Connect with us

Pemerintahan

Pemkab Malang Ajak Investor Angkat Pantai Modangan

Diterbitkan

||

foto - Dokumen Pemkab Malang

Kabarmalangcom Pemkab Malang menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan wisata bahari. Baru-baru ini, Plt Bupati Malang Sanusi bertandang ke Pantai Modangan berada di wilayah Donomulyo, Kabupaten Malang. Disana, Sanusi juga mengajak para investor, untuk mendukung pengembangan destinas wisata.

Sanusi ingin Pantai Modangan ini lebih dikenal lagi, tidak hanya di Indonesia, bahkan mendunia. Dengan mengajak semua unsur mulai dari pebisnis, kontraktor, akademisi, investor, hingga media massa.

“Modangan ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia, tempat paralayang yang mendaratnya di pantai, dan juga satu-satunya yang bisa di gunakan di malam hari atau yang biasa di sebut paralayang moon. Maka dari itu, jika semua pihak ikut berpartisipasi maka bukan tidak mungkin tempat ini menjadi destinasi yang berskala nasional,bahkan internasional,” ujar Sanusi seperti dikutip dari situs Pemkab Malang, Senin (2/9/2019).

Ia mengatakan bahwa di Pantai Modangan ini memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk diangkat. Pantai dengan Bukit Waung sudah pernah menjadi penyelenggara kejuaraan paralayang tingkat nasional. Dia mengaku, Pemkab akan segera merumuskan langkah-langkah, untuk pengembangan Pantai Modangan ini.

“Harapannya dengan semakin terkenalnya Pantai Modangan dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi pada masyarakat,” kata Sanusi.

Perlu diketahui di Pantai Modangan terdapat perbukitan yang dijadikan tempat paralayang, sehingga para wisatawan bisa menikmati keindahan pesisir laut dari udara.

Hingga saat ini, sudah banyak atlet yang menjajal tebang dari lokasi itu, bahkan, sudah ada empat atlet kelas internasional yang sudah menjajal venue. Pantai Modangan akan jadi venue untuk kejuaraan paralayang, yang menjadi bagian rangkaian acara Malang Beach Festival 2019.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr Masykuri, yang juga ikut dalam dialog tersebut menyampai beberapa grand design pengembangan wisata di Kabupaten Malang.

“Ada empat point yang harus dijadikan kajian Pemkab Malang sebelum mengenalkan pantai modangan ke investor, diantaranya membuat landscape, membenahi sosiologi masyarakat, mengenalkan budaya masyarakatnya, dan mengenalkan kuliner khas yang ada,” ujarnya terpisah.

Dalam kunjungan itu, Sanusi turut mengajak Wakil Sekjen DPP Real Estate Indonesia (REI) Tri Wedianto, Wakil Rektor II Unisma H Noor Shodiq, Komandan Satrad 221 Ngliyep Mayor Lek Kurniawan P Yudhono, Founder Malang Tahes Community Yusron. Hadir juga beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang ikut mendampingi Plt. Bupati Malang.

 

 

Reporter : Rajendra Sulaiman

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Netralitas ASN Jadi Sorotan Dalam Pilkada, Sekda Gelar Rakor Tiga Pilar

Diterbitkan

||

Oleh

Sekda Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. (Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sekretaris Daerah (Sekda), Wahyu Hidayat bertekad untuk menjaga netralitas ASN Kabupaten Malang ditengah semakin memanasnya situasi Pilkada Kabupaten Malang Desember mendatang.

Untuk memastikan tekadnya itu, pihaknya (Wahyu Hidayat), selaku penanggung jawab ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang akan menggelar rapat koordinasi dengan Tiga Pilar, yakni dengan Inspektorat dan Bawaslu Kabupaten Malang.

“Senin (21/09) besok, kami akan rakor bersama tiga pilar. Bagi kami netralitas ASN harga mati. Nanti saya akan gandeng Badan Pengawas pemilu (Bawaslu), dan inspektorat untuk menindak ASN yang tidak netral sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkap Wahyu saat ditemui di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (20/09/2020).

Lebih lanjut, Mantan Kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya itu berharap Bawaslu Kabupaten Malang turut berperan aktif dalam menjalankan netralitas ASN.

“Bawaslu kan punya anggota hingga ditingkat bawah, jika ada temuan segera laporkan ke saya, nanti akan kita tindak tegas,” jelasnya.

Dengan begitu, Wahyu optimis netralitas ASN di lingkungan Pemkab Malang bisa terwujud.

Ditanya terkait sanksi yang akan dikenakan jika ada oknum ASN tidak netral, Wahyu menegaskan akan berlakukan undang-undang kedisiplinan ASN sesuai PKPU nomor 6 tahun 2020.

“Sanksinya sudah jelas dalam UU kedisiplinan ASN, dan PKPU yang baru, yakni sanksi moral, sanksi hukuman disiplin ringan hingga berat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Malang 2020 yang akan di gelar pada Rabu 9 Desember mendatang, netralitas ASN di lingkungan Kabupaten Malang menjadi sorotan masyarakat.

Apalagi, satu dari tiga pasangan calon, merupakan calon petahana, yakni HM Sanusi berpasangan dengan Didik Gatot Subroto. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Masker Scuba Tidak Disarankan, Kadinkes Kabupaten Malang: Jika Terlanjur Pakailah Tiga Lapis

Diterbitkan

||

Oleh

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo

 

KABARMALANG.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo menyarankan masyarakat tidak hanya membiasakan menggunakan masker, tapi juga memperhatikan jarak antar satu sama lain.

“Pakai masker saja tidak cukup. Itu hanya mencegah penularan corona 40 persen saja,” ungkap Arbani ketika dikonfirmasi, Sabtu (19/09/2020).

Terlebih, penggunaan masker jenis Scuba yang kini justru tengah populer di masyarakat. Karena selain harga yang​ relatif lebih murah, bisa dicuci kembali​, sekaligus tekstur kainnya yang lembut kerap menjadi alasan masker tersebut begitu laris.

Namun, tidak dinyana masker jenis itu justru tidak direkomendasikan. Kecuali, jika dilapisi hingga tiga bagian.

“Alasannya, masker Scuba pori-pori kainnya lebih lebar sekaligus cenderung lebih tipis,” tutur Arbani.

Untuk itu, Arbani lebih menyarankan masyarakat memakai masker medis atau masker kain tiga lapis.

“Bila terlanjur​ sudah punya scuba, ya pakailah 3 lapis​ masker,” sarannya.

Selain itu, cara yang lebih efektif untuk mencegah penularan Covid-19 harus dibarengi dengan penerapan physical distancing, alias jaga jarak dan tak berkerumun.

Pria yang mengawali karir sebagai dokter​ gigi ini, sebenarnya melarang kebiasaan makan bersama di kantor atau diwarung.

“Saran saya, kalau makan dikantor atau diwarung lebih baik dibungkus dan dibawa pulang. Karena kalau dimakan ditempat itu justru itulah yang rawan penularan Covid-19,” ucap Arbani.​ (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Gubernur Khofifah Serahkan Ventilator untuk 11 RS Rujukan Covid-19

Diterbitkan

||

Oleh

Gubernur Khofifah menyerahkan secara simbolis alat ventilator kepada RS rujukan Covid-19

 

KABARAMALANG.COM – Masih dalam rangkaian kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Kota Malang. Kali ini Khofifah mengadakan agenda penyerahan bantuan, yakni alat ventilator untuk 11 rumah sakit rujukan Covid-19 di area Malang Raya, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar.

Pemberian masker untuk Tagana, TKSK, dan Korkab PKH. Lalu Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, BKK Bumdes, dan BKK Jatim PUSPA. Hingga penyerahan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Dalam agenda yang berlangsung di Gedung BPSDM itu, Khofifah mengatakan bahwa setelah penyerahan ventilator, seluruh penerima ventilator, akan ditraining secara virtual oleh tim dari tim US AID.

“Saya ingin sampaikan, bahwa proses ini, karena ini ke enam, SOPnya sama. Kalau ventilator kan untuk kuratif, tetapi preventif harus di depan. Maka sekarang praktisnya ini relawan pilar-pilar sosial, ada TAGANA, ada TKSK, ini relawan sosial yang kita punya, antara lain mereka,” kata Khofifah, Sabtu (19/09/2020).

Kemudian, lanjut Khofifah, ada pendamping PKH, yang mendampingi para keluarga penerima manfaatnya. Ada juga pendamping desa, yang akan mendampingi masyarakat desa yang menerima BLT.

“Ini akan menjadi penyeiring, kuratifnya ditingkatkan, tapi preventifnya juga tetap diperluas. Seperti tadi, bersama Pangdam dan Kapolda, kita gowes bareng di Malang ini, sambil bagi-bagi masker. Harapannya adalah, ada kuratif, ada promotof preventif, tetapi tetap ada proses edukasi yang tetap jalan,” ungkap Khofifah. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com