Connect with us

Pemerintahan

Jasa Marga Malang Inovasi Layanan Publik, Gandeng Lantas dan Damkar

Published

on

3ef6ee0f d24a 44e7 93fc b71c99328312
Jalan menuju gerbang tol Pandaan Malang exit Karanglo Singosari. (Foto : Muhammad Fathi Junaedi)

 

KABARMALANG.COM – Jasa Marga Malang Pandaan (Mapan) menggandeng Satlantas dan Damkar untuk transformasi layanannya. Anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk tak sekadar menjadi pengelola tol Ruas Pandaan-Malang.

Siswantono, Direktur Operasi PT Jasa Marga Pandaan Malang membenarkan. Jasa Marga mengusung inovasi monitoring pembatasan kecepatan pengendara. Sehingga ada CCTV terpasang di setiap kilometer tol.

“Sehingga jika terjadi kecelakaan, atau hal-hal yang tidak diinginkan, kita (Jasa Marga) bisa rewind dan telitii penyebabnya,” jelasnya kepada Kabarmalang.com, Minggu (7/3).

Inovasi ini tak lepas dari situasi di tol Malang Pandaan. Sis, sapaannya, menyebut bahwa tingkat kecelakaan di Tol Pandaan cukup tinggi dalam dua tahun terakhir. Penyebabnya karen pengguna tol yang kurang waspada.

“Misalnya berkendara dengan kecepatan tinggi. Terus ada yang karena bannya bocor di jalan. Ada pula karena mengantuk,” ujarnya.

“Kebanyakan itu  tabrak belakang, karena kurang waspada, saat malam hari. Ada juga karena kurang menguasai kendaraan,” tambahnya.

Padahal, Sis menegaskan bahwa Jasa Marga sudah memberi aturan untuk kecepatan kendaraan harus 80 kilometer per jam.

“Biasanya yang terjadi kecelakaan karena kecepatannya lebih dari itu. Titik kecelakaan agak menyebar. Beberapa kali sering terjadi di Km 77,” bebernya.

Dalam upaya mengantisipasi dan menangani kecelakaan lalu lintas di Tol Pandaan Malang, dia juga selalu bersinergi dengan kepolisian dan pemadam kebakaran.

“Kita juga sudah kerja sama dengan Satlantas Malang Kota dan Kabupaten Malang, dengan kepolisian yang penugasannya khusus di dekat tol,” tuturnya.

“Kalau seandainya ada pelanggaran lalu lintas kita langsung koordinasi dengan kasatlantas, misalnya ada pengguna yang kecepatannya melebihi batas,” lanjutnya.

Kabar Lainnya : Pandaan-Malang Menuju Tol Ramah Lingkungan.

Selain itu memang dari Jasa Marga sendiri juga punya petugas khusus. Yakni, tim ambulans, tim patroli, dan juga tim derek mobil.

Jika ada kebakaran mobil dia juga akan berkoordinasi dengan pemadam kebakaran. Sis mengatakan pernah satu kali terjadi kebakaran mobil.

“Kita (Jasa Marga) hanya menyediakan truk tangki air. Tergantung kebakarannya, kalau bisa penanganan dengan truk tangki air, ya pakai tangki air itu,” ulasnya.

Kanit Laka Satlantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto pun mengakui lancarnya kerja sama dengan Jasa Marga. Dia mencontohkan, jika ada kecelakaan di area jalan tol, komunikasi dengan jajaran Jasa Marga sangat kohesif.

“Kantor kami kan dekat dengan Exit Tol Singosari. Ketika ada kecelakaan di tol, Jasa Marga langsung kontak untuk melakukan evakuasi,” ungkapnya.

IMG 20200226 183127

Penanganan kecelakaan oleh Satlantas Polres Malang di tol Malang Pandaan. (Foto : Istimewa)

Jajaran Satlantas Polres Malang juga mendapat kemudahan akses menuju tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan. Karena, Jasa Marga memberikan pelayanan perlintasan jalan secara gratis.

Sebab, penanganan kecelakaan berkaitan dengan nyawa. Sehingga, Agus menilai Jasa Marga sangat membantu kepolisian.

“Jadi, Jasa Marga membukakan kami pintu secara gratis dan cepat,” tuturnya.

Efeknya, kecelakaan tol sepanjang tahun 2020 sekitar 15 kejadian. “Jumlah itu menurun sekitar 60 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Senada dengan Kanit Laka Satlantas Polres Malang, jajaran Penyelamatan Pemadam Kebakaran (PPK) Kabupaten Malang juga merasakan sinergi yang sama.

Jasa Marga dan Damkar cukup apik menjalin komunikasi. Sehingga, penanganan kebakaran di area tol mudah tertangani.

Kabar Lainnya : Pintu Tol Madyopuro Resmi Beroperasi.

“Sinergi Jasa Marga dengan kami (PPK Kabupaten Malang) sangat baik. Salah satunya ketika ada kejadian kebakaran. Kami selalu mendapat laporan. Armada kami pun dengan lancar merapat ke lokasi kebakaran di tol,” ungkap Kabid Pencegahan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Malang, Goly Karyanto.

Menurutnya sepanjang tahun 2020 terhitung sudah 2 kali terjadi kebakaran di tol Kabupaten Malang.

“Kalau sudah begitu, peran kami melakukan pemadaman. Sedangkan Satlantas Polres Malang yang mengatur arus lalu lintas,” bebernya.

Hanya saja, dia masih yakin bisa ada sinergi yang lebih dalam lagi dengan Jasa Marga. Yakni, terkait penggunaan akses jalan tol bagi armada PMK yang hendak melakukan pemadam kebakaran di luar tol.

“Misalnya terjadi kebakaran di Kecamatan Tumpang (Malang timur). Lalu armada kami pulang, ada panggilan kejadian kebakaran di wilayah Kecamatan Lawang (Malang utara),” ujarnya.

“Otomatis kan akses jalan yang paling cepat melalui tol. Nah, ini kami harap ada kerjasama Jasa Marga dengan Pemkab Malang,” lanjutnya.

Damkar pun siap membangun kerja sama yang demikian. Sehingga, layanan publik dalam hal kebakaran juga semakin cepat.

“Nanti akan kami coba komunikasikan, apakah perlu adanya MoU (Memorandum of Understanding) atau tidak terkait hal itu,” pungkasnya.

 

Lancarkan Arus Lalu Lintas Dengan Derek Gratis

Selain penanganan kecelakaan, Jasa Marga juga bersinergi dan berkoordinasi dengan polisi saat momen-momen liburan.

“Tujuannya untuk mengatur lalu lintas saat lebaran, nataru, atau liburan-liburan yang perkiraan pasti terjadi ledakan pengguna tol,” ungkap Siswantono, Direktur Operasi PT Jasamarga Pandaan Malang.

Jasa Marga pun memberikan layanan mobil derek gratis bagi pengguna jalan tol yang kendaraannya mengalami masalah.

“Nanti bisa menghubungi kita, di setiap titik kita memasang hot line. Kita akan  bantu derek sampai ke pintu keluar terdekat secara gratis. Kalau melebihi dari itu mungkin ada tarif atau apa,” bebernya

“Kalau misalnya nanti sampai di Malang Kota tentu ada biaya tambahan. Kami punya 4 mobil derek, ada di setiap ruas tol,” katanya.

Sis merinci penyebab mobil mogok di jalan tol biasanya karena kehabisan bensin dan akinya mati.

“Nanti akan kita cek dulu, ada petugas yang bantu. Petugas kita tiap jam selalu ngontrol ke ruasnya, melihat apakah ada yang mogok atau kecelakaan,” terangnya.

“Selalu monitor, termasuk di CCTV. Kalau mobil yang tidak berjalan seperti biasanya akan terpantau. Kami cek secara manual dan lewar CCTV,” tambahnya.

 

Terapkan 100 Persen E-Toll, Percepat Arus Di Gerbang Tol Malang Pandaan

Inovasi lainnya dari Jasa Marga, adalah pelayanan Tol Pandaan Malang saat ini sudah 100 persen E-Toll.

“Layanannya sudah non tunai. Jadi kita kerja sama dengan bank-bank penyedia uang elektronik, misalnya BNI, BCA, Mandiri, BRI, untuk transaksi di gerbang tol,” ujar Siswantono.

Sis, sapaannya, mengatakan sejauh ini respons masyarakat menggunakan E-Toll sangat baik. Meskipun terkadang ada pengguna tol yang saldonya kurang saat transaksi.

“Misalnya kalau ada yang saldonya gak cukup,  kita harus menyediakan tempat layanan top up saldo e-toll. Salah satunya di gerbang tol Singosari,” terangnya.

8e2395ba b80c 4065 8e9e b4545e35e792

Gerbang tol Pakis, Kabupaten Malang, bagian dari tol Malang Pandaan yang dikelola Jasa Marga. (Foto : Jasa Marga Pandaan Malang for Kabarmalang.com)

Sehingga, Sis berpesan kepada para pengguna jalan tol. Sebaiknya sebelum masuk jalan tol, harus cek dulu saldonya. Biar tidak repot saat transaksi.

Dia menuturkan bahwa pembayaran e-toll adalah bagian dari inovasi Jasamarga menggunakan teknologi baru. Karena setiap transaksi langsung terkoneksi ke Bank secara real time.

Sis berharap dalam momen ulang tahun Jasa Marga yang ke 43 semoga Jasa Marga selalu bertransformasi dan berinovasi.

“Karena kita selalu bisa menyediakan sarana transportasi bagi masyarakat, yang sangat krusial dan vital. Karena tol ini bagaimanapun juga akan membantu mobilitas  barang dan penumpang,” paparnya.

Sehingga, walaupun akses tol tidak gratis tetapi mampu menyingkat waktu. Alhasil juga mampu meningkatkan kegiatan bisnis masyarakat.

“Juga mampu memberikan dan menumbuhkan perekonomian daerah di sekitar exit tol. Sehingga daerah-daerah itu lebih berkembang lagi,” tutupnya.

 

Tol Malang Pandaan Hemat Waktu Dan Uang Pengendara

Riky Pranata, Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang asal Kota Jember memberikan testimoni. Dia salah satu pengguna Jalan Tol Pandaan Malang.

“Kebetulan saya tiap bulan sering mondar- mandir dari Jember ke Malang lewat Tol Pandaan Malang. Pertama kali lewat waktu lebaran 2019,” ungkapnya.

Riky sangat merasakan dampak positif kehadiran Tol Pandaan Malang. Sebab dia bisa menghemat waktu dan uang.

Biasanya jika ingin ke Jember, dia lewat yang gerbang tol Singosari. Nanti keluarnya di Tol Leces Probolinggo

“Ngaruh banget, sebelumnya kalau naik mobil Jember-Malang, kalau malam hari 6-7 jam. Pake tol menghemat waktu sampai dua jam. Kalau malam 4 jam, kalau siang 5 jam,” ungkapnya.

“Sementara, tol dari Singosari ke Leces Probolinggo itu Rp 100 ribu.  Kalau luar tol, bensinnya itu kira-kira habis 300-an.  Hematnya Rp 100 ribu, waktunya juga lebih cepat,” tambahnya.

Dia pun merasa pembayaran menggunakan e-toll jauh lebih efektif dibandingkan dengan pembayaran cash.

“Kalau dulu kan sangat konvensional nunggu kembalian dan lain-lain. Kalau e-toll kan tinggal di tap-tap doang. Langsung saldonya otomatis berkurang,” bebernya.

Riky berharap pelayanan Jasa Marga harus lebih baik. Dengan cara meningkatkan layanan dan terus berinovasi. Dia menyarankan ada layanan cash back saat transaksi e-toll.

“Saran saya begitu, ada cash back. Poin-poinnya nanti bisa tukar lewat uang atau kembali ke saldo lagi. Bisa juga belanja ke supermarket. Untuk meningkatkan loyalitas pelanggan,” pungkasnya.

Kabar Lainnya : Hari Ini Tol Pandaan-Malang Seksi Singosari-Pakis Beroperasi Gratis.

Jalan Tol Pandaan–Malang adalah sebuah jalan tol di Indonesia sepanjang 38,48 kilometer yang menghubungkan daerah Pandaan, Kabupaten Pasuruan dengan Kota Malang, Jawa Timur.

Sejak peresmian 13 Mei 2019 lalu,  Tol Pandaan-Malang sudah memiliki lima bagian. Antara lain, Bagian I, 15.47 kilometer dari Pandaan sampai Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Lalu, Bagian II,  8.05 kilometer dari Purwodadi, Kabupaten Pasuruan sampai Lawang, Kabupaten Malang.

Kemudian bagian III, 7.10 kilometer, dari Lawang sampai Singosari, Kabupaten Malang.

Selanjutnya, bagian IV, 4.75 kilometer, dari Singosari sampai Pakis, Kabupaten Malang. Serta Bagian V, 3.11 kilometer, dari Pakis, Kabupaten Malang sampai Madyopuro, Kedungkandang, Kota Malang.(im/fat/carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler