Connect with us

Pemerintahan

Perceraian Melambung Tinggi, Institusi Pernikahan Kian Rusak Di Malang

Published

on

Perceraian Melambung Tinggi, Institusi Pernikahan Kian Rusak Di Malang
Pengacara dari Kantor Hukum AS Law, Lukman Hadi Wijaya. SH. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Perceraian di Kabupaten Malang melambung tinggi. Krisis ekonomi membuat institusi pernikahan mudah rusak.

Ya, itulah yang terjadi di Kabupaten Malang. Lukman Hadi Wijaya SH dari kantor hukum AS Law membenarkan.

Dia hanya satu dari banyak pengacara yang kerap menangani kasus perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Malang.

Kabar Lainnya : Janda Baru Kabupaten Malang 5464 Jiwa.

Tetapi, masih banyak rekan-rekannya sesama advokat yang menangani perceraian. Cerita mereka pun, dijamin sama.

Semakin banyak orang berperkara membuat perceraian melambung tinggi. Dia mengatakan, sidang kasus perceraian setidaknya mencapai 50-60 perkara.

“Jika dalam sebulan 26 hari kerja, jumlah perkara perceraian mencampai 1.560 perkara,” ungkapnya, Jum’at (2/4).

Misalnya, sidang perkara sesuai keinginan pasutri yang berperkara, yakni bercerai. Maka dalam 1 bulan ada 3120 janda dan duda baru di Kabupaten Malang.

Lukman menuturkan, dari sekian perkara perceraian tersebut, 80 persen di antaranya akibat faktor ekonomi rumah tangga.

“Paling banyak, biasanya karena istri merantau ke luar negeri. Sehingga pernikahan itu renggang dan berujung perselingkuhan,” ringkasnya.

Sedangkan 20 persen lainnya akibat faktor penganiayaan. Kemudian, satu pihak meninggalkan pernikahan dan tidak bertanggungjawab.

“Atas dasar itu, pemerintah seharusnya lebih memperhatikan fenomena ini. Khususnya, pemerintah harus perbaiki ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Agama Kabupaten Malang, Muhammad Ghazali membenarkan jumlah perkara perceraian tersebut.

“Ya, kurang lebih segitu (50-60 perkara) per hari,” ujarnya.

Dari sekian perkara tersebut, pastri yang berperkara jadi bercerai. Ghazali menuturkan mayoritas mereka yang berperkara jadi bercerai.

“Ya, mayoritas jadi bercerai,” akhirnya.(im/yds)

Advertisement

Terpopuler