Serba Serbi
Rumah Ibadah Bergerak Malang Kota Didukung Bahrul Maghfiroh

KABARMALANG.COM – Ponpes Bahrul Maghfiroh mendukung Rumah Ibadah Bergerak Kota Malang.
Selasa (24/8) lalu, Pengasuh Bahrul Maghfiroh, Prof M Bisri datang juga ke Pemkot untuk membahas ini bersama Wali Kota Malang Sutiaji.
“Intinya gerakan ini membantu warga dan pemerintah, agar melepas stigma bahwa tempat ibadah adalah klaster covid,” ujar Prof Bisri kepada Kabarmalang.com, di PP Bahrul Maghfiroh.
Menurut mantan Rektor Universitas Brawijaya itu, Rumah Ibadah Bergerak merupakan upaya vaksinasi terhadap jamaah yang tinggal di RW sekitar masjid.
Contohnya saja, masjid tempat tinggal Prof Bisri, menerapkan konsep Rumah Ibadah Bergerak ini.
“Jadi, 95 persen warga jamaah saya di RW sekitar masjid di sini dapat vaksin. Sehingga, ketika kita ibadah, kita sudah merasa aman,” sambungnya.
Prof Bisri menyebut, Rumah Ibadah Bergerak di Kota Malang, bakal memakai konsep vaksinasi door to door.
Vaksinator akan mendatangi RW sekitar masjid untuk memberi suntikan vaksin.
Selain itu, Rumah Ibadah Bergerak ini juga merupakan upaya kemandirian kesehatan dari jamaah.
Prof Bisri Dorong Gerakan Ngaji CovidÂ
“Contohnya, saya sekarang bagian dari gerakan Ngaji Covid. Jadi, ngajinya tentang covid untuk kemandirian kesehatan jamaah,” tambahnya.
Dalam ngaji covid, Prof Bisri memaparkan semua tentang protokol kesehatan. Kemudian, dia juga menjelaskan tentang semua antisipasi dan penanganan darurat terhadap gejala covid-19.
Menurut Prof Bisri, jamaah memang harus dapat pengajaran soal itu. Kalau ada gejala flu harus ngapain saja penanganannya.
“Sehingga, jamaah tahu betul soal covid, supaya tidak merepotkan tetangga sekitarnya juga,” sambung Prof Bisri.
Bahkan, Prof Bisri juga memberi pengajaran tentang wirit dan doa untuk melawan covid-19.
Kemudian, selain dzikir, Prof Bisri pun mengajarkan tentang dhohir dalam ngaji covid. Yaitu, ikhtiar sembuh dari covid-19 dengan mengkonsumsi vitamin, probiotik hingga minuman kesehatan.
“Kami pun membagikan probiotik dan vitamin itu dalam Ngaji Covid. Dengan tujuan utama, adalah edukasi bagi masyarakat,” ringkasnya.
Terakhir, Prof Bisri juga membagi sembako untuk jamaah. Menurutnya, berbagi sembako sebagai sedekah bisa menghilangkan bala dan musibah.
“Setiap minggu saya pindah, ngaji covid sekaligus bagi sembako. Tetapi ya jamaah jangan juga sekadar arep-arep sembako saja kalau ngaji covid ya, ha ha ha,” kelakar Prof Bisri mengakhiri.(carep-04/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































