Connect with us

Pemerintahan

Ketua DPRD : HUT Ke-107 Momen Bersatu Wujudkan Malangkucecwara

Published

on

Ketua DPRD : HUT Ke-107 Momen Bersatu Wujudkan Malangkucecwara
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika bersama istri dalam busana formal tradisional. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika bersukacita. Usia Kota Malang kecintaannya, bertambah 1 tahun.

1 April mendatang, Bhumi Ngalam berusia 107 tahun. Made merasa bahagia karena Kota Malang terus berkembang.

“Dalam kurun waktu 107 tahun, Kota Malang terus maju. Berbagai perubahan terjadi. Baik dari sisi masyarakat maupun teknologi dan ekonomi,” ujar Made kepada Kabarmalang.com, Selasa (30/3).

Meskipun demikian, Made menyadari tantangan besar Kota Malang. Pandemi sempat memaksa Kota Malang nge-rem ndadak.

Kemajuan yang sangat terlihat 2019 lalu, terhenti total karena pandemi. Ekonomi ambruk. Kehidupan sosial bubar akibat covid-19.

Begitu juga, struktur masyarakat mengalami perombakan total. Kota Malang sempat lumpuh awal 2020, sama seperti daerah lain di Indonesia.

Pedagang-pedagang kecil rontok. Usaha-usaha dan industri gulung tikar. Kasus covid-19 tahun 2020 pun bertambah di Kota Malang.

Namun, Arek-Arek Malang memang sungguh tangguh. Pandemi tidak bisa menghalangi ketangguhan warga Bhumi Arema.

Perlawanan terhadap covid-19 pun terbangun. Pemerintah daerah bersatu padu bersama masyarakat. Kota Malang bangkit melawan pandemi covid-19.

DPRD Kota Malang pimpinan Made pun turut serta dalam perlawanan ini. APBD refocusing penanganan pandemi covid-19.

Satu tahun pun sudah berlalu sejak pandemi. Dampak refocusing anggaran juga mulai menunjukkan hasil.

Kasus covid-19 terus menurun dengan perbandingan skala nasional. Bahkan, Satgas Covid-19 Jatim melepas Kota Malang dari 15 besar kasus positif.

Vaksinasi juga mulai mendatangi Kota Malang. Seluruh elemen pelayan publik menerima vaksinasi.

DPRD Kota Malang juga lagi-lagi memberi restu untuk percepatan vaksinasi. Vaksin kini menjadi obat mujarab untuk Kota Malang pulih seperti sedia kala.

Dengan segala naik turunnya, Kota Malang kini berjuang bangkit. “Kota Malang 2021 bangkit lagi. Tiga bulan pertama, efek refocusing 2020 mulai terlihat,” ujar Made.

Ketua DPRD Kota Malang pun meyakini momentum 1 April 2021 berharga. Kota Malang bakal mendapat pijakan spirit untuk menuju kebangkitan.

Kabar Lainnya : Ketua DPRD Kota Malang Harap Raker PWI Malang Raya Sukses.

“Perjuangan Kota Malang belum berhenti. Malahan, HUT ke-107 Kota Malang adalah pijakan bangkit dari keterpurukan. Sekaligus, momen bersatu menuju Malangkucecwara,” tandas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Momen perjuangan untuk maju itu terlihat dari mulai pulihnya ekonomi. Industri mulai merintis lagi usahanya.

Toko-toko juga kembali beroperasi. Hasil dari itu, kehidupan sosial berangsur pulih.

“Kita sedang di ambang kemajuan. Sehingga, kita tidak boleh lelah memperjuangkan kemajuan Kota Malang,” tambah Made.

Tetapi, Kota Malang tetap memiliki pekerjaan rumah. Salah satu pekerjaan rumah terbesar adalah bencana.

Persoalan banjir yang kini melanda Kota Malang, harus menjadi atensi. Made pun menegaskan DPRD sangat memperhatikan keluhan masyarakat.

“Kami tentu siap mengakomodasi keluhan masyarakat. Kami juga sudah mendengar aspirasi warga. Masyarakat meminta ada solusi banjir. Kami pun siap mendorong Pemkot untuk mengatasi banjir,” ringkasnya.

Kabar Lainnya : Masa Pandemi Momen Tepat Rebo Wekasan.

Meskipun demikian, Made juga sadar persoalan banjir adalah urusan kompleks. Semua elemen harus bersatu mengatasi banjir.

Masyarakat perlu turut serta mengatasi persoalan ini. “Tidak bisa hanya Pemkot dan DPRD saja. Masyarakat juga perlu aktif,” tandasnya.

“Caranya pun simpel. Jangan buang sampah sembarangan. Kurangi penggunaan kantong plastik. Kemudian, mulai rajin membersihkan lingkungan sekitar secara sukarela,” tambahnya.

Dengan memulai pekerjaan ini dari diri sendiri, Made yakin Kota Malang bisa selamat dari banjir.

“Kami pun di parlemen akan terus dan terus mendorong Pemkot Malang. Mari sama-sama berjuang, untuk menyelamatkan Kota Malang di usianya yang sudah 107 tahun ini,” tutupnya.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler