Pemerintahan
Sanusi : Perselingkuhan Picu Tingginya Perceraian

Kabarmalang.com – Plt Bupati Malang menyebut, perselingkuhan menjadi faktor terbanyak terjadinya perceraian. Keluarga harus menanamkan nilai-nilai luhur yang religius, berkarakter, sopan dan santun.
“Hartanya banyak, tetapi keluarga terpecah belah, pasti tidak nyaman. Lebih baik harta cukup, namun keluarga sejuk dan sejahtera, itulah idaman semua keluarga,” ujar Sanusi dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XXVI di Desa Bayem, Kasembon, Selasa (3/9).
“Selain itu, banyak keluarga gagal, karena dampak perceraian, salah satunya akibat perselingkuhan. Jangan sampai seperti itu,” sambungnya.
Pemerintah Kabupaten Malang dikatakan telah berhasil mengembangkan program inovatif berupa Program CONTRA WAR (Contraceptive For Woman At Risk).
Program itu, terbukti mampu menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi hingga sebesar 50 persen.
Sanusi menambahkan, keluarga sebagai unit terkecil dalam struktur masyarakat memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan bangsa.
Terwujudnya keluarga bahagia, kata dia, sejahtera dan mandiri adalah harapan bangsa. Dia pun mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Malang, untuk terus mendukung secara proaktif dalam pembangunan kependudukan, dan keluarga berencana.
”Ada banyak hal baik yang bisa dicontohkan kepada lainnya. Oleh Allah SWT, diajarkan untuk membina keluarga agar terhindar dari cobaan,” ujar Sanusi seperti dilansir dalam situs resmi Pemkab Malang.
Dalam upaya membangun keluarga itu, bukan hanya upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk semata.
Namun juga pembangunan sumber daya manusia melalui pembangunan ketahanan keluarga dan remaja, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.
”Tentu keberhasilan ini agar dapatnya diteruskan dan lebih dimantapkan. Semoga semua organisasi perangkat daerah di Kabupaten Malang, untuk terus berinovasi dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” bebernya.
Berdasarkan hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2016, laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Malang sebesar 0,62%, masih berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur sebesar 0,56%. Sedangkan angka kelahiran total atau fertility rate (TFR) Kabupaten Malang sebesar 2,06 juga masih berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur sebesar 1,91. Kondisi seperti ini tentu harus segera diperbaiki, minimal di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur.
Penulis – Rajendra Sulaiman
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari




































