Connect with us

Pemerintahan

Khofifah Indar Parawansa di Hotel Club Bunga Kota Batu.

Diterbitkan

||

Khofifah Indar Parawansa di Hotel Club Bunga Kota Batu

KABARMALANG.COM – Walikota Batu Dewanti Rumpoko mengaku kaget, ketika Gubernur Jawa Timur menyebutkan bahwa Kota Batu menjadi daerah tertinggi untuk kasus stunting hingga 51 persen. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa, dalam pembukaan rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Klub Bunga, Kota Batu, Selasa (3/9/2019).

Mendengar perihal tersebut, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko terhenyak. Istri Edi Rumpoko ini merasa sudah berupaya keras mengupayakan penurunan angka stunting di Kota Batu. Bahkan dalam APBD ia mengalokasikan dana khusus.

“Dana APBD khusus untuk menambah gizi dan nutrisi balita hingga usia sekolah, ada anggarannya 20%. Belum lagi kami juga gencar mensosialisasikan tentang psikologi perempuan, khususnya ibu,” tegas Bude.

Walikota Batu itu juga menjelaskan, bahwa update terakhir data stunting di Kota Batu yang ia ketahui pada tahun lalu. Menurutnya ada di angka 28 persen, yang ia yakini andai ada peningkatan pada tahun 2019 ini, angkanya tidak drastis, apalagi melebihi 50 persen.

“Stunting saat ini memang sedang disorot dunia, jadi wajar jika Gubernur begitu khawatir tentang ini. Bahkan di seluruh Indonesia ini angka stuntingnya masih tinggi. Karena itu, berapapun datanya, kami tetap berupaya menyiapkan calon Ibu bahkan sebelum menikah,” pungkasnya.

 

 

 

Penulis : Doi Nuri
Editor    : Tikno

 

Pemerintahan

Dinsos-P3AP2KB Distribusikan BLT untuk 928 KPM di Kecamatan Kedungkandang

Diterbitkan

||

Oleh

Dinsos-P3AP2KB Distribusikan BLT untuk 928 KPM di Kecamatan Kedungkandang

 

KABARMALANG.COM – Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 928 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Kedungkandang pada Kamis (24/09/2020) kemarin.

Menurut Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Penni Indriani mengatakan bahwa kemarin itu khusus pendistribusian BLT di Kecamatan Kedungkandang, untuk 928 KPM.

Pendistribusian tersebut diilaksanakan di Kantor Dinsos-P3AP2KB dan Bank Jatim Jalan Jaksa Agung Suprapto.

“Sebenarnya yang terhimpun ada 6000 lebih KPM. Akan tetapi kemampuan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang hanya mencukupi untuk 5000 KPM,” ujarnya.

Bantuan kali ini adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT). Penerima bantuan mendapat uang tunai sebesar 900 ribu, total dari tiga bulan.

“Mestinya sejak bulan Juli dan Agustus, karena prosesnya lama sehingga baru terdistribusikan di bulan September,” lanjutnya.

Rincian dari total 5000 KPM adalah Kecamatan Blimbing sebanyak 949, Kecamatan Kedungkandang sebanyak 928, Kecamatan Klojen sejumlah 1065, dan Kecamatan Lowokwaru ada 633, dan Kecamatan Sukun sebanyak 1425.

“Hari ini khusus pendistribusian di Kecamatan Kedungkandang, sebanyak 928 KPM. Dilaksanakan di Kantor Dinsos-P3AP2KB dan Bank Jatim Jalan Jaksa Agung Suprapto. Beberapa hari ke depan akan berlanjut ke kecamatan lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu menurut salah satu penerima BLT dari Mergosono mengatakan bahwa proses menerima BLT berjalan lancar dan gampang. Ia tampak senang.

“Alhamdulillah bisa menutupi kekurangan, dan tambah-tambah belanja,” ucap Sholeh kepada Kabarmalang.com, Kamis (24/09/2020).

Pria yang berprofesi sebagai loper koran itu berharap supaya pemerintah lebih merata dalam memberi bantuan.

“Bisa merata ke seluruh masyarakat, biar semua bisa merasakan. Bagi saya bantuan 900 ribu itu sudah cukup,” lanjut Sholeh. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Testimoni Beberapa Warga Penerima BLT Dinsos-P3AP2KB Kota Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana antrian BLT di Kantor Dinsos-P3AP2KB Kota Malang

 

KABARMALANG.COM – Penni Indriani, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, mengatakan bahwa hari ini khusus pendistribusian BLT di Kecamatan Kedungkandang, untuk 928 KPM. Dilaksanakan di Kantor Dinsos-P3AP2KB dan Bank Jatim Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Untuk penyaluran BLT di Kantor Dinsos-P3AP2KB, tercatat kurang lebih ada 650 KPM yang menerima. Berikut ini ada kesan dan pesan dari beberapa penerima BLT.

Adalah Sholeh, salah satu penerima BLT dari kampung Mergosono, mengatakan bahwa proses ia menerima BLT berjalan lancar dan gampang. Ia tampak senang.

“Alhamdulillah bisa menutupi kekurangan, dan tambah-tambah belanja,” ucap Sholeh kepada Kabarmalang.com, Kamis (24/09/2020).

Pria yang beprofesi sebagai loper koran itu berharap supaya pemerintah lebih merata dalam memberi bantuan

“Bisa merata ke seluruh masyarakat, biar semua bisa merasakan. Bagi saya bantuan 900 ribu itu sudah cukup,” lanjut Sholeh

Begitu juga dengan Muhammad Syafii, warga Kelurahan Kedungkandang, juga menganggap proses pemberian BLT berjalan lancar.

“Alhamdulillah prosesnya gampang. Saya sebelumnya dapat info dari kelurahan melalui RT. Saya senang sekali, rencananya untuk kebutuhan di rumah,” kata Syafii

Setali tiga uang juga dirasakan oleh Ponimah, seorang pedagang sayur asal Lesanpuro. Ia merasa senang dengan BLT ini.

“Perasaannya senang, bisa untuk kebutuhan sehari-hari dan buat modal jualan sayur. Apalagi ekonomi sedang sepi, ini bisa buat usaha,” terang Ponimah. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Salurkan BLT untuk 5000 KPM

Diterbitkan

||

Oleh

Penni Indriani Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang

 

KABARMALANG.COM – Setelah pada bulan Juli dan Agustus, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang mengadakan program pendistribusian bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Program bantuan tersebut dilanjutkan lagi di bulan September ini, karena masih ada KPM yang belum menerima bantuan.

“Sebenarnya yang terhimpun ada 6000 lebih KPM. Akan tetapi kemampuan Dinsos-P3AP2KB hanya mencukupi untuk 5000 KPM,” ujar Penni Indriani Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Kamis (24/09/2020) kepada Kabarmalang.com.

Bantuan kali ini adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT). Penerima bantuan mendapat uang tunai sebesar 900 ribu, total dari tiga bulan.

“Mestinya sejak bulan Juli dan Agustus, karena prosesnya lama sehingga baru terdistribusikan di bulan September,” lanjutnya.

Rincian dari total 5000 KPM adalah Kecamatan Blimbing sebanyak 949, Kecamatan Kedungkandang sebanyak 928, Kecamatan Klojen sejumlah 1065, dan Kecamatan Lowokwaru ada 633, dan Kecamatan Sukun sebanyak 1425.

“Hari ini khusus pendistribusian di Kecamatan Kedungkandang, sebanyak 928 KPM. Dilaksanakan di Kantor Dinsos-P3AP2KB dan Bank Jatim Jalan Jaksa Agung Suprapto. Beberapa hari ke depan akan berlanjut ke kecamatan lainnya,” ungkapnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com