Connect with us

Pemerintahan

Sutiaji Ajak 5 Kampus di Kota Malang Tangani Tempat Isolasi Terpusat

Diterbitkan

,

Foto: Wali Kota Malang, Sutiaji (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Pemkot Malang semakin menggencarkan penanganan pasien Covid-19 melalui tempat isolasi terpusat (isoter).

Dari situ, Wali Kota Malang Sutiaji mengajak lima universitas di Kota Malang untuk turut serta menangani tempat isoter.

Lima universitas tersebut adalah perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran. Yakni Universitas Brawijaya, lalu Universitas Islam Malang.

Kemudian Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Politeknik Kesehatan Malang.

“Saya nanti minta 5 perguruan tinggi itu  penanggung jawab dari masing-masing isoter,” ujar Sutiaji, Minggu (15/8).

Saat ini, kata Sutiaji, di Kota Malang terdapat empat tempat isoter bagi pasien Covid-19. Yakni di Safe House Kantor BPSDM Jalan Kawi, terdapat sebanyak 246 bed.

Lalu di Gedung SKB Blimbing ada 26 bed. Kemudian di Gedung VEDC untuk 56 bed. Serta Rusunawa Tlogowaru dengan kapasitas 60 bed.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu sangat berharap kerja sama lima kampus tersebut agar menerjunkan para dokter dan tenaga kesehatannya.

“Saya sudah telepon ke Prof Dr Nufil (Rektor UB) terus saya nyambung (telepon) ke kepala RS UB nanti menyampaikan untuk merujukkan dokter-dokter yang sudah koas-koas itu,” terangnya

“Plus (tambahan nakes) dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) nanti akan bergabung memberikan dampingan pada masyarakat,” sambungnya.

Bagi Sutiaji, dengan tambahan nakes dari tiap perguruan tinggi tentunya bisa semakin memudahkan penanganan Covid-19 di tempat isoter.

“Rasionya itu satu dokter tangani lima pasien. Kalau pasiennya 100 berarti butuh 20 dokter. Kita (Pemkot Malang) tetap akan berikan insentif,” tutup politikus Partai Demokrat itu. (fat/fir)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih