Connect with us

Pemerintahan

Dandim Kota Malang Lantik Kenaikan Pangkat Prajurit dan ASN

Diterbitkan

,

Dandim Kota Malang Lantik Kenaikan Pangkat Prajurit dan ASN
Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona melantik kenaikan pangkat prajurit. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dandim Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona melantik kenaikan pangkat periode 1 April 2021.

Dia melantik 16 Prajurit dan 1 PNS TNI Kodim 0833. Pelantikan bertempat di Aula Makodim 0833 Jalan Kahuripan Kota Malang, Senin (5/4).

Kenaikan pangkat reguler dari Pelda ke Peltu sebanyak 3 orang. Serma ke Pelda sebanyak 1 orang. Serka ke Serma sebanyak 1 orang. Sertu ke Serka sebanyak 2 orang.

Kemudian, Serda ke Sertu sebanyak 3 orang. Kemudian, Kopda ke Koptu sebanyak 2 orang. Setelah itu, PNS TNI AD dari Pengatur II/c ke Pengatur Tk.I II/d 1 orang.

Sedangkan kenaikan pangkat penghargaan dari Pelda ke Peltu 2 orang, Serma ke Pelda 1 orang dan Sertu ke Serka 1 orang.

Dandim mengucapkan selamat kepada anggota yang telah naik pangkatnya satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula.

“Saya ingatkan bahwa pimpinan TNI AD memberikan kenaikan pangkat melalui proses yang sangat selektif. Pimpinan menilai secara terus-menerus terhadap kinerja setiap individu selama melaksanakan dinas,” kata Ferdian.

Penilaian tersebut tidak saja berasal dari aspek disiplin dan kemampuan kesamaptaan jasmani serta renang dasar militer yang bersangkutan.

Akan tetapi juga berasal dari aspek lain berupa nilai uji terampil perorangan dan uji terampil jabatan.

Disamping itu, secara psikis prajurit dan PNS tersebut harus memiliki kemampuan menyelesaikan tugas sesuai jabatan masing-masing secara optimal.

Oleh karena itu, hendaknya seluruh prajurit dan PNS menyadari bahwa proses kenaikan pangkat tidaklah mudah dan akan terjadi begitu saja.

Sehingga masing-masing prajurit dan PNS harus senantiasa berusaha untuk menjadi yang terbaik. Mereka juga harus melaksanakan tugasnya dengan penuh keikhlasan dan disertai rasa tanggung jawab yang besar.

“Saya sampaikan bahwa Bintara, Tamtama dan PNS yang hari ini memperoleh kenaikan pangkat, telah menunjukkan kinerja secara baik,” tandasnya.

“Pertahankan dan tingkatkan kondisi kinerja yang sudah dicapai selama ini, sehingga ke depan presatasi kinerja dan karier kalian akan semakin baik,” ringkasnya.

Dengan kenaikan pangkat ini kalian boleh bangga dan gembira. Namun harus sadar bahwa makin tinggi pangkat maka semakin besar tanggung jawab dan pengabdian prajurit dalam mengemban tugas.

Dandim juga menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada keluarga masing-masing.

“Karena kenaikan pangkat ini, juga tidak lepas dari peran istri, yang dengan setia memberikan dukungan moril dan semangat kepada kalian,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasdim 0833/Kota Malang Mayor Arm. Choirul Effendy. Kemudian, Ketua Persit KCK Cabang XL Kodim 0833 Ny. Tari Ferdian Primadhona, serta jajaran Kodim.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Pembangunan Rumah Warga Terdampak Gempa Bumi Malang Dimulai

Diterbitkan

,

Pembangunan Rumah Warga Terdampak Gempa Bumi Malang Dimulai
Warga bergotong royong memulai pembangunan rumah warga di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sejumlah warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Malang pekan lalu tampaknya sudah bisa bernafas lega.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Malang kini mulai membangun rumah para warga. Program pembangunan itu terlaksana di Dusun Sumbermanggis, Desa Jogomulyan, Sabtu (17/4) hari ini.

Sekretaris Desa Jogomulyan, Rendi Septian membenarkan. Di Desanya ada 14 rumah yang mendapatkan renovasi. Menurutnya, dana pembangunan itu bersumber dari Pemerintah Kabupaten Malang.

“Iya, mulai pembangunan dari biaya dari Pemerintah Kabupaten Malang. Hanya saja, berapa jumlah biayanya per rumah saya tidak paham,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan bahwa pembangunan rumah warga terdampak gempa bumi itu bersumber dari BTT (Belanja Tidak Terduga) Pemerintah Kabupaten Malang.

“Nilainya mancapai Rp 6,7 Miliyar dari dana BTT,” tuturnya.

Pembangunan rumah warga itu, menurut politisi PDIP itu akan terjadi secara bertahap. Untuk tahap pertama estimasinya sebanyak 14 rumah.

“Yang lain masih sedang tahap verifikasi. Tidak hanya untuk warga Kecamatan Tirtoyudo, tapi Dampit, dan Ampelgading juga,” ujarnya.

Lantas, selama masa verifikasi itu, warga terpaksa harus tinggal di tenda yang tersedia di beberapa titik Kabupaten Malang.

“Ya terpaksa harus tinggal di tenda. Makanya kami (Pemkab) Malang menyediakan tenda khusus,” pungkasnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Wajibkan Masker, Aparat Kedungkandang Tegur Pelanggar Di Lesanpuro

Diterbitkan

,

Wajibkan Masker, Aparat Kedungkandang Tegur Pelanggar Di Lesanpuro
Petugas di Lesanpuro saat memberi teguran dan mendata pelanggar prokes. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pelaksanaan operasi yustisi Kota Malang tergelar pagi tadi, Sabtu(17/4).

Operasi ini menegakkan disiplin dan penertiban prokes wajib masker di wilayah Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang.

Panit Lantas Polsek Kedungkandang Ipda Dandu Iswanto, memimpin apel persiapan operasi pukul 08.30 WIB. Sementara, pasukan gabungan terdiri dari TNI Polri dan jajaran Pemkot Malang.

Titik operasi adalah di depan kantor Kelurahan Lesanpuro kedungkandang.

Ipda Dandu Iswanto mewakili Kapolsek Kedungkandang. Kemudian, Bati Bhakti TNI Pelda Sri Purwanto mewakili Danramil.

Lurah Lesanpuro Suwandi hadir bersama SekLur Nico Dadik Prayoga. Termasuk Kasi Trantib Lesanpuro Lilik.

Babinsa Lesanpuro Serda Syamsuri, Bhabinkamtibmas Lesanpuro Aiptu Abdul Hadi dan Satpol PP Kota Malang juga standby di lokasi.

Kabar Lainnya : Sikat HP Teman, Kawanan Remaja Lesanpuro Ditangkap Polisi.

Tim gabungan menyisir pengguna jalan yang melintas di depan Kelurahan Lesanpuro Jalan Ki Ageng Gribig Kecamatan Kedungkandang.

“Kegiatan operasi gabungan ini bertujuan menegakkan disiplin dan menertibkan prokes wajib masker,” ujar Bati Bhakti TNI Pelda Sri Purwanto.

Petugas memakai sejumlah aturan untuk mendasari operasi. Misalnya Inpres No.6, perda No.2 tahun 2020, Pergub No.53 tahun 2020 dan Perwali No.30 tahun 2020.

Operasi yustisi melakukan penindakan dan pembagian masker kepada masyarakat dan pengendara roda dua dan empat.

Pukul 10.00 WIB, Operasi yustisi dan pembagian masker selesai. Total pelanggaran tidak memakai masker 15 orang dan tidak pakai helem 10 orang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Sepekan Paska Gempa, Bantuan Di Majang Tengah Dampit Belum Turun

Diterbitkan

,

Sepekan Paska Gempa, Bantuan Di Majang Tengah Dampit Belum Turun
Warga Dusun Majang Tengah Warak saat membersikan material salah satu rumah warga setempa yang ambruk akibat gempa bumi. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Bantuan pemerintah terhadap korban terdampak gempa bumi Malang pekan lalu lambat. Sebagian masyarakat menilai pemerintah lamban.

Karena, hingga saat ini, satu pekan berselang bantuan nyata dari pemerintah, baik pusat maupun daerah belum juga turun.

Sementara selama ini, bantuan seperti sembako dan logistik bangunan mayoritas dari donatur swasta.

“Belum ada bantuan, baik sembako maupun semen untuk perbaikan rumah kami,” ungkap salah satu anggota Pemuda Karang Taruna Perak, Desa Majang Tengah, Agus Sutrisno, Sabtu (17/4).

Kabar Lainnya : BMKG Siapkan Gempa Buatan Simulasi Tsunami.

Walaupun, kebutuhan makan bagi masyarakat yang berada di tenda pengungsian masih aman. Menurut Agus, kebutuhan makan warga tercukupi dari dapur umum PMI Kabupaten Malang, Kementerian Sosial.

“Lalu bagaimana dengan kebutuhan perbaikan rumah kami? Ya kita mencari donatur dari kenalan-kenalan kami,” sambungnya.

“Alhamdulillah cukup kalau untuk perbaikan rumah yang rusak ringan. Nah, untuk warga yang berada di pengungsian ini kasihan,” katanya.

Sementara itu, Sektetaris Desa Majang Tengah, Nurhayati mengatakan bahwa kebutuhan semen yang masuk ke desa memang sudah ada. Hanya saja, mayoritas bersumber dari dermawan donatur swasta.

“Ada ratusan sak semen yang sudah masuk ke kami, dari berbagai donatur, dan sudah kami distribusikan ke dusun-dusun di Desa Majang Tengah yang terdampak gempa bumi,” ujarnya.

Namun, Nurhayati membenarkan bahwa bantuan dari pemerintah secara resmi belum ada.

“Belum ada yang masuk. Kita masih melakukan pendataan,” pungkasnya.

Sebelum ini, jumlah kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Malang per 16 April 2021 mencapai 6.619 rumah.

Sebanyak 1.491 di antaranya rusak berat, 1.922 rusak ringan, dan 2.306 rusak ringan.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com