Connect with us

Pemerintahan

Pemkab Malang Maksimalkan Infrastruktur Menuju Bromo Tengger Semeru

Diterbitkan

||

foto - dokumen Humas dan Protokol Pemkab Malang

Kabarmalang.com – Panorama alam Jemplang berada di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, sungguh memikat Plt Bupati Malang Sanusi yang datang bersama rombongan dari Maize Research Institute Shandong Academy of Agricultural Science (MRI-SAAS).

Jemplang sendiri merupakan titik, persimpangan antara jalan menuju wisata Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Pak Sanusi, sapaan akrab Bupati tampak sangat menikmati keindahan alam di sekitar lokasi. Diantaranya, adalah suguhan view savana yang menjadi pintu masuk para wisatawan saat hendak ke Gunung Bromo.

Savana ini begitu terkenal dengan nama savana atau bukit Teletubis layaknya savana di sebuah film anak-anak yang begitu dikelilingi tumbuhan yang menghijau. Beliau juga sangat menikmati indahnya view di sekitar Jemplang sembari beberapa kali berswa-foto dan melihat lalu lalang aktifitas sejumlah unit jeep melintas antar wisatawan yang start dari rest area Gubug Klakah Poncokusumo.

“Jemplang ini salah satu jalan alternatif sebagai pintu masuk ke kawasan BTS (Bromo Tengger Semeru, red). Pintu masuk yang terbaik bagi wisatawan dengan didukung kondisi jalan yang bagus dan viewnya juga bagus. Para wisatawan yang ingin berkunjung ke Bromo dan Semeru layak sekali untuk bisa melewati pintu ini dari arah Tumpang dan Poncokusumo,” terang Pak Sanusi seperti dikutip dari laman resmi Pemkab Malang (malangkab.go.id).

Pria ramah ini datang ke Jemplang untuk turut mengantarkan rombongan tamu dari Maize Research Institute Shandong Academy of Agricultural Science (MRI-SAAS). Mereka yang datang untuk kunjungan balasan buah kerjasama dengan Pemkab Malang demi kepentingan riset dan pengembangan pertanian di Kabupaten Malang.
Pak Sanusi datang didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara berharap, aktifitas wisatawan yang hendak ke Bromo dan Semeru melalui pintu Jemplang semakin bergeliat.

“Pemkab Malang makanya akan terus memperbaiki lagi sarana dan fasilitas untuk wisatawan Bromo Semeru yang datang melalui pintu masuk Tumpang dan Poncokusumo. Jalannya juga sudah bagus dengan kualitas aspal hotmix. Kami juga akan terus promosikan potensi wisata dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini,” terang Sanusi.

Selain itu, dia juga terus berharap Pemerintah Pusat segera menaikkan level Bandara Abdurahman Saleh Kecamatan Pakis sebagai bandara internasional.

 

 

Reporter : Rajendra Sulaiman

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Nahkoda DPRD Kabupaten Malang Sementara Waktu Pindah ke NasDem

Diterbitkan

||

Oleh

Penandatangan surat pernyataan kesanggupan Sodikul Amin menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang sementara (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Malang sejak hari ini, Rabu (23/09/2020) di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang.

Hal itu, seiring keputusan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang yang menetapkan Didik Gatot Subroto sebagai salah satu Calon Wakil Bupati Malang berpasangan dengan HM Sanusi sebagai Calon Bupati Malang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember mendatang.

Pengunduran diri Didik tersebut sebagaimana aturan yang termuat dalam Undang-Undang (UU) No. 10 tahun 2016 perubahan kedua UU No. 1 tahun 2015 tentang penetapan Perppu No. 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Di Dalam Undang-undang disebutkan bahwa calon pemimpin daerah harus memiliki persyaratan yang menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota DPR, DPD dan DPRD sejak ditetapkan sebagai calon peserta pemilihan.

Lantas, untuk mengisi kekosongan kursi jabatan Ketua DPRD Kabupaten Malang, para anggota legislatif Kabupaten setempat akhirnya memilih Wakil Ketua DPRD dari fraksi NasDem, Sodikul Amin untuk memimpin sementara (Plt, red) sebelum adanya proses Pergantian Antar Waktu (PAW).

Dalam sambutannya, Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan apresiasi atas kinerja Didik Gatot Subroto yang selama ini telah bekerja keras untuk selalu mengawal program-pogram Kabupaten Malang.

“Tapi karena pihaknya mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Malang maka harus mengundurkan diri, sesuai dengan peraturan KPU nomor 1 tahun 2020 tentang perubahan ketiga peraturan KPU nomor 3 tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota bahwa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah harus menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota DPRD,” tegasnya.

Untuk diketahui, majunya Pilkada Kabupaten Malang 2020 sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Malang mendampingi Calon Bupati (Cabup) HM Sanusi itu diusung oleh enam partai, yakni PDI Perjuangan, PPP, NasDem, Demokrat, Gerindra, dan Golkar.

Selain HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto, ada dua calon lagi yang akan juga turut berkompetisi dalam Pilkada Kabupaten Malang tersebut, yakni Latifah Shohib dan Didik Budi Muljono yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Hanura, dan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang jalur perseorangan, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko.

Besok, Kamis (23/09/2020) ketiga calon tersebut akan mengambil nomor urut ke KPU Kabupaten Malang. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Mal Pelayanan Publik adalah Reformasi Kelembagaan

Diterbitkan

||

Oleh

Jeffrey Erlan Muller, Asisten Deputi bidang Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II Kementerian PANRB

 

KABARMALANG.COM – Wacana pembangunan Mal Pelayanan Publik Kota Malang menjadi salah satu topik pembahasan dalam agenda Webinar Pelayanan Terpadu Satu Pintu Berbasis Elektronik Untuk Menuju Pelayanan Prima.

Mal itu nantinya dianggap sebagai reformasi kelembagaan. Seperti yang diutarakan oleh Asisten Deputi bidang Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II Kementerian PANRB, Jeffrey Erlan Muller.

“Mal Pelayanan Publik adalah reformasi kelembagaan. Baik dari sisi organisasinya, bisnis prosesnya, dan sumber daya manusianya. Kita ingin menyatukan berbagai layanan,” ujar Jeffrey, di Balaikota Malang, Rabu (23/09/2020).

Menurut Jeffrey, pelayanan yang disatukan mulai dari pemerintah daerah hingga pusat. Juga BUMN, Swasta, hingga UMKM.

“Kalau kita bayangkan, seperti datang ke sebuah departement store. Semua layanan ada, terutama layanan perizinan,” tambahnya.

Jeffrey juga mengatakan, layanannya bisa diintegrasikan dalam hal-hal yang sama, sehingga persyaratan-persyaratan bisa jadi simpel.

“Jadi syarat yang tidak perlu, tidak usah diminta. Semakin diperingkas, satu langkah,” imbuhnya.

Jeffrey juga menambahkan bahwa wacana ini mencontoh beberapa negara lain. “Investasi di sana hanya perlu satu jam saja. Ngurus izin hanya 12 menit, itu paling lama, karena pengacaranya sudah ada, notarisnya juga sudah ada,” ucapnya.

Menurutnya, proses administrasi di negara lain bisa secepat itu, karena semua sudah terintegrasi. Basisnya dari nomor induk kependudukan. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Protokol Kesehatan Di Industri, Bupati Malang: Mayoritas Sudah Menerapkan

Diterbitkan

||

Oleh

Bupati Malang saat berkunjung ke PR Sayap Mas, Kecamatan Gondanglegi (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Bupati Malang, HM Sanusi kembali meninjau penerapan protokol kesehatan industri. Kali ini di Pabrik Rokok (PR) Sayap Mas, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Tidak hanya di situ, HM Sanusi mengaku sudah kerap meninjau sejumlah penerapan protokol kesehatan di kawasan industri Kabupaten Malang. Menurut Sanusi mayoritas kawasan industri tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan secara ideal.

“Mayoritas sudah menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, jaga jarak dan menyediakan tempat cuci tangan,” tuturnya usai mengunjungi pabrik Sayap Mas, Rabu (23/09/2020).

Begitupun di Sayap Mas, berdasarkan pantauan Kabarmalang.com tampak seluruh karyawan yang berjumlah sekitar 500 karyawan mengunakan masker dan jaga jarak satu sama lain. Bahkan, Sanusi juga memberi sumbangan masker sebanyak 300 kepada pabrik Sayap Mas.

“Ya, di sini Alhamdulillah sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai undang-undang pemerintah,” tuturnya.

Selanjutnya kita (Pemkab Malang) akan terus meninjau penerapan protokol kesehatan di masyarakat Kabupaten Malang.

“Jika ada yang melanggar kesehatan tentunya ada sanksi sebagaimana diamanatkan undang-undang,” tutupnya. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com