Connect with us

Serba Serbi

Masa Pandemi Momen Tepat Rebo Wekasan

Published

on

20201014 170921 0000 e1602670259959
Dr. H. Isroqunnajah, Ketua Pimpinan Cabang NU Kota Malang. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Tradisi Rabu Wekasan, adalah adat untuk menolak bala. Momen pandemi seperti ini menjadi tepat untuk Rabu Wekasan.

“Rabu Wekasan adalah rabu terakhir di bulan Safar. Kita  berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Agar dihindarkan dari semua bencana, Momen Covid-19 ini menjadi pas untuk melakukannya,” ujar Dr. H. Isroqunnajah, Ketua PCNU Kota Malang, kepada Kabarmalang.com, Rabu (14/10).

Gus Is, sapaannya, menuturkan Rabu Wekasan adalah salat sunnah. Dua kali dua rakaat, diniatkan untuk sholat hajat.

Setelah, itu membaca ayat-ayat al quran, baca sholawat. Dilanjutkan, asmaul husna, dan doa secara khusus. Agar terhindar dari marabahaya.

Menurut Gus Is, Rabu Wekasan itu dimulai malam hari rabu. Karena, ini mengikuti perubahan waktu di kalender hijriah. Doa biasanya setiap usai salat maghrib.

Dalam pandangan islam, Rabu Wekasan bagian dari doa. “Memang  kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk berdoa. Doa meminta kebaikan  kehidupan di dunia dan akhirat. Itu memang dituntunkan oleh Nabi Muhammad SAW,” sambungnya.

Baca juga : Tata Cara Salat Rabu Wekasan

Berdoa itu setiap waktu. Tapi ada beberapa waktu khusus. Salah satunya pada hari rabu terakhir di bulan Safar.

“Ini menurut testimoni yang memiliki kemampuan lebih (al-arif billah). Bahwa rabu terakhir bulan Safar, waktu efektif berdoa. Lalu, memohon kepada Allah  SWT agar diselamatkan dari bencana,” lanjut Gus Is.

NU tidak secara resmi menerbitkan surat untuk Rabu Wekasan. Tapi umat tetap diimbau untuk melakukannya secara pribadi.

“Biasanya kyai-kyai bersama jamaah majelis taklimnya sudah mengamalkannya,” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler