Connect with us

Hukrim

Maling Motor Di Malang Town Square, Tipu Tukang Kunci Untuk Mencuri

Diterbitkan

,

Maling Motor Di Malang Town Square, Tipu Tukang Kunci Untuk Mencuri
Kapolsek Klojen Kota Malang, Kompol Nadzir Syah Basri saat rilis kasus curanmor (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COM – Seorang maling motor beraksi di parkiran Mal Malang Town Square (Matos). Dia mengondol sebuah motor merek Honda Scoopy, pada Kamis (27/5) lalu.

Pelakunya berinisial BP, 23, seorang karyawan kafe di Dieng Kota Malang. Dia menjadi maling sepeda motor milik YF, seorang karyawan di Malang Town Square.

Kapolsek Klojen Kota Malang, Kompol Nadzir Syah Basri membenarkan. Nadzir kemudian menceritakan kronologi pencurian tersebut.

“Awalnya tersangka tiba di dalam parkiran Matos sekira pukul 17.00 WIB. Dia menggunakan sepeda motor Scoopy. Ketika parkir dia melihat ada sepeda motor scoopy yang parkir di sebelahnya,” ujar Nadzir, Jumat (11/6).

Kabar Lainnya : Maling Kotak Amal Beraksi di Tulungrejo, Nopol Motornya Terbongkar.

Dari situ munculah niat jahat BP untuk menggondol motor Scoopy itu. Karena motor tersebut tidak terkunci stang.  Kemudian ada juga karcis parkir yang tertinggal di jok samping motor itu.

Kemudian pelaku menuntun motor curiannya keluar dari parkiran Mal Matos. Saat menuntun motor curian itu, tidak ada kecurigaan sama sekali dari penjaga parkir. Karena dia sudah membawa karcis parkir.

“Tersangka kemudian membawa dan memarkir motor curian itu di sekitaran Taman Makam Pahlawan (TMP). Lokasinya tak jauh dari Mal Matos,” tuturnya.

Setelah itu, tersangka memanggil tukang kunci langganannya untuk membuat kunci duplikat motor itu. Di sini, dia memperdaya dan menipu tukang kunci itu.

Tersangka mengaku motor tersebut adalah miliknya. Sehingga, tukang kunci itu tidak merasa curiga terhadap tersangka.

Tersangka kemudian kembali lagi ke parkiran Mal Matos untul mengambil motor miliknya. Kemudian, dia kembalikan motor miliknya ke kos.

“Setelah dari kos, tersangka lalu kembali lagi ke TMP pakai jasa ojek online. Di situ dia mengambil motor curiannya yang telah ada kunci duplikat dan bisa nyala,” terangnya.

Pada malam harinya, tersangka langsung menjual motor curian itu ke seorang penadah berinisial AYD, 23, melalui media sosial dengan harga Rp 4,5 juta.

“Ya AYD ini juga tahu kalau itu barang curian. AYD terpaksa membeli karena alasannya buat kerja gitu dan keperluan kerja. AYD ini pekerjaannya swasta dan AYD ini berasal dari Jalan Kebon Jeruk Kota Malang,” tutur dia.

Di hari yang sama Polsek Klojen mendapatkan laporan dari korban. Polisi langsung menyelidiki melalui rekaman CCTV dan memburu tersangka maling motor.

Keesokan harinya pada Jumat (29/5) malam, polisi berhasil meringkus BP dan AYD di dua tempat yang berbeda di Kota Malang.

Dalam hal ini, BP terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian motor. Dia terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Sementara itu, AYD terancam pasal 480  KUHP karena terbukti sebagai penadah. Ancaman hukumannya minimal penjara 5 tahun.(fat/yds)

Hukrim

Polisi Tangkap Budak Sabu Di Malang, Ini Bahaya Zat Adiktif

Diterbitkan

,

Polisi Tangkap Budak Sabu Di Malang, Ini Bahaya Zat Adiktif
AJS, 35, tersangka pemakai sabu-sabu di Kota Malang (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Anggota polisi berhasil tangkap AJS, 35, budak sabu asal Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya di Lowokwaru Kota Malang. AJS kedapatan baru saja bertransaksi sabu-sabu.

Plh. Kapolsek Lowokwaru AKP Sutomo melalui Panit I Reskrim Polsek Lowokwaru Ipda Zainul Arifin membenarkan. Polisi menindak lanjuti laporan dan menangkap pelaku pukul 22.00 WIB.

Saat itu Jumat (9/7) lalu, polisi mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada transaksi sabu di parkiran mobil Cafe Sawah Jalan Sudimoro Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Kami (polisi) melakukan penggeledahan  kepada pelaku dan menemukan barang bukti 1 bungkus plastik klip kecil yang berisi sabu-sabu. Pelaku simpan di jaket sebelah kiri,” ujar Zainul, Kamis (15/7).

Pelaku berprofesi sebagai pekerja swasta, dan tinggal di daerah Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Saat itu pelaku membawa  sabu-sabu seberat 0,5 gram.

Bukti sabu-sabu dari tersangka. (Foto : Istimewa)

Polisi pun akhirnya tangkap budak sabu itu di Lowokwaru Kota Malang. Polisi juga langsung menggiring pelaku ke Mapolsek Lowokwaru untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Zainul mengatakan bahwa pelaku sudah berulang kali menggunakan sabu-sabu.

“Mengakunya memang ini bukan kali pertama, tetapi untuk terakhir kali kapan ia tidak bisa menyampaikan,” terangnya.

Zat Adiktif Adalah Zat Yang Dapat Menimbulkan Kecanduan.

Pelaku mengaku hanya menggunakan sabu itu untuk diri sendiri, dan tidak menjualnya. Pelaku membutuhkan doping stamina, karena beratnya beban di tempatnya bekerja.

Ini merupakan bukti zat adiktif adalah zat yang dapat menimbulkan kecanduan.

Selanjutnya, polisi tidak berhenti di penangkapan AJS saja. Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut, karena bukan tidak mungkin ada pelaku lain yang terlibat.

“Kasusnya memang masih dalam pengembangan kami, dan sedang dalam proses penyelidikan,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku melanggar pasal 112 UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. AJS terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Kedua Belah Pihak Berdamai, Bos The Nine Akhirnya Bebas

Diterbitkan

,

Kedua Belah Pihak Berdamai, Bos The Nine Akhirnya Bebas
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Masih ingat Jefrie Permana, 36, Bos The Nine? Sebelumnya dia menjadi tersangka penganiayaan karyawatinya sendiri yakni Mia, 38.

Kini status Jefrie telah bebas murni dari kepolisian.

Sebab pihak Polresta Malang Kota telah mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan). Sehingga Jefrie telah bebas sejak Rabu (7/7) lalu.

“Mengajukan itu di hari Sabtu, masih kita proses di hari Senin, gelar pekara di hari Rabu minggu kemarin tanggal 7 (Juli),” ujar Budi kepada media, Kamis (15/7).

Kabar Lainnya : Penganiayaan Di Kelab Malam, Kapolresta : Tidak Ada Yang Kebal Hukum.

Adanya gelar perkara dari SP3 itu, pihak internal dan eksternal yang menghadirinya. Budi menuturkan ketika SP3 telah muncul, maka sudah tidak ada penangguhan tersangka.

Buher, sapaan akrabnya, menerangkan beberapa alasan terkait keputusan Polresta Malang Kota mengeluarkan SP3 dalam perkara tersebut.

“Kita harus melihat dulu tentang kepastian hukum. Kepastian hukum itu hanya dua, P21 dan SP3,” terangnya.

“Terjadi perdamaian antara keduabelah pihak, antara si pelapor dalam hal ini korban dengan tersangka. Sehingga diajukanlah surat perdamaian kepada Polresta,” jelasnya.

“Dalam proses surat perdamaian tersebut, yang bersangkutan diambil keterangan mencabut keterangan sebelumnya, itu yang perlu kita garis bawahi,” sambungnya.

Kabar Lainnya : Bos The Nine Tersangka, Ini Komen Sarkas Warganet.

Menurut Buher, hal itu berdasar pada Pasal 184 KUHAP terdapat keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan tersangka.

“Satu alat bukti ini sudah gugur, hilang. Karena korban mencabut keterangannya. Sehingga kami penyidik berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum, satu alat bukti sudah gugur,” ucapnya.

“Kami harus mengirim berkas kepada JPU bahwa keterangan korban dalam hal ini pelapor sudah ada pencabutan,” lanjutnya.

Buher mengutarakan bahwa keadilan harus berlaku bagi korban dan keluarganya. Karena telah bersedia untuk berdamai, tidak boleh ada pemaksaan dari penyidik kepolisian.

“(Mia) akhirnya mau berdamai, terus kami (polisi) dari pihak penyidik memaksakan ? Berarti kami tidak berazaskan pada proses pidana yang cepat murah dan berkeadilan,” katanya.

Dalam criminal justice system, terdapat suatu proses peradilan yang cepat, murah dan berkeadilan, lanjut Buher. Kepolisian telah melakukan proses itu.

Kabar Lainnya : Serangan Balik, The Nine Kawal Dugaan Penggelapan Ex Karyawatinya.

Pihak pelapor telah mencabut laporan dan seluruh keterangannya yang lampau. Maka hal itu menggugurkan salah satu alat bukti yang menandakan bahwa perkara itu tidak cukup bukti.

“Ada Pasal 109 KUHAP menyatakan bahwa, perkara itu SP3 dengan alasan tidak cukup bukti, bukan tindak pidana dan demi hukum. Kami melakukan SP3 dengan alasan tidak cukup bukti,” jelas Buher.

Di samping itu, pihak Jefrie juga telah mencabut laporan kasus penggelapan uang oleh Mia.

“Mereka berpendapat ada pencabutan terhadap kasus 170. Terhadap dua perkara 374 dan 368. Itu mereka sepakat mencabut,” imbuhnya.

“Artinya, kalau kita meneruskan, kan alangkah konyolnya penyidik ini mengirim berkas yang sudah dicabut oleh si pelapornya.Keterangannya dicabut kan sudah tidak sah,” tutup Buher.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Operasi Sikat Semeru, Polresta Makota Bekuk 51 Tersangka dan 6 Motor

Diterbitkan

,

Operasi Sikat Semeru, Polresta Makota Bekuk 51 Tersangka dan 6 Motor
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto saat rilis Operasi Sikat Semeru 2021 di halaman Mapolresta Malang Kota (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Polresta Malang Kota menggelar operasi kewilayahan sikat semeru 2021 selama 12 hari. Yakni sejak 28 Juni 2021 hingga 9 Juli 2021 lalu.

Operasi tersebut untuk penanggulangan kejahatan curas, curat, curanmor, premanisme, pungli, street crime, dan penyalahgunaan sajam, senpi, dan bahan peledak.

Kapolrest Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengamini. Tujuannya untuk menciptakan kondusifitas kamtibmas di wilayah Kota Malang di tengah masa pandemi Covid-19.

“Dari jajaran Satreskrim Polresta Malang Kota dan Polsek, ada ungkap 79 laporan polisi,” ujar Budi kepada media di Mapolresta Malang Kota, Rabu (14/7).

Kabar Lainnya : Kecelakaan Di Gadang Malang, Pemuda 19 Tahun Terlindas Truk Fuso.

79 laporan tersebut terdiri dari kasus curat, curas, curanmor, penyalahgunaan sajam, dan premanisme.

“Dari 79 laporan polisi tersebut, ada 51 tersangka yang polisi amankan dan proses. 51 tersangka itu, 12 di antaranya memang telah masuk dalam daftar target operasi sikat semeru,” sambungnya.

Buher, sapaan akrabnya, merinci 51 tersangka tersebut. Yakni tersangka kasus pencurian dengan pemberatan ada 18 orang. Lalu ersangka kasus pencurian dengan kekerasan ada 6 orang

“Tersangka kasus pencurian sepeda motor, ada 10 orang. Tersangka kasus penyalahgunaan senjata tajam jumlahnya 1 orang. Serta tersangka kasus premanisme sebanyak 16 orang,” tambahnya.

Kabar Lainnya : Viral Di Malang, Ketukan Misterius Pintu Rumah Saat Tengah Malam.

Dari 51 tersangka itu, ada 30 persen atau 15 orang adalah residivis yang memang berkali-kali melakukan tindak pidana dan beraksi di wilayah Malang Raya.

Polisi pun mengamankan beberapa barang bukti. Seperti enam sepeda motor, empat ponsel, dan senjata tajam.

“Kita lihat di sini ada beberapa barang bukti baik dari sajam, ponsel kunci leter T. Termasuk golok dan clurit yang tersangka gunakan selama melakukan kejahatan,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Penerimaan mahasiswa baru STIE KERTANEGARA MALANG

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com