Serba Serbi
Bendera Merah Putih Raksasa di Malang, Dijahit Hanya Dalam Dua Hari

KABARMALANG.COM – Menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke 76, warga di Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang mengibarkan sebuah bendera merah putih raksasa.
Bendera super jumbo ini berukuran 30 x 21 meter. Sementara, merah putih raksasa tersebut terbentang di lapangan Kelurahan Tunggulwulung, Selasa (17/8) pagi.
Karang Taruna Kelurahan Tunggulwulung bekerja sama dengan FKPPI Tunggulwulung dan Karang Taruna Kecamatan Lowokwaru menginisiasi upacara pengibaran bendera raksasa.
Sebanyak 16 anak binaan SSB (Sekolah Sepak Bola) GASS membentangkan bendera raksasa itu di tengah lapangan Tunggulwulung.
Totok Triantoro Ketua Karang taruna Kecamatan Lowokwaru mengamini. Masa pandemi bukan halangan untuk tidak bersemangat merayakan kemerdekaan.
“Alhamdulillah kita bisa berkumpul merayakan kemerdekaan RI ke 76. Dengan keterbatasan pemuda-pemuda Kota Malang khususnya di Kecamatan Lowokwaru tetap semangat,” ucap Totok, Selasa (17/8).
Kabar Lainnya : Fetish Mukena Di Malang Viral, Korbannya Mahasiswi Dan Model.
“Paling tidak ingin merayakan upacara kecil-kecilan secara sederhana. Ini juga sebagai bentuk rasa syukur dan kebanggaan kami kepada tanah air tercinta Republik Indonesia,” sambungnya.
Libatkan Puluhan Penjahit, Paling Sulit Menjahi Saat Tengah Malam.
Dia menambahkan pengerjaan bendera raksasa itu hanya dalam dua hari saja. Yakni mulai pada tanggal 16 Agustus 2021 hingga 17 Agustus 2021 ini.
“Yang terlibat (menjahit bendera) kurang lebih 20 sampai 25 orang. Itu kami jahit sendiri. Pakai mesin jahit lama, sebagai bentuk semangat kita,” terangnya.
Rio Zanuar, Ketua FKPPI Lowokwaru senada. Rio sendiri adalah satu orang yang ikut menjahit bendera super besar itu.
“Kemarin (16/8) kita beber bendera merah sampai putih jadi satu, kondisinya sobek-sobek. Kita jahit bendera merah sama putih sendiri-sendiri. Baru kita jahit jadi satu kita rajut menjadi merah putih,” tutur Rio.
Dia bersama beberapa rekannya sampai harus lembur menjahit bendera itu hingga rampung pada detik terakhir menjelang upacara bendera pada (17/8) pagi tadi.
“Kita jahit, tadi dan kemarin lembur sampai malam agar selesai hari ini di detik-detik proklamasi bisa berkibar bendera terbesar itu, bersama (anak didik) SSB GASS,” ucapnya.
“Luar biasa pengerjaannya, kesulitannya itu kalau malam itu gelap dan jarumnya juga kadang sering patah-patah,” tutupnya.

SSB GASS, bersama Karang Taruna Tunggulwulung, FKPPI Tunggulwulung, dan Karang Taruna Lowokwaru.(foto : fathi)
Samsul Utomo, Ketua Karangtaruna Tunggulwulung ikut menambahkan. Dia mengapresiasi para pemuda yang semangat dalam menjahit bendera merah putih raksasa itu.
“Putus-putus kita jahit, tetapi tidak menyurutkan semangat. Tetap berupaya bagaimana pagi tadi harus terselesaikan, inu berkat semangat dan anugerah Allah SWT,” katanya.(fat/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari































