatot Subroto.

Dalam expo yang berlangsung selama lima hari ini, pihak Disnaker pun menggandeng sejumlah kerabat dari dunia usaha di wilayahnya. Sebut saja PT Greenfields Indonesia, Inez Cosmetics, PTPN XII dengan Wonosari Agro Wisata dan BPJS Ketenagakerjaan serta beberapa UMKM binaan Disnaker.

 

 

 

Penulis : Dimas

Editor   : Tikno

 

Pemerintahan

Netralitas ASN Jadi Sorotan Dalam Pilkada, Sekda Gelar Rakor Tiga Pilar

Diterbitkan

||

Oleh

Sekda Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. (Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sekretaris Daerah (Sekda), Wahyu Hidayat bertekad untuk menjaga netralitas ASN Kabupaten Malang ditengah semakin memanasnya situasi Pilkada Kabupaten Malang Desember mendatang.

Untuk memastikan tekadnya itu, pihaknya (Wahyu Hidayat), selaku penanggung jawab ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang akan menggelar rapat koordinasi dengan Tiga Pilar, yakni dengan Inspektorat dan Bawaslu Kabupaten Malang.

“Senin (21/09) besok, kami akan rakor bersama tiga pilar. Bagi kami netralitas ASN harga mati. Nanti saya akan gandeng Badan Pengawas pemilu (Bawaslu), dan inspektorat untuk menindak ASN yang tidak netral sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkap Wahyu saat ditemui di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (20/09/2020).

Lebih lanjut, Mantan Kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya itu berharap Bawaslu Kabupaten Malang turut berperan aktif dalam menjalankan netralitas ASN.

“Bawaslu kan punya anggota hingga ditingkat bawah, jika ada temuan segera laporkan ke saya, nanti akan kita tindak tegas,” jelasnya.

Dengan begitu, Wahyu optimis netralitas ASN di lingkungan Pemkab Malang bisa terwujud.

Ditanya terkait sanksi yang akan dikenakan jika ada oknum ASN tidak netral, Wahyu menegaskan akan berlakukan undang-undang kedisiplinan ASN sesuai PKPU nomor 6 tahun 2020.

“Sanksinya sudah jelas dalam UU kedisiplinan ASN, dan PKPU yang baru, yakni sanksi moral, sanksi hukuman disiplin ringan hingga berat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Malang 2020 yang akan di gelar pada Rabu 9 Desember mendatang, netralitas ASN di lingkungan Kabupaten Malang menjadi sorotan masyarakat.

Apalagi, satu dari tiga pasangan calon, merupakan calon petahana, yakni HM Sanusi berpasangan dengan Didik Gatot Subroto. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Masker Scuba Tidak Disarankan, Kadinkes Kabupaten Malang: Jika Terlanjur Pakailah Tiga Lapis

Diterbitkan

||

Oleh

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo

 

KABARMALANG.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo menyarankan masyarakat tidak hanya membiasakan menggunakan masker, tapi juga memperhatikan jarak antar satu sama lain.

“Pakai masker saja tidak cukup. Itu hanya mencegah penularan corona 40 persen saja,” ungkap Arbani ketika dikonfirmasi, Sabtu (19/09/2020).

Terlebih, penggunaan masker jenis Scuba yang kini justru tengah populer di masyarakat. Karena selain harga yang​ relatif lebih murah, bisa dicuci kembali​, sekaligus tekstur kainnya yang lembut kerap menjadi alasan masker tersebut begitu laris.

Namun, tidak dinyana masker jenis itu justru tidak direkomendasikan. Kecuali, jika dilapisi hingga tiga bagian.

“Alasannya, masker Scuba pori-pori kainnya lebih lebar sekaligus cenderung lebih tipis,” tutur Arbani.

Untuk itu, Arbani lebih menyarankan masyarakat memakai masker medis atau masker kain tiga lapis.

“Bila terlanjur​ sudah punya scuba, ya pakailah 3 lapis​ masker,” sarannya.

Selain itu, cara yang lebih efektif untuk mencegah penularan Covid-19 harus dibarengi dengan penerapan physical distancing, alias jaga jarak dan tak berkerumun.

Pria yang mengawali karir sebagai dokter​ gigi ini, sebenarnya melarang kebiasaan makan bersama di kantor atau diwarung.

“Saran saya, kalau makan dikantor atau diwarung lebih baik dibungkus dan dibawa pulang. Karena kalau dimakan ditempat itu justru itulah yang rawan penularan Covid-19,” ucap Arbani.​ (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Gubernur Khofifah Serahkan Ventilator untuk 11 RS Rujukan Covid-19

Diterbitkan

||

Oleh

Gubernur Khofifah menyerahkan secara simbolis alat ventilator kepada RS rujukan Covid-19

 

KABARAMALANG.COM – Masih dalam rangkaian kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Kota Malang. Kali ini Khofifah mengadakan agenda penyerahan bantuan, yakni alat ventilator untuk 11 rumah sakit rujukan Covid-19 di area Malang Raya, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar.

Pemberian masker untuk Tagana, TKSK, dan Korkab PKH. Lalu Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, BKK Bumdes, dan BKK Jatim PUSPA. Hingga penyerahan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Dalam agenda yang berlangsung di Gedung BPSDM itu, Khofifah mengatakan bahwa setelah penyerahan ventilator, seluruh penerima ventilator, akan ditraining secara virtual oleh tim dari tim US AID.

“Saya ingin sampaikan, bahwa proses ini, karena ini ke enam, SOPnya sama. Kalau ventilator kan untuk kuratif, tetapi preventif harus di depan. Maka sekarang praktisnya ini relawan pilar-pilar sosial, ada TAGANA, ada TKSK, ini relawan sosial yang kita punya, antara lain mereka,” kata Khofifah, Sabtu (19/09/2020).

Kemudian, lanjut Khofifah, ada pendamping PKH, yang mendampingi para keluarga penerima manfaatnya. Ada juga pendamping desa, yang akan mendampingi masyarakat desa yang menerima BLT.

“Ini akan menjadi penyeiring, kuratifnya ditingkatkan, tapi preventifnya juga tetap diperluas. Seperti tadi, bersama Pangdam dan Kapolda, kita gowes bareng di Malang ini, sambil bagi-bagi masker. Harapannya adalah, ada kuratif, ada promotof preventif, tetapi tetap ada proses edukasi yang tetap jalan,” ungkap Khofifah. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com