Connect with us

Hukrim

Pengeroyokan Terhadap Anggota TNI di Pakis Malang Berakhir Damai

Published

on

Pengeroyokan Terhadap Anggota TNI di Pakis Malang Berakhir Damai
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Insiden pengeroyokan terhadap anggota TNI, Kopda SP, personel kesatuan tentara di Malang, berakhir damai.

Sebelum ini, Kopda SP harus bertarung dengan 9 orang mabuk berat di kawasan Jalan Melati 1, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Rabu (21/4) lalu.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar membenarkan. Jajaran Polres Malang sempat memeriksa para pelaku pada Kamis (22/4) kemarin.

Kabar Lainnya : Wanita Muda Meninggal Tertutup Tikar Di Malang, Diduga Dibunuh.

Namun, di bulan Ramadan ini Kopda SP memilih untuk memaafkan para pelaku. Sehingga, dia tidak memperpanjang urusan yang sejatinya merugikannya.

“Tetapi akhirnya pihak korban memaafkan, menerima dan mencabut laporannya,” ungkapnya Jumat (23/4).

Kabar Lainnya : Kasus Dugaan Pembunuhan Wanita Muda, Polres Malang Periksa 3 Saksi.

Kabarmalang.com telah memberitakan kisah awal pengeroyokan terhadap anggota TNI di Malang ini.

Mulanya percekcokan terjadi saat Kopda SP sedang mengantarkan istrinya mengirim telur ke pengepul di Dusun Nusantoro, Desa Ampeldento, Kecamatan Pakis.

Kopda SP mengendarai kendaraan Avanza warna silver Rabu (21/4) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Setelah mengantarkan telur, sekitar pukul 22.00 WIB, Kopda SP berkendara dari arah timur ke barat.

Begitu melintasi Jalan Melati 1 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis salah satu terduga pelaku pengeroyokan berinisial D sedang mengobrol dengan perempuan.

Hanya saja, D dengan perempuan itu berjalan agak ke tengah sehingga menghalangi jalan kendaraan Kopda SP.

Bukannya minggir ketika ada mobil lewat, D malah memukul spion mobil Avanza sisi kiri milik Kopda SP.

Dari situ, terjadi adu mulut antara D dan Kopda Suprapto. Namun, D dalam pengaruh minuman keras.

Sudah cari gara-gara, dia memperkeruh suasana dengan memanggil teman-temannya. Sehingga Kopda SP harus bertarung dengan banyak orang sekaligus.(im/yds)

Advertisement

Terpopuler