Connect with us

Pemerintahan

Disnaker Beri Keahlian Pijat Refleksi Untuk Puluhan Tuna Netra

Diterbitkan

,

Disnaker Beri Keahlian Pijat Refleksi Untuk Puluhan Tuna Netra
Pelatihan pijat refleksi untuk tuna netra Pertuni oleh Disnaker Kabupaten Malang menggandeng stakeholder. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang beri keahlian pijat refleksi untuk para penyandang tuna netra.

Puluhan tuna netra ini tergabung dalam DPC Pertuni Kabupaten Malang. Disnaker beri keahlian pijat refleksi dengan mendatangkan trainer.

Dinas Tenaga Kerja menggandeng pabrik rokok Trubus Alami untuk memberikan pelatihan memijat refleksi dengan peserta 30 orang.

Total, hingga saat ini sebanyak 55 orang mendapatkan pelatihan memijat refleksi. Kegiatan akan terlaksana hingga Minggu (25/4) mendatang.

Sebelum ini, 25 orang mendapat pelatihan dengan pendanaan dari stakeholder Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo membenarkan. Kegiatan pelatihan bagi tuna netra ini bukan merupakan program kerja Dinas Tenaga Kerja.

Tetapi, ini merupakan bentuk inovasi Dinas Tenaga Kerja dengan memanfaatkan stakeholder.

“Bukan program kerja Dinas Tenaga Kerja sebetulnya. Hanya saja kami mencoba mengetuk hati nurani para stakeholder. Alhamdullillah ada yang berkenan membantu. Ini bukan masuk CSR ya,” kata Yoyok, Jumat (23/4).

Yoyok berharap dengan pemberian pelatihan pijat refleksi bagi para penyandang tuna netra dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Karena, Dinas Tenaga Kerja berharap para tuna netra mendapat peningkatan keterampilan yang arahnya nanti menjadi wirausaha mandiri.

Yoyok menyebut saat ini sudah ada 14 perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas. Minimal tiap perusahaan mempekerjakan tiga orang.

“Paling banyak di pabrik rokok Cakra Guna Cipta. Mereka mempekerjakan sekitar 24 difabel. Ada yang bisu tuli dan daksa,” katanya.

Selanjutnya, Dinas Tenaga Kerja meminta kepada DPC Pertuni Kabupaten Malang untuk membuat proposal untuk penyelenggaraan pelatihan serupa ke MS Glow.

“Waktu prolog dengan pimpinannya, mereka mengapresiasi. Kita sama-sama berdoa agar perusahaan lain juga tergerak hatinya untuk membantu,” kata Yoyok.

Kabar Lainnya : Satpol PP Tutup Empat Panti Pijat ‘Nakal’.

Sementara itu, Sekretaris DPC Pertuni Kabupaten Malang, Imam Syafi’i bersama Ketua DPC Pertuni Kabupaten Malang, Sri Hartono, mengapresiasi Dinas Tenaga Kerja.

Dia menjelaskan para peserta pelatihan ini sudah memiliki bekal memijat sebelumnya. Hanya saja, sebelum ini mereka memiliki kemampuan pijat kebugaran, bukan pijat refleksi.

“Jadi mayoritas peserta pelatihan ini sudah memiliki kemampuan memijat kebugaran. Kalau pijat refleksi kan beda karena untuk pengobatan,” kata Imam.

Imam mengakui, pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja membawa manfaat bagi para anggota Pertuni. Terutama karena peningkatan skill.

“Kalau biasanya melayani pasien yang hanya pegal-pegal saja. Nah kalau sekarang anggota juga bisa melayani yang bermasalah dengan kesehatannya,” ucapnya.

Sementara itu, Hartono mengatakan, pelatihan untuk Pertuni akan tergelar sekali lagi. Sehingga semua anggota akan mendapatkan pelatihan.

“Total anggota kami 100 orang. Harapannya semua anggota dapat mengikuti pelatihan. Untuk saat ini pesertanya adalah para anggota Pertuni yang tersebar di Kabupaten Malang,” ringkasnya.

General Affair Pabrik Rokok Trubus Alami, Tatok Suprapto juga mengapresiasi Dinas Tenaga Kerja. Selama ini dia hanya membantu kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan keagamaan.

Namun untuk peningkatan skill apalagi melibatkan skala besar dengan peserta se-Kabupaten Malang, baru kali ini mereka alami.

“Pelatihan memijat bagi Pertuni tidak ada hubungannya dengan industri rokok. Namun kami juga ingin mendukung Dinas Tenaga Kerja untuk meningkatkan skill difabel,” tambahnya.

“Sehingga, mereka lebih mudah dalam mencari tambahan penghasilan. dukungan ini semata-mata karena bentuk empati dari owner kami,” akhirnya.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

PT KAI Bantu Pemkab Kelola Lahan Bekas Lokalisasi Girun

Diterbitkan

,

PT KAI Bantu Pemkab Kelola Lahan Bekas Lokalisasi Girun
Personel gabungan saat melakukan penggusuran rumah bekas lokalisasi Girun, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang tengah memikirkan pengelolaan lahan bekas perumahan lokalisasi Girun, Kecamatan Gondanglegi.

Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Suwadji membenarkan. Dia sedang berkoordinasi dengan PT KAI serta Pemerintah Desa setempat untuk mengelola lahan tersebut.

“Kalau secara administrasi, lahan itu milik PT KAI. Oleh karena itu untuk pengelolaan perlu kita koordinasikan,” ungkapnya, Sabtu (8/5).

Suwadji mengaku siap mendorong jika suatu saat PT KAI berkehendak untuk memanfaatkan bekas lahan Girun itu.

Sementara itu, Deputi Vice Presiden PT.KAI Daop 8 Surabaya, Maryanto berkomentar senada dengan Suwadji.

Dia menilai bahwa lahan bekas lokalisasi Girun itu patut mendapatkan pengelolaan yang lebih baik.

Hanya saja, pengelolaan untuk komoditas apa, Maryanto mempersilahkan Pemerintah Kabupaten Malang untuk mencari solusi yang bagus.

“Kami tinggal menunggu Pemerintah Daerah, mau memanfaatkannya untuk apa, kami siap bantu. Karena kan yang tahu kebutuhan masyarakat kan Pemerintah Daerah,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Maryanto, misalnya saja Pemerintah Kabupaten Malang menginginkan adanya usaha di kawasan tersebut.

Dia mengaku siap untuk mengkoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan.

“Yang penting, kita harus menyadari bersama bahwa secara administrasi lahan itu tetap milik PT KAI,” akhirnya.

Sebelum ini, PT KAI dan Pemkab Malang membongkar bangunan-bangunan tempat praktik prostitusi di eks lokalisasi Girun.

Para penghuninya sudah mengosongkan area itu setelah mendapat sosialisasi dari PT KAI. Sehingga, pembongkaran Sabtu pagi tadi (8/5), berjalan lancar.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

PWI Malang Raya Support Petugas Penyekatan Mudik Di Malang

Diterbitkan

,

PWI Malang Raya Support Petugas Penyekatan Mudik Di Malang
Ketua PWI Malang Raya, Cahyono saat menyerahka minuman energi bagi petugas untuk berbuka puasa di pos penyekatan. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pengurus PWI Malang raya sangat support semangat dan kerja tim gabungan TNI Polri dan Jajaran Pemkot Malang dalam penyekatan mudik.

Mereka tak pernah kendur untuk menegakkan aturan pendisiplinan dalam rangkang pencegahan penularan covid- 19.

Saat ini, para petugas dari Kodim, Polresta dan Pemkot memantau larangan mudik di titik-titik perbatasan masuk dan keluar Kota Malang.

Untuk mendukung tugas ini, pengurus PWI Malang Raya peduli memberikan support. Yaitu berupa makanan dan minuman kepada petugas di posko Ops Ketupat Semeru.

“Kami PWI Malang Raya merasa ikut merasakan perjuangan petugas tim gabungan yang bekerja siang malam. Para petugas ini jam kerjanya sama seperti wartawan. Yang membedakan hanyalah profesi,” ujar Cahyono Ketua PWI Malang Raya, Sabtu (8/5).

Menurut Cahyono, meski berbeda profesi, perjuangannya sama, yaitu bagi kemaslahatan masyarakat. Sehingga, PWI ingin mendukung kinerja para petugas.

“Perjuangannya sama. Kami bekerja sesuai kapasitas dan tugas jurnalis juga untuk kepentingan informasi bagi masyarakat umum. Begitu juga para petugas yang menegakkan prokes dan penyekatan,” terangnya.

“Kami bagikan minuman pengganti energi yang terkuras seharian ke beberapa titik pos pantau di Malang Raya,” terang Cahyono.

Sementara itu, selain exit tol Madyopuro, petugas juga melakukan penyisiran di tengah kota dan keramaian.

Misalnya, pos pengamanan operasi Ketupat Semeru di Jalan Sukarno Hatta.

Sabtu (8/5), sejumlah petugas sudah standby di sana untuk memastikan larangan mudik terlaksana.

Ada dua anggota Kodim 0833, Pelda Nur Rohim dan Serda Roni DA di sana.

Kemudian, lima anggota polisi yang dipimpin AKP Makrup. Selanjutnya, tiga petugas kesehatan, dua petugas Dinas Perhubungan serta dua anggota BPBD.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Penyekatan Mudik Kota Malang, Petugas Ketatkan Tol Madyopuro

Diterbitkan

,

Penyekatan Mudik Kota Malang, Petugas Ketatkan Tol Madyopuro
Petugas saat berjaga di penyekatan exit tol Madypuro. (Foto : Kodim 0833 Kota Malang)

 

KABARMALANG.COM – Penyekatan mudik di Kota Malang masih terus berjalan. Sabtu (8/5), petugas kembali mengetatkan penjagaan di exit tol Madyopuro.

Penyekatan mudik di Kota Malang ini menjadi misi utama selama libur lebaran. Sehingga, sejak awal persiapan penyekatan 6 Mei, petugas sudah membangun posko Ops Ketupat Semeru.

Pengamanan terpusat di pintu gerbang exit tol Madyopuro Kecamatan Kedunglandang Kota Malang.

Serka Setris, anggota Kodim 0833 Kota Malang, membenarkan. Dia bersama para pasukan pengamanan gabungan, sudah berjaga di lokasi penyekatan sejak pagi.

“Kami memantau dengan sif pagi sampai malam. Kemudian malam sampai pagi berganti sif lagi,” ujar Serka Setris, Sabtu pagi (8/5).

Penyekatan tersebut melibatkan sejumlah anggota TNI-Polri, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Yaitu, Serka Setris, Sertu Gatot Muriyanto dan Serda Irianto dari jajaran TNI. Kemudian, 5 orang polisi dengan perwira Ipda Cahyo Nugroho.

Selanjutnya, dua ASN Dinas Kesehatan Kota Malang dengan pimpinan tim Erni. Kemudian, dua anggota BPBD dengan ketua tim Arifin juga ikut dalam penyekatan.

Setelah itu, dua anggota Dinas Perhubungan, ketua tim Sutiono. Serta, 5 orang anggota Satpol PP, ketua tim Rupita.

Serka Setris berharap masyarakat mematuhi penyekatan larangan mudik. Karena, kasus covid-19 masih mengancam dunia, termasuk Indonesia dan Kota Malang.

Bahkan, varian covid-19 yang menghancurkan India sekarang mulai masuk di Indonesia. Sehingga, Serka Setris berharap segala protokol dapat memberi panduan masyarakat.

Supaya, masyarakat terhindar dari paparan covid-19 maupun variannya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com