Connect with us

Peristiwa

Gempa Di Malang Berkekuatan 6,7 SR, Jatim Ikut Rasakan Getarannya

Diterbitkan

,

Gempa Di Malang Berkekuatan 6,7 SR, Jatim Ikut Rasakan Getarannya
Laporan BMKG via Twitter terkait gempa di Malang Raya. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMGempa di Malang Raya menggemparkan masyarakat. Sabtu siang (10/4), pukul 14.00, gempa terjadi di Malang dan sekitarnya.

Menurut laporan BMKG via Twitter, gempa ini berkekuatan 6,7 SR. “Magnitudo 6,7 SR,” kicau akun @infoBMKG via Twitter.

Sementara, lokasi gempa berada di Samudra Hindia. Tepatnya, 90 kilometer dari sisi selatan pesisir Kabupaten Malang.

Tetapi, BMKG melaporkan bahwa gempa ini non tsunami. “Tidak berpotensi tsunami,” kicau BMKG.

Kabar Lainnya : Pakar UB: Kegiatan Di Rumah Saja Kurangi Bencana Longsor.

Meski demikian, teror gempa ini membuat warga histeris. Contohnya saja, Iwan S, warga Jalan Saxofon, Tunggulwulung Lowokwaru Kota Malang.

“Saya lagi makan di lantai dua. Tiba-tiba terasa gempa. Bangunan goyang-goyang. Saya pikir sebentar. Ternyata cukup lama. Saya sampai teriak-teriak gempa,” ujarnya kepada Kabarmalang.com.

Kabar Lainnya : BMKG Siapkan Gempa Buatan Simulasi Tsunami.

Efek gempa ini ternyata tidak hanya di sekitar Malang Raya saja. Bahkan, penjuru Jawa Timur pun merasakan getaran gempa.

Contohnya, Tita, warga Surabaya Barat. “Saya lagi rebahan di kasur. Lagi masuk angin, dan kepala memang pusing. Tiba-tiba sekitar saya goncang. Saya pikir cuma karena saya pusing. Ternyata gempa,” katanya, terpisah.

Sampai saat ini, BMKG baru merilis informasi resmi terkait gempa ini via Twitter. BMKG belum memberi keterangan resmi kepada Kabarmalang.com terkait gempa tersebut.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Petugas Tutup Kafe di Sudimoro, Pengunjung Dibubarkan Akibat Langgar Prokes

Diterbitkan

,

Petugas Gabungan saat menutup dan membubarkan pengunjung kafe di kawasan Sudimoro Kota Malang (Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Petugas gabungan menutup kafe dan membubarkan para pengunjung kafe di sepanjang Jalan Sudimoro hingga Jalan Ikan Tombro Kota Malang, Sabtu (1/5) malam.

Alasan pembubaran karena para pengunjung dan pihak kafe melanggar protokol kesehatan, terutama karena berkerumun. Lalu soal penutupan karena pihak kafe masih beroperasi di atas pukul 22.00 WIB.

Sebab, dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 14 tahun 2021 menyebutkan bahwa restoran, kafe, dan rumah makan jam operasionalnya selama ramadan harus tutup pukul 22.00 WIB.

Operasi itu terdiri dari jajaran Polresta Malang Kota sebanyak 30 personil, lalu Kodim 0833 ada 10 personil,  Denpom mengirim 5 personil, serta Satpol PP Kota Malang menerjunkan 60 personil.

Antonio Viera, Kepala Seksi Operasi Satpol PP Kota Malang mengamini. Pihaknya bersama petugas lainnya sidak kafe di kawasan Sudimoro.

“Di kafe sawah itu kami cek prokes, sekaligus membubarkan pengunjung yang masih di kafe sampai di atas jam 10 malam. Di sepanjang Sudimoro, baik kanan dan kiri,” ujar Antonio kepada Kabarmalang.com, Minggu (1/5).

Operasi itu juga berdasarkan Perwal Kota Malang Nomor 30 tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakan prokes sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19.

Petugas gabungan bergerak menyisir kedai-kedai sejak pukul 21.30 WIB. Petugas hanya membubarkan pengunjung dan meminta pihak kafe untuk tutup.

“Kami tidak beri sanksi. Selanjutnya mereka (kafe) masih bisa buka. Awalnya teguran, kalau sampai tiga kali melanggar, akan kami lakukan penyegelan,” terangnya.

Anton, sapaan akrabnya, mengatakan operasi gabungan berikutnya masih akan berlangsung menyasar kafe-kafe yang tidak taat prokes dan melanggar SE Wali Kota Nomor 14 tahun 2021.

“Kami imbau mereka (pihak kafe) untuk memperhatikan SE wali kota, terutama jam operasional dan prokes bagi pengunjung,” tutupnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Rumah Dinas Wali Kota Malang Dilempar Puluhan Pesawat Kertas

Diterbitkan

,

Puluhan pesawat kertas misterius di halaman rumah dinas Wali Kota Malang (Potongan Layar)

 

KABARMALANG.COM – Rumah Dinas Wali Kota Malang, Sutiaji yang beralamat di Jalan Ijen Nomor 2 Kota Malang sempat geger pada Senin (5/4) sore.

Pasalnya, ada lemparan puluhan pesawat kertas ke halaman rumah dinas Sutiaji oleh sejumlah orang yang tidak dikenal.

Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video amatir berdurasi delapan detik yang tersebar di platform media sosial.

Dalam video itu tampak seorang petugas Satpol PP Kota Malang sedang memungut pesawat kertas di halaman rumah dinas Sutiaji.

Di luar pagar rumah dinas Sutiaji terlihat nyala flare berwarna merah yang mengeluarkan kepulan asap.

Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri membenarkan. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 5 sore.

Nadzir mengatakan dalam pesawat kertas itu bertuliskan pesan untuk selamatkan yayasan Arema.

“Disinyalir ada sekitar 10 orang yang  ingin menyampaikan aspirasi dari mereka terkait masalah yayasan Arema,” ujar Nadzir kepada wartawan, Senin (5/4).

Nadzir menuturkan bahwa puluhan orang tidak dikenal itu menyalakan flare terlebih dahulu. Kemudian baru melempar pesawat.

Dia menambahkan bahwa dari olah TKP kepolisian tidak ada kerusakan dari insiden tersebut. “Kami sarankan untuk melaporkan ke Polresta. Ini nanti di Satreskrim Polresta Malang Kota yang tangani,” tutupnya.

Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi mengamini. Pihaknya langsung melakukan pengamanan ekstra di rumah dinas Sutiaji setelah insiden tersebut.

“Pasca kejadian, kami langsung kirim satu peleton kesana. Terus rupanya situasi sudah kondusif,” tuturnya

“Sehingga saat ini kami hanya menambah satu regu atau sekitar 10 personel untuk berjaga di rumah dinas Walikota Malang,” tutupnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Anak Bunuh Bapak Kandung Di Dampit Kabupaten Malang

Diterbitkan

,

Anak Bunuh Bapak Kandung Di Dampit Kabupaten Malang
Anggota Satreskrim Polres Malang saat olah TKP pembunuhan di Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit. (Foto : Imron Haqiqi

 

KABARMALANG.COM – Anak diduga bunuh bapak kandung di Dampit Kabupaten Malang. Peristiwa terjadi Selasa (23/3) dini hari.

Korban adalah seorang petani, Tamin, 46. Dia warga Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Sementara, anak yang diduga bunuh bapak kandung bernama Adi Pratama, 26. Korban Tamim tewas bersimbah darah di rumah anaknya di desa Bumirejo Dampit.

Kabar Lainnya : Bapak di Sukun Tega Setubuhi Anak Sendiri.

Adi sendiri memang terkenal mengalami depresi selama bertahun-tahun. Dia juga telah berulang kali masuk rumah sakit jiwa.

Kepala Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Sugeng Wicaksono membenarkan adanya peristiwa ini.

Dia menceritakan, peristiwa terjadi Selasa (23/3) sekitar pukul 01.00 dini hari. Salah satu tetangga mendengar suara teriakan minta tolong dari rumah Adi tersebut.

“Namun, tetangga yang mendengar itu tidak menghiraukan. Sebab ia mengira suara teriakan Adi. Yang memang kerap berteriak setiap malam,” ungkapnya kepada wartawan di TKP, Selasa (23/3).

Kemudian, pagi harinya, saat salah satu saudaranya mengecek rumah Adi. Sebab gerbang dan pintunya terbuka.

“Setelah cek ternyata Pak Tamin sudah tewas bersimbah darah,” ringkasnya.

Dari kesaksian warga, terdapat beberapa bekas luka benda tajam. Yakni di kepala, tangan, dan kaki korban.

“Sementara, Adi sudah lari dari rumahnya,” akhirnya.

Jajaran Polres Malang tengah melakukan pengejaran terhadap Adi. Dari pantauan Kabarmalang.com di lokasi, Satreskrim juga olah TKP.

Pintu rumah Adi tertutup. Petugas pun memasang garis polisi. Di dalam rumah, terlihat petugas Inafis Polres Malang melakukan pengumpulan barang bukti.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com