Connect with us

Pemerintahan

5700 Anak di Kota Malang Menderita Stunting, Atasi Dengan Gizi

Published

on

5700 Anak di Kota Malang Menderita Stunting, Atasi Dengan Gizi
Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 5700 anak Kota Malang stunting karena kekurangan gizi. Ribuan anak ini terdata Dinkes Kota Malang pada 2020.

Sementara, dalam persentase, stunting Kota Malang mencapai 14,53 persen. Angka tersebut berasal ribuan anak berusia 6 bulan sampai 59 bulan.

Kondisi ini adalah kegagalan pertumbuhan pada anak. Baik pertumbuhan tubuh dan otak. Dalam KBBI, kondisi ini memiliki padanan kata kerdil.

Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya. Ribuan anak ini juga kecenderungan lambat dalam berpikir.

Penyebabnya, kebanyakan adalah kurang gizi. Walaupun, ada faktor lain yang mempengaruhi kemunculan kondisi tersebut.

Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang membenarkan. Dia terus berupaya memerangi stunting.

“Jadi kita berusaha untuk mengintervensi itu. Artinya kita berusaha mencegah ribuan anak agar tidak mengalami,”  ujar Hanun kepada Kabarmalang.com, Kamis (18/3).

Kabar Lainnya : Dinkes Kota Malang Mantapkan Pencegahan Stunting.

5700 anak di Kota Malang itu harus segera tertangani. Karena, ada batasan umur untuk penyelamatan dari kondisi itu.

“Perbaikan gizi hanya yang usia kurang dari 2 tahun. Kalau sudah lebih dari dua tahun, sudah tidak bisa,” ringkasnya.

Menurutnya, ribuan anak stunting bukan hanya karena gizi saja. Tetapi, kondisi itu adalah sebuah rangkaian perjalanan hidup Si ibu.

“Rangkaiannya mulai dari Si ibu mulai remaja. Dari remaja sang ibu harus mempersiapkan diri untuk menikah. Kemudian, hamil, bersalin, dan merawat anak,” jelasnya.

Sehingga, Dinkes ingin menghindari kemunculan ribuan anak stunting lagi. Dia harus mengintervensi secara spesifik kepada remaja putri. Mulai dari pemberian tablet tambah darah.

Kemudian untuk ibu hamil ada pendampingan. Lalu ada kelas bagi ibu.

Sementara, ibu hamil berisiko juga mendapatkan tambahan gizi. Serta, paket ikan segar.

“Kemudian pada saat persalinan ada pendampingan lagi. Terkait dengan tumbuh kembang Si bayi itu. Di situlah akan kami evaluasi,” ujarnya.

Agar kasus stunting menurun, harus ada pencegahan. Sekaligus, menekankan pentingnya asupan gizi bagi Si ibu.

“Ada cara minimal untuk mencegah. Kita harus mulai dari 1000 hari pertama kelahiran bayi,” akhirnya.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler