Connect with us

COVID-19

Pemkot Dan Pemkab Izinkan Komuter Lokal Malang Saat Larangan Mudik

Diterbitkan

,

Pemkot Dan Pemkab Izinkan Komuter Lokal Malang Saat Larangan Mudik
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Kapolresta Malang Kota, Leonardus Simarmata (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Pemkot dan Pemkab Malang sepakat mengizinkan komuter internal Malang Raya, yaitu Kota-Kabupaten Malang dan Kota Batu. Ini setelah ada larangan mudik lokal.

Perjalanan selama peniadaan mudik lokal pada 6-17 Mei 2021 di wilayah rayon II Jawa Timur juga masih boleh.

Wilayah rayon II tersebut meliputi Malang Raya, Pasuruan Raya dan Kabupaten Probolinggo.

Akan tetapi, Pemkot dan Pemkab Malang hanya memperbolehkan masyarakat di wilayah rayon II hanya sekadar perjalanan sambang. Atau silaturahmi ke kampung halaman untuk sementara waktu.

“Mudik lokal tidak ada. Hanya sambang langsung balik itu boleh, asalkan di rayon II. Kami sudah koordinasi dengan Polres Batu dan Polres Kabupaten Malang,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (4/5).

“Misalnya rumahnya di sini (Kota Malang), mau sambang keluarga di Pasuruan itu boleh. Habis sambang langsung balik lagi, sekadar silaturahmi,” sambungnya.

Kabar Lainnya : Cerita Saksi Pembakaran Perawat Kalipare, Ini Video Testimoninya.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata sepakat. Masyarakat Kota Malang bisa kunjungan silaturahmi tapi hanya di wilayah rayon II.

“Jadi tidak ada mudik, tapi kalau ibarat dia sambang, dari Malang Kabupaten ke Kota Malang, atau Kota Malang ke Kota Batu itu tidak ada masalah,” jelas Leonardus.

“Jadi jangan kita rancu dengan terminologi itu (mudik). Kalau mudik kan dia menetap, berarti dia bisa berhari-hari dan berminggu minggu,” tambahnya.

Leo, sapaan akrabnya, mengatakan pihaknya juga sedang menyiapkan enam pospam dan satu posyan untuk operasi ketupat larangan mudik 2021.

“Utamanya penyekatan di exit tol Madyopuro Kota Malang. Personil dari polisi dan TNI akan turun. Kami libatkan Dinkes juga untuk tes swab antigen di pospam,” akhirnya.

Sebelumnya Kabarmalang.com memberitakan bahwa Menteri Perhubungan RI melarang mudik lokal saat masa peniadaan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Ramadhan Nasution membenarkan. Dalam masa larangan mudik tersebut, peniadaan mudik lokal juga berlaku di wilayah Malang Raya.

Ramadhan mengatakan hal tersebut usai mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Perhubungan  RI di NCC Balai Kota Malang, Senin (3/5) siang.

“Tidak ada mudik, intinya tidak ada mudik. Tidak ada mudik lokal dan mudik interlokal,” terangnya.

Kabar Lainnya : Menhub Tiadakan Mudik Lokal, Malang Raya Masuk Zona Larangan.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar juga mengamini sikap kompak Pemkot dan Pemkab. Dia menegaskan mobilitas warga di internal Malang Raya tetap boleh pada masa larangan mudik lebaran tahun 2021.

Sehingga warga Kabupaten Malang, Kota Malang maupun Kota Batu tetap bebas melakukan perjalanan mengunjungi antar wilayah seputar Malang Raya.

Hendri menilai banyak warga Kabupaten Malang melakukan mobilitas di Kota Malang karena kepentingan pekerjaan begitu juga sebaliknya.

“Karena orang yang bekerja di Kota Malang itu sebagian besar tinggal di Kabupaten Malang,” ujar Hendri, Selasa (4/5).

Foto : Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. (Foto : Imron Haqiqi)

Atas dasar itu, pihak kepolisian​ ​ memaklumi mobilitas warga yang berkepentingan mencari nafkah di lingkungan Malang Raya.

“Memang benar kita melakukan penyekatan, tetapi kan orang yang bekerja itu tetap harus kerja. Jadi, aglomerasi ini tujuannya untuk itu (aktivitas di rayon Malang), gak mungkin lah (aglomerasi tidak dijalankan),” ungkap Kapolres kelahiran Solok Sumatera Barat itu.

Hendri menegaskan kepemilikan tes PCR negatif tidak berlaku bagi​ warga di luar Rayon Malang yang ingin masuk ke Kabupaten Malang.

Analoginya, jika ada warga berasal dari Jakarta atau daerah apapun yang bukan wilayah Rayon Malang, tidak diperkenankan memasuki Kabupaten Malang. Meskipun, dia membawa hasil tes PCR negatif.

“Meskipun KTP dia Kabupaten Malang dan dia bekerja di Jakarta, tetap gak boleh. Karena yang jadi patokan bukan PCR,” sambungnya.

Kabar Lainnya : Walikota Malang Akan Beri Sanksi ASN Yang Mudik.

Bahkan PMI (pekerja migran Indonesia) yang masuk melalui Surabaya yang mau ke Kabupaten Malang saja harus isolasi selama 5 hari di safe house Kepanjen,” beber Hendri.

Kendati begitu ketat, Hendri menerangkan terdapat kondisi-kondisi yang menjadi pengecualian saat pemberlakuan penyekatan. Sepeti kepentingan perawatan medis, kerja dan kepentingan mendesak lainnya

“Sehingga yang bukan bagian dari warga aglomerasi di Malang Raya dan ingin masuk pada tanggal 6-17 Mei itu harus kami kembalikan,” ringkasnya.

“Apa lagi kalau mereka tidak memiliki surat tugas dari instansinya, dalam keadaan hamil, urgent seperti keluarganya meninggal dan hal-hal mendesak lainnya,” akhirnya. (im/fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Penyekatan Mudik Kota Malang, Petugas Ketatkan Tol Madyopuro

Diterbitkan

,

Penyekatan Mudik Kota Malang, Petugas Ketatkan Tol Madyopuro
Petugas saat berjaga di penyekatan exit tol Madypuro. (Foto : Kodim 0833 Kota Malang)

 

KABARMALANG.COM – Penyekatan mudik di Kota Malang masih terus berjalan. Sabtu (8/5), petugas kembali mengetatkan penjagaan di exit tol Madyopuro.

Penyekatan mudik di Kota Malang ini menjadi misi utama selama libur lebaran. Sehingga, sejak awal persiapan penyekatan 6 Mei, petugas sudah membangun posko Ops Ketupat Semeru.

Pengamanan terpusat di pintu gerbang exit tol Madyopuro Kecamatan Kedunglandang Kota Malang.

Serka Setris, anggota Kodim 0833 Kota Malang, membenarkan. Dia bersama para pasukan pengamanan gabungan, sudah berjaga di lokasi penyekatan sejak pagi.

“Kami memantau dengan sif pagi sampai malam. Kemudian malam sampai pagi berganti sif lagi,” ujar Serka Setris, Sabtu pagi (8/5).

Penyekatan tersebut melibatkan sejumlah anggota TNI-Polri, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Yaitu, Serka Setris, Sertu Gatot Muriyanto dan Serda Irianto dari jajaran TNI. Kemudian, 5 orang polisi dengan perwira Ipda Cahyo Nugroho.

Selanjutnya, dua ASN Dinas Kesehatan Kota Malang dengan pimpinan tim Erni. Kemudian, dua anggota BPBD dengan ketua tim Arifin juga ikut dalam penyekatan.

Setelah itu, dua anggota Dinas Perhubungan, ketua tim Sutiono. Serta, 5 orang anggota Satpol PP, ketua tim Rupita.

Serka Setris berharap masyarakat mematuhi penyekatan larangan mudik. Karena, kasus covid-19 masih mengancam dunia, termasuk Indonesia dan Kota Malang.

Bahkan, varian covid-19 yang menghancurkan India sekarang mulai masuk di Indonesia. Sehingga, Serka Setris berharap segala protokol dapat memberi panduan masyarakat.

Supaya, masyarakat terhindar dari paparan covid-19 maupun variannya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Antisipasi Truk Isi Pemudik, Petugas Geledah Boks Angkutan Di Malang

Diterbitkan

,

Antisipasi Truk Isi Pemudik, Petugas Geledah Boks Angkutan Di Malang
Petugas gabungan saat memeriksa isi kendaraan yang melintas di pos penyekatan exit tol madyopuro (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Petugas gabungan siap antisipasi adanya kendaraan atau truk isi pemudik ilegal saat melintas di pos penyekatan exit tol Madyopuro Kota Malang.

Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Yoppy Anggi Krisna membenarkan. Dia akan antisipasi dan ekstra siaga memeriksa isi truk yang berisi pemudik.

“Kita (polisi) akan periksa KTP yang ada di dalam kendaraan tersebut, maupun mobil box yang sudah termodifikasi,” tegas Krisna, sapaan akrabnya, Jumat (7/5).

Krisna juga mengatakan akan melakukan penindakan jika ada temuan kendaraan yang sengaja termodifikasi untuk membawa pemudik ilegal.

“Penindakannya berupa kita arahkan kendaraan tersebut untuk putar balik, tidak boleh masuk ke arah Kota Malang,” bebernya.

Karena, pemerintah pusat telah melarang aktivitas mudik lebaran pada tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Bagi yang ingin melakukan perjalanan pada masa itu, harus memenuhi sejumlah syarat seperti surat kesehatan dan surat kerja.

Kabar Lainnya : Perhatikan, Ini 20 Titik Penyekatan Malang Raya Yang Berlaku Besok.

AKP Suwarno, Kanit Turjawali Polresta Malang sepakat. Dalam dua hari masa larangan mudik ini belum ada temuan kendaraan yang membawa pemudik ilegal.

“Sementara belum ada, mudah-mudahan tidak ada. Namun kami tetap waspada, baik kendaraan truk maupun  pribadi terus kami antisipasi adanya pemudik ilegal,” terangnya.

“Tahun lalu ada yang modus mudik pakai truk yang tertutup terpal, itu jadi antisipasi kami. Kita pelajari termasuk boks-boks kendaraan akan kita buka,” sambungnya.

Suwarno menambahkan sejak ada penyekatan di exit tol madyopuro. Volume jumlah kendaraan yang melintas di tol tersebut mengalami penurunan daripada saat sebelum larangan mudik.

Ia mengibaratkan situasi penyekatan kendaraan di Malang Raya seperti telur ceplok. Kabupaten Malang adalah putih telurnya, sedangkan Kota Malang adalah kuning telur, karena di tengah.

“Penyangganya adalah kabupaten, sementara kita ada di kota. Kita memantau, mungkin masih ada kendaraan yang lolos di Kabupaten, akan kita penyekatan dan pengimbangan di pos Madyopuro,” akhirnya.

Sejumlah petugas gabungan mengamankan pos penyekatan exit tol Madyopuro. Mulai dari Polisi Militer, Koramil, Polresta Malang Kota, Dishub, Dinkes dan BPBD. Pengamanan terbagi dalam tiga shift.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Operasi Yustisi Akhir Pekan Sasar Jalan Raya Bandulan Malang

Diterbitkan

,

Operasi Yustisi Akhir Pekan Sasar Jalan Raya Bandulan Malang
Petugas gabungan di Jalan Raya Bandulan saat memasangkan masker kepada pengendara. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Operasi yustisi jelang akhir pekan terakhir sebelum lebaran menyasar Jalan Raya Bandulan.

Tim gabungan dari Polsek dan Koramil Sukun bersama Kelurahan Bandulan, menyasar kawasan RT 02 RW 02 Bandulan.

Babinsa Bandulan Pelda Nur Achwan dan Sertu Ludi membenarkan. Operasi yustisi jelang akhir pekan ini semakin intensif menuju lebaran.

“Operasi ini dalam rangka penegakan PPKM mikro di Kota Malang. Ini sejalan juga dengan larangan mudik dan penegakan prokes,” ujar Nur Achwan, Jumat (7/5) pagi tadi.

Kabar Lainnya : Perhatikan, Ini 20 Titik Penyekatan Malang Raya Yang Berlaku Besok.

Tim gabungan menggelar operasi mulai pukul 09.00 WIB. Semua anggota operasi berjaga di depan kantor kelurahan Bandulan Jalan Raya Bandulan.

Ada 15 orang yang menjadi anggota operasi yustisi ini. Yakni, Lurah Bandulan Dian Sonyalia Catturina, Anggota Polsek Sukun, Bhabinkamtibmas Bripka Guruh.

Kemudian, Anggota Bakesbangpol, Jarnoko, dua staf kecamatan dan 4 staf kelurahan. Operasi yustisi berlangsung dengan menghentikan kendaraan.

Terutama, warga masyarakat yang tidak mengenakan masker. Di sana, anggota operasi menegur pengendara.

Setelah itu, kelurahan dan kecamatan membagikan masker gratis bagi masyarakat yang tidak memakai masker.

Harapannya, operasi ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Kemudian, operasi tersebut juga menjadi pendorong penurunan kasus covid-19 di Kota Malang.

Apa lagi,berbagai kasus baru varian covid mulai muncul di Indonesia. Dengan mengingatkan tentang pentingnya prokes, tim operasi berharap warga semakin waspada.

“Mari sama-sama berusaha menjaga diri dan keluarga, serta orang-orang yang kita cintai. Ini bukan tentang diri kita saja, tetapi juga keluarga, teman dan kolega di sekitar kita,” akhirnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com