Connect with us

Kabar Batu

Derita Sesak Napas, Duda Lansia Karangploso Malang Gantung Diri

Diterbitkan

,

Derita Sesak Napas, Duda Lansia Karangploso Malang Gantung Diri
Penyidikan kasus gantung diri di Karangploso Kabupaten Malang. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Derita sesak napas, Darip, 82, duda lansia asal Karangploso gantung diri.

Korban merupakan warga Manggisari, Desa Bocek, Karangploso Kabupaten Malang. Korban gantung diri dengan seutas tali tampar.

Tali itu menggelantung di pelataran rumah. Tinggi pelataran rumah sekitar 1,8 meter. Sementara, jarak kaki korban ke tanah 34 centimeter.

Tetangga menemukan jenazah korban pukul 05.30 WIB, Rabu (31/3). Saat itu, Mujiati, warga setempat pulang dari pasar Karangploso.

Tiba-tiba, dia mendengar teriakan minta tolong. Saat dia menghampiri ternyata ada orang bunuh diri.

“Waktu Bu Sulik teriak saya hampiri. Ternyata ada orang meninggal bunuh diri. Saya ya langsung meminta tolong juga ke tetangga yang lain. Baru salah satu warga melapor ke kepolisian,” jelasnya di lokasi.

Kabar Lainnya : Mantan Narapidana Pencabulan Tewas Gantung Diri.

Beberapa hari lalu warga masih sering menjumpai korban. Dia terlihat berjalan di sekitar Pasar Karangploso.

Bahkan dia merupakan sosok yang pendiam. Korban tak memiliki masalah dengan siapapun.

“Orangnya pendiam, tak ada masalah dengan warga. Memang dia derita sakit sesak nafas,” ringkasnya.

“Dia tinggal sendirian setelah empat tahunan istrinya meninggal,” ucapnya.

Penyidik Polsek Karang Ploso, Bripka Farid Irwan membenarkan. Korban bunuh diri tinggal sendiri dan derita sesak napas.

“Dia tinggal sendiri. Anak-anaknya sering mengajak ke rumahnya tetapi tidak mau. Jadi tiap hari anaknya ngantar makanan ke rumah almarhum,” papar Farid.

Keluarga juga menerima dengan ikhlas. Keluarga menolak untuk otopsi korban. Sehingga kepolisian juga tidak bisa memaksakan penyelidikan.(fir/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Batu

Wali Kota Batu Seriusi Penanganan Stunting dan Posyandu Bersama PKK

Diterbitkan

,

Wali Kota Batu Seriusi Penanganan Stunting dan Posyandu Bersama PKK
Suasana rapat koordinasi penanganan stunting dan posyandu di Kota Batu. (Foto : Diskominfo Kota Batu)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko seriusi dukungan percepatan penanganan stunting balita di Kota Batu.

Dia pun memimpin rapat koordinasi penanganan Stunting dan Posyandu di Kota Batu. Rapat ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Kota Batu, Jumat (16/4).

Wakil Ketua 4 TP-PKK Titik Asmadi hadir dalam rapat koordinasi penanggulangan stunting ini. Begitu juga, ibu TP-PKK se-Kota Batu, tim penanganan stunting serta perwakilan organisasi terkait.

Stunting merupakan dampak dari kekurangan gizi kronis. Stunting tak hanya mengganggu tumbuh kembang fisik anak.

Tetapi juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak. Kota Batu pun sudah membentuk tim penanganan stunting.

Selain itu dengan mengoptimalkan pelayanan Posyandu, Pemkot dapat menanggulangi bahaya stunting.

Menyikapi masalah stunting ini, Wali Kota Batu seriusi permasalahan stunting karena kurangnya gizi serta kasih sayang dari orang tua.

Kabar Lainnya : Dinkes Kota Malang Mantapkan Pencegahan Stunting.

Dia menyampaikan bahwa banyak ibu muda yang melakukan diet ngawur. Diet tersebut tidak memperhatikan nutrisi penting bagi ibu dan anak.

“Dengan adanya pelayanan posyandu, saya berharap permasalahan kurangnya gizi dan kasih sayang pada anak dapat teratasi,” kata Dewanti.

“Saya juga berharap Posyandu dapat menjadi program unggulan Dinas Kesehatan,” imbuhnya.

Selanjutnya, acara berlanjut dengan Forum Grup Diskusi dengan narasumber dr. Mega selaku tenaga ahli percepatan stunting.

Kemudian, Hayati, perwakilan dari Dinkes juga turut serta dalam mendukung kesuksesan FGD tersebut.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Pantau Harga Pangan, Pemkot Batu Gelar Operasi Pasar

Diterbitkan

,

Pantau Harga Pangan, Pemkot Batu Gelar Operasi Pasar
Forpimda Kota Batu saat cek stok pangan. (Foto : Diskominfo Kota Batu)

 

KABARMALANG.COM – Memasuki hari ketiga Bulan Ramadhan 1442 H, Pemerintah Kota Batu bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batu, menggelar Operasi Pasar di sejumlah tempat, Kamis (15/4) pagi.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran operasi pasar di antaranya, Pasar Besar Kota Batu, Agen Sembako, Distributor Candra dan Plasa Batu.

Fokus pada operasi pasar kali ini adalah memantau ketersediaan bahan pangan. Operasi juga memantau stabilitas harga dari bahan pokok seperti beras, daging sapi, daging ayam, telur, tepung terigu, ikan dan gula.

Wakil Wali Kota Batu, H Punjul Santoso, membenarkan. Operasi ini bertujuan untuk memastikan harga saat bulan Ramadhan tetap stabil dan tidak mengalami gejolak.

“Memasuki Ramadhan ini kita melakukan operasi pasar, dengan harapan masyarakat mendapatkan pelayanan yang pasti terhadap ketersediaan dan harga kebutuhan pokok,” kata Punjul.

Operasi ini rencananya akan terlaksana sebanyak tiga kali, yaitu menjelang Ramadhan, pertengahan Ramadhan serta menjelang Idul Fitri.

“Kita akan memantau terus melalui dinas-dinas terkait. Untuk saat ini, harga relatif masih stabil dan ketersediaan bahan pokok aman untuk tiga bulan kedepan,” imbuh Wakil Walikota.

Sementara itu, Kapolres Kota Batu, AKBP Catur C Wibowo, mengatakan bahwa pihaknya akan ikut memantau harga pangan di pasar melalui tim Satgas Pangan Kepolisian untuk menghindari penimbunan.

“Kita ikut memantau melalui Satgas Pangan dari kepolisian agar kedepan tidak ada gejolak harga di masyarakat. Sehingga nanti sampai lebaran, harga tetap stabil dan tidak ada penimbunan,” kata Kapolres Batu.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

BMKG Minta Pemkot Batu Perkuat Mitigasi Antisipasi Bencana

Diterbitkan

,

BMKG Minta Pemkot Batu Perkuat Mitigasi Antisipasi Bencana
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto : Diskominfo Kota Batu)

 

KABARMALANG.COM – Rabu (14/4), Pemerintah Kota Batu menerima kunjungan rombongan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kunjungan tersebut dalam rangka tindak lanjut dan survey lapangan paska gempa. Sementara, Pemkot menerima BMKG di Ruang Rapat Utama lantai  5 Balaikota Among Tani Kota Batu.

Rombongan BMKG antara lain Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati bersama dengan Kepala Pusat Seismologi dan Kepala Balai Besar MKG Wilayah III.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyambut kedatangan rombongan BMKG. Dia juga menyampaikan Kota Batu tidak terlalu terdampak oleh gempa.

“Tetapi, Kota Batu rentan akan bencana puting beliung, longsor dan kebakaran hutan,” terangnya.

Kabar Lainnya : Perkuat Mitigasi, Siaga Bencana Hidrometrologi.

Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa kedatangan rombongan adalah untuk survey dan tindak lanjut lapangan paska gempa.

Menurutnya, langkah terbaik untuk mengatasi bencana adalah dengan melakukan mitigasi atau pencegahan.

Pencegahan tersebut berupa pemetaan wilayah pantai. Kemudian, pemetaan mikrozonasi di wilayah terdampak gempa untuk rekomendasi bangunan, serta peringatan dini.

“Untuk membantu masyarakat umum dan pemerintah mengetahui tentang peringatan dini, mohon instal juga aplikasi info BMKG,” terangnya.

“Mohon Pemkot Batu mengawal peringatan dini tersebut untuk mengurangi dampak bencana,” tutup Dwikorita.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com