Connect with us

COVID-19

Perpanjangan PPKM Kota Malang, Aturan Masih Sama, Ini Rinciannya

Diterbitkan

,

Perpanjangan PPKM Kota Malang, Aturan Masih Sama, Ini Rinciannya
Wali Kota Malang, Sutiaji (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kota Malang melaksanakan perpanjangan PPKM Level 4, sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Hal itu tertuang dalam Inmendagri Nomor 24 Tahun 2021 atas instruksi Presiden Joko Widodo.

Wali Kota Malang, Sutiaji pun sepakat. Dia telah menelurkan Surat Edaran Nomor 43 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 di Kota Malang.

“Jadi saya ngikuti saja (Inmendagri Nomor 24 Tahun 2021). Saya juga sudah membuat surat edaran PPKM Level dan aturan-aturannya,” ujar Sutiaji kepada media, di Balaikota Malang, Senin (26/7).

Berikut ini daftar aturan selama perpanjangan PPKM Level 4 di Kota Malang, 26 Juli hingga 2 Agustus 2021:

1. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan/Pelatihan secara daring/ online.

2. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100% Work From Home (WFH).

3. Pelaksanaan kegiatan pada sektor:

3.1 Esensial yaitu :

a) Keuangan dan perbankan, hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan (customer);

b) Pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan (customer) dan berjalannya operasional pasar modal secara baik).

c) Teknologi informasi dan komunikasi, meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat.

d) Perhotelan non penanganan karantina; dan

e) Industri orientasi ekspor di mana pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 (dua belas) bulan terakhir. Atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor
dan wajib memiliki lzin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (1OMKI); dapat beroperasi dengan ketentuan.

Kabar Lainnya : PPKM Perpanjangan Di Kota Malang, Ini Pernyataan Terbaru Sutiaji.

3.2 Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa tertunda pelaksanaannya berlaku 25 persen maksimal staf Work From Office (WFO). Dengan protokol kesehatan secara ketat.

4. Untuk supermarket, pasar rakyat, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari terbatas jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

5. Untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24  jam.

6. Untuk Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari- hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal pengunjung 50 persen dan pembatasan jam operasional sampai pukul 15.00 WIB.

7. Sementara itu, untuk Pedagang Kaki Lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain lain yang sejenis. Boleh buka dengan protokol kesehatan ketat terbatas jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB.

8. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum:

Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya boleh dengan protokol kesehatan yang ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat sejumlah maksimal 3 (tiga) meja kursi.

b) Jumlah pengunjung maksimal 3 orang.

c) Waktu makan tiap-tiap pengunjung yaitu 20 menit.

d) Jam operasional terbatas mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB;

e) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar; dan

f) Antrian pembayaran dengan menerapkan pembatasan jarak dan memberikan tanda khusus minimal jarak 2 meter.

9. Restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup baik pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall. Hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in) dengan ketentuan sebagai berikut:

Kabar Lainnya : PPKM Di Malang Kota Sampai 2 Agustus, Tim Gabungan Giatkan Razia.

a) Tidak menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat.

b) Jam operasional terbatas mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

c) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar; dan operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

9. Untuk Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi yakni dengan kapasitas maksimal pengunjung 50% dan pembatasan jam operasional sampai pukul 15.00 WIB.

10. Untuk Pedagang Kaki Lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain lain yang sejenis. Boleh dengan protokol kesehatan ketat terbatas jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB.

11. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum:

1) warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya. Boleh dengan protokol kesehatan yang ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat sejumlah maksimal 3 meja kursi.

Kabar Lainnya : Presiden Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 Di Malang Sampai 2 Agustus.

b) Jumlah pengunjung maksimal 3 (tiga) orang;

c) Waktu makan tiap-tiap pengunjung yakni 20 (dua puluh) menit.

d) Jam operasional terbatas yaitu mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB;

e) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar.

f) Antrean pembayaran dengan menerapkan pembatasan jarak dan memberikan tanda khusus minimal jarak 2 meter.

12. Restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup baik pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall. Hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan ditempat (dine-in) dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Tidak menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat.

b) Setelah itu, jam operasional terbatas mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

c) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar.

d) Antrian pemesanan dengan delivery/take away menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 2 (dua) meter.

Kabar Lainnya : Penyekatan Hari Terakhir PPKM Level IV Berlangsung Di Gadang.

13. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan tutup sementara. Kecuali akses untuk pegawai toko yang melayani penjualan online. Maksimal 3 (tiga) orang setiap toko, restoran, supermarket dan pasar swalayan dapat boleh sampai dengan pukul 20.00 WIB.

14. Pelaksanaan kegiatan konstruksi untuk infrastruktur publik (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen. Dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

15. Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang berfungsi sebagai tempat ibadah). Tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

16. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) tutup sementara.

17. Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) tutup sementara.

18. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental). Berlaku dengan pengaturan kapasitas maksimal 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kabar Lainnya : Bansos PPKM Level IV Kemensos Cair Di Purwantoro.

19. Pelaksanaan resepsi pernikahan tidak ada selama penerapan PPKM level 4.

20. Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bus, kapal laut dan kereta api) harus:

1) Menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama).

2) Menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udara serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut.

3) Ketentuan sebagaimana pada angka 1 dan angka 2 hanya berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan ke Kota Malang. Serta tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi Malang Raya meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

4) Untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.(fat/yds)

COVID-19

5000 Dosis Vaksin Covid-19 Tersalur Di SMKN 1 Singosari

Diterbitkan

,

5000 Dosis Vaksin Covid-19 Tersalur Di SMKN 1 Singosari
Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono dan Bupati Sanusi saat berbincang dengan siswa penerima vaksin di SMKN 1 Singosari. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Vaksinasi 5000 dosis bagi pelajar dan masyarakat umum tergelar di SMKN 1 Singosari, Kabupaten Malang.

Bupati Malang H Sanusi bersama Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono dan jajarannya meninjau langsung lokasi vaksinasi, Rabu (22/9).

Bagoes menerangkan, vaksinasi dengan total 5.000 dosis memakai vaksin jenis Sinovac.

Dia berharap acara berjalan sesuai rencana. Sehingga, dosis vaksin tersebut benar tersampaikan kepada para pelajar dan masyarakat Kabupaten Malang, terutama di Singosari.

“Saya pastikan pelaksanaan vaksinasi lancar. Vaksinasi harus mencapai sasaran, yaitu lima ribu dosis bagi pelajar dan masyarakat umum,” ucap Bagoes.

Bagoes menegaskan, vaksinasi ini bertujuan menambah kekebalan tubuh masyarakat. Sehingga, lewat vaksin ini, masyarakat Kabupaten Malang terhindar dari covid-19.

“Tujuannya untuk membentuk herd imunnity guna untuk mencegah penularan covid-19,” jelas Bagoes.

Bagoes Wibisono menuturkan, pelajar dan masyarakat yang sudah vaksin tetap harus mematuhi protokol kesehatan 5M.

“Kita harus tetap patuhi protokol kesehatan 5M. Tetap harus memakai masker, menjauhi kerumunan, mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan menjaga jarak,” tuturnya.

Bagoes mengapresiasi Kepala SMKN 1 Singosari beserta jajarannya. Karena, mereka siap dalam menjalankan vaksinasi dan sukses menyalurkan 5.000 dosis vaksin.

Sesuai rencana vaksinasi akan terlaksana dalam dua hari. Yaitu hari ini Rabu (22/9) dan hari Kamis (23/9) besok.

“Kami berterima kasih kepada kepala sekolah dan panitia yang telah merelakan waktu, tenaga dan pikirannya demi mensukseskan Vaksinasi kali ini,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Warga Binaan Lapas Malang Dapat Vaksinasi Dari Polresta

Diterbitkan

,

Warga Binaan Lapas Malang Dapat Vaksinasi Dari Polresta
Vaksinasi untuk warga binaan Lapas Kelas I Malang dari Polresta. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 500 warga binaan Lapas Kelas I Malang mendapat suntikan dosis pertama vaksin Astra Zeneca (AZ) oleh Polresta Malang Kota, Rabu (22/9).

Pelaksanaan vaksinasi di halaman dalam Lapas dalam rangka mendukung pemerataan vaksinasi nasional. Sekaligus mendukung percepatan vaksinasi inisiasi Presiden RI Joko Widodo.

Suasana kegiatan vaksinasi nampak berbeda dengan gerai vaksin di tempat lain. Karena, semua peserta vaksin adalah warga binaan Lapas Kelas Satu Lowokwaru.

Kabagren Polresta Malang Kota, Kompol Yuliati mengabarkan, Polresta Malang Kota bersinergi dengan Lapas Kelas I Malang untuk melaksanaan vaksinasi ini.

“Pelaksanaannya gabungan dari tim kesehatan Polresta Malang Kota dan tim medis Lapas Lowokwaru,” ujar Yuliati.

Dia menyebut, vaksinasi hanya berlaku bagi yang lolos screening.

“Sementara untuk warga binaan Lapas Lowokwaru yang menderita sakit, maka harus tunda vaksinasinya. Menunggu sampai kondisi warga binaan sehat dulu” jelasnya.

Yuliati, mewakili Kapolresta Malang Kota mengucapkan terimakasih kepada Kalapas Kelas Satu Lowokwaru atas ketersediaan waktu dan tempat untuk pelaksanaan vaksinasi.

“Semoga semua para warga binaan Lapas Lowokwaru dalam kondisi sehat selalu dan kebal dari covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Lowokwaru Malang, RB Danang Yudiawan mengatakan Lapas Kelas I Malang ini memiliki penghuni kurang lebih 3.315 warga binaan.

“Target kita adalah seluruh WBP mendapatkan vaksin. Hari ini Rabu (22/09) sekitar 500 WBP yang tervaksin dan kegiatan ini akan bergulir secara bertahap. Supaya WBP yang belum mendapatkan agar segera dapat,” terangnya.

RB Danang pun Malang mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polri atas dukungan berupa vaksinasi.

“Ini adalah awal yang baik, semoga kedepannya hubungan Lapas Kelas I Malang dengan Polresta Kota Malang semakin sinergi dan harmonis,”tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Kodim 0833 Kota Malang Dukung Penuh Vaksinasi Merdeka

Diterbitkan

,

Kodim 0833 Kota Malang Dukung Penuh Vaksinasi Merdeka
Forpimda Jatim, Forpimda Kota Malang dan civitas akademika UMM saat vaksinasi merdeka. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Kodim 0833 Kota Malang mendukung penuh pelaksanaan vaksinasi merdeka inisiasi dari Presiden RI Joko Widodo.

Rabu (22/9), sejumlah wilayah di Kota Malang menghelat vaksinasi. Pertama, pusat acara vaksinasi merdeka berpusat di kampus Universitas Muhammadiyah Malang.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Irdam V/Brw Brigjen TNI Arie Subekti beserta rombongan hadir dalam kegiatan “Gerakan Vaksinasi Merdeka Serentak Pada 96 Titik Di Seluruh Indonesia”.

Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona pun turut mengawal Forpimda Jatim, bersama Polresta, dan tuan rumah Rektor UMM, Dr Fauzan MPd.

Koordinator BEM Nusantara Jatim, Ahmad Faruq dan Wapresma UMM, Harissudin turut hadir demi kesuksesan vaksinasi serentak ini.

Joko Widodo, Presiden RI, secara virtual memberi dorongan kepada para mahasiswa di hadapan Forpimda Jatim dan Forpimda Kota Malang.

“Kunci dalam penanganan covid-19 di Indonesia yaitu percepatan vaksinasi dan penerapan Prokes,” ujar Jokowi dalam siaran virtual tersebut.

Jokowi juga mengingatkan agar mahasiswa dan masyarakat untuk tetap selalu menggunakan masker.

Di tempat lain, jajaran Forkopimcam Sukun yang terdiri dari Koramil, Polsek dan Satpol PP kecamatan setempat mengawal vaksinasi covid-19 tahap I untuk para lanjut usia (Lansia).

Kabar Lainnya : Unisma Sambut Merdeka Belajar.

Tetapi, bukan cuma lansia, vaksinasi juga menyasar masyarakat umum warga Kelurahan Tanjungrejo.

Pelaksana vaksinasi yaitu petugas kesehatan dari Puskesmas Sukun. Sementara, lokasi vaksinasi adalah halaman Kelurahan Tanjungrejo Jalan Mergan Raya nomor 1 Kelurahan Tanjungrejo  Kecamatan Sukun Kota Malang, Rabu (22/9).

Danramil 0833/04 Sukun Kapten Kav Aan Jauhari mengabarkan, kegiatan vaksinasi tahap I jenis vaksin Astra Zaneca tersebut melibatkan 200 orang peserta.

“Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat yang akan mendapatkan suntikan vaksinasi,” terangnya saat memantau proses vaksinasi.

Vaksinasi di Tanjungrejo Sukun Kota Malang. (foto : ist)

Dia menegaskan, aparat akan terus melakukan pendampingan kepada para petugas atau tenaga medis.

Selain itu, aparat juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa vaksinasi tersebut tentunya aman dan halal.

“Tentu kami juga mengimbau dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Bahwa vaksin itu penting sebagai wujud ikhtiar agar tubuh bisa kebal dari virus, khususnya Covid-19,” pungkasnya.

Di lokasi lain, serbuan vaksin Sinovac dosis I bergulir di SMPN 2 Jalan Prof M Yamin nomor 60 Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Klojen Kota Malang.

Peserta mencapai 250 orang. Dengan rincian, lansia sebanyak 75 orang dan warga umum 175 orang.

Vaksinasi di SMPN 2 Malang, Sukoharjo Klojen. (foto : ist)

Danramil Klojen Lettu Inf Miseri hadir bersama jajarannya di Muspika Klojen untuk memastikan vaksinasi terlaksana dengan baik.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Ucapan Hari Pelanggan Nasional Dari PDAM Tugu Tirta
Iklan Cukai Pemkot Malang

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com