Connect with us

Ekbis

BRI Sutoyo Tinjau Potensi UMKM Kampung Wonosari Go Green

Diterbitkan

,

BRI Kancah Sutoyo Malang bersama Bambang Irianto, dan Warga RW 19 Wonosari Kota Malang. (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM –  BRI Cabang Malang Sutoyo mengunjungi Kampung Wonosari Go Green.  Tepatnya di RW 19 Wonosari, Kota Malang, Minggu (21/2).

Sutarno, Asisten Manajer Bisnis Mikro BRI Kancah Sutoyo Kota Malang membenarkan. Kunjungan tersebut untuk meninjau potensi UMKM RW 19 Wonosari.

“Kita melihat sebetulnya dengan informasi sebelum pandemi, di sini (Wonosari) kan sering ada kunjungan. Kita ke sini melihat ada peluang bisnis mikro yang ada,” ujar Sutarno, kepada wartawan, Minggu (21/2).

Setelah meninjau, Sutarno mengatakan Kampung Wonosari memiliki potensi bisnis. Dia juga pernah mendapat informasi. Sebelum pandemi kunjungan di Kampung Wonosari bisa sampai 200 orang.

“Dampaknya pasti secara ekonomi. Warga Orang sebelumnya tidak punya usaha. Dengan banyaknya tamu yang datang, pasti akan timbul bisnis baru,” jelasnya.

“Bisa jualan kuliner. Lalu jualan oleh-oleh dari hasil berkebun dan kerajinan tangan. Itu dampak dari sisi ekonomi,” lanjutnya.

Efek positif bisnis nantinya bisa menjadi peluang pembiayaan dari BRI. Karena arahnya untuk bisnis sektor mikro.

“Itu program dari kantor pusat dan dari pemerintah ya. Itu namanya KUR mikro dan Supermikro,” terangnya.

“Kalau nanti ada warga yang butuh modal dan masuk kriteria, nanti bisa kita bantu. Ada beberapa macam kredit, yaitu KUR mikro, Supermikro, dan Kupedes,” tambahnya.

Sutarno mengatakan dia juga nanti akan melihat kriteria yang bisa lolos. Karena ada syarat seperti usia, lalu siapa pengelola usahanya, biar tepat sasaran.

Ir Bambang Irianto, Pembina Lingkungan sekaligus Penggagas Glintung Go Green sepakat. Kunjungan tersebut bagian dari sinergitas dua pihak.

“Kalau BRI sebagai salah satu BUMN memang punya kepedulian terhadap masyarakat yang punya inovasi dan kreativitas,” jelasnya.

Bambang mengapresiasi BRI yang begitu concern terhadap usaha mikro. Oleh karena itu Wonosari Go Green dan kampung tematik bisa bersinergi dengan Bank BRI.

“Mudah-mudahan Bank BRI akan masuk ke seluruh kampung tematik di tanah air. Sehingga ekonomi mikro di kampung akan bergerak. Terbentuk ketahanan ekonomi dan ketahanan pangan,” terangnya.

Kabar Lainnya : Rumah Kebanjiran, Warga Jalan Letjen Sutoyo Berkeluh Kesah.

Dalam kesempatan yang sama, Kampung Wonosari Go Green sedang liputan koresponden televisi media internasional.

“Liputan oleh media internasional, TV di Asean SEA To day dan Deutche Welle TV, salah satu televisi papan atas di Eropa bermarkas di Jerman,” kata Penerima Kalpataru 2018 Pembina Lingkungan itu.

Gerakan Menabung Air Wonosari Go Green, menjadi daya tarik koresponden TV asing itu untuk datang meliput.

“Tahun 2016 saya sudah terpilih di Guangzhou. Sebagai inisiator Kampung Glintung Go Green yang menjadi inovator Gerakan Menabung Air. Sekarang saya terapkan di Wonosari Go Green,” terangnya.

Warga Wonosari Go Green sedang membuat Biopori (Fathi)

Dirinya mengatakan di berbagai belahan daerah di Indonesia sedang mengalami banjir. Gerakan menabung air bisa menjadi alternatif pencegahannya.

“Implikasinya adalah, dari gerakan menabung air, dunia internasional telah mengapresiasi aksi dari Kampung Wonosari,” tutup Bambang.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Bakti BCA Salurkan 2,75 Ton Beras Dan 150 Terpal Untuk Gempa Malang

Diterbitkan

,

Bakti BCA Salurkan 2,75 Ton Beras Dan 150 Terpal Untuk Gempa Malang
(kiri-kanan) KPOW Kanwil 7 Roni Wibowo, Kepala Kanwil 7 Weminto Suryadi, perwakilan BPBD Kab Malang dan Kepala KCU Malang Chen Lin Andrew secara simbolis menyerahkan bantuan, Rabu (5/5) di Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Corporate Social Responsibility Bakti BCA menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa Malang.

Donasi tersebut tersalur melalui dua jalur yang berbeda. Pertama adalah penyaluran melalui BPBD Kab Malang, dan kedua Posko Kelurahan Desa Pamotan-Dampit.

Kakanwil VII Malang Weminto Suryadi dan Kepala KCU Malang Chen Lin Andrew menyerahkan bantuan ini kepada perwakilan BPBD Kab Malang (5/5).

Kabar Lainnya : BCA Expo Malang 2019 dapat Apresiasi dari Walikota Sutiaji.

Sementara itu bantuan lainnya langsung masuk ke Tim Posko Bantuan Gempa Desa Pamotan oleh Kepala BCA KCP Dampit Henny Agustina.

“Segenap keluarga besar BCA turut prihatin. Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas bencana alam gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu. Bahkan masih sempat terasa sejumlah gempa susulan,” ujar Weminto Suryadi, Kakanwil VII Malang, Selasa (11/5).

“Sebagai saudara setanah air pastinya sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk saling membantu. BCA menyadari hal tersebut dan mengulurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak,” terangnya.

Bentuk bantuan dari Bakti BCA adalah sembako berupa 2,75 ton beras. Bakti BCA menyebarkannya sejumlah daerah terdampak gempa.

Selain itu, bantuan lainnya untuk membantu pemulihan bangunan yang terdampak bencana gempa adalah 150 terpal. Bantuan terpal ini berguna untuk membangun tempat tinggal sementara.

“Semoga bantuan Bakti BCA dapat meringankan beban saudara-saudari kita yang tertimpa bencana. Kita sama-sama berharap ke depannya agar keadaan semakin membaik,” ringkasnya.

Kabar Lainnya : Antisipasi Banjir, Wali Kota Malang Galakkan Kerja Bakti.

“Semoga masyarakat  yang terdampak,dapat segera pulih dan beraktivitas normal kembali,” akhirnya.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

The Palace Kota Malang Usung Perhiasan Corak Khas Indonesia

Diterbitkan

,

The Palace Kota Malang Usung Perhiasan Corak Khas Indonesia
Area Manager The Palace National Jeweler, Erwin Sugiarto Gunarso dan Store Manager The Palace National Jeweler Malang, Shierly Karyoko menunjukan koleksi perhiasan Nusantara (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – The Palace Jeweler mulai menghangatkan dunia perhiasan di Kota Malang. Ini karena bisnis perhiasan di Indonesia juga bergeliat setelah setahun pandemi.

Perusahaan-perusahan berinovasi untuk membuat produk perhiasan yang menawan. Tak terkecuali The Palace Jeweler, merek perhiasan nasional yang membuat terobosan produk yang bercorak khas Indonesia.

The Palace Jeweler berkolaborasi dengan dua desainer handal Indonesia untuk mendukung tagline yang mereka usung, yakni The National Jeweler.

Area Manager The Palace National Jeweler, Erwin Sugiarto Gunarso membenarkan. Dia berkolaborasi dengan desainer Samuel Wattimena dan Anne Avantie.

“Kita punya tagline national jeweler, kita membawa beberapa koleksi dengan Samuel Wattimena kita kasih nama nusantara. Lalu dengan ibu Anna, kita kasih nama Kekaseh,” ujar Erwin, Sabtu (1/5).

“Kita beri warna yang berbeda untuk perhiasan dengan kolaborasi bersama desainer-desainer handal Indonesia. Kita gak mau desainer dari luar, kita mengutamakan desainer dari Indonesia,” sambungnya.

Kolaborasi bertajuk Nusantara bersama Samuel Wattimena menghasilkan tiga seri perhiasan yang eksotis. Yakni Seri Nusa, Seri Anta dan Seri Tara.

“Desain itu  terinspirasi oleh keindahan berbagai perhiasan tradisional Indonesia yang tersebar di wilayah Indonesia Bagian Barat, Tengah, dan Timur,” jelasnya.

Kemudian kolaborasi dengan Anne Avantie yang bertema Kekaseh, unsur kearifan lokalnya begitu kental. Sebab desainnya menggunakan corak batik.

Erwin mengatakan saat ini The Palace baru saja membuka gerai cabang baru di Kota Malang. Gerai baru tersebut terletak di Ground Floor Malang Olympic Garden, Kota Malang.

“Potensi Malang begitu besar, memang kita sudah ada di Surabaya. Tetapi kita sudah tes market empat sampai lima kali di Malang dan hasilnya bagus,” tuturnya.

“Antusias customer di Malang cukup besar, apalagi sekarang masih pandemi, sehingga kita hadir untuk menyapa di sini,” akhirnya.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Sate Kambing Muda Khas Tegal Ghonam Hadir Di Rampal Malang

Diterbitkan

,

Sate Kambing Muda Khas Tegal Ghonam Hadir Di Rampal Malang
Pengunjung Warung Sate Kambing Muda Khas Ghonam di Rampal Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Menu berbuka puasa semakin variatif dan nikmat di Jalan Urip Sumoharjo, Kesatrian, Blimbing.

Karena, di situlah terdapat warung Sate Kambing Muda khas Tegal Ghonam Rampal Malang. Warung sate ini menyajikan olahan sate, sop kambing dan gule.

Rumah makan milik Dedik Wahyudi tersebut sudah buka di Kesatrian sejak 4 bulan lalu.

“Kami buka sejak 4 bulan lalu. Dan sekarang pun buka untuk menyajikan menu berbuka puasa,” ujar Nyda Dostoriya, pengelola harian Sate Kambing Muda khas Tegal Ghonam Rampal, Sabtu (17/4).

Kabar Lainnya : Sumber Gentong Buat Ngadem, WSG Pilihan Kuliner.

Berbagai olahan kambing pun siap menemani waktu berbuka. Misalnya saja, sate kambing campur.

Kemudian, sate kambing tanpa lemak, bahkan sate ayam. Harga sate kambing campur mulai Rp 30 ribu.

Setelah itu, harga sate kambing tanpa lemak mulai Rp 35 ribu. Sementara, harga sate ayam mulai Rp 15 ribu.

Ada juga, menu sop dan gule ala Ghonam. Yaitu, sop kambing, sop kepala kambing dan sop kaki kambing.

Harganya mulai Rp 35 ribu. Termasuk, gule kambing, gule kepala kambing dan gule kaki kambing.

Harganya juga sama, mulai Rp 35 ribu. “Saat ini, menu terfavorit pengunjung adalah sate kambing tanpa lemak dan gule tanpa santan,” jelas Nyda.

Dengan variasi menu tersebut, Warung Sate Kambing Muda khas Ghonam siap menyasar semua kalangan.

Terutama, kalangan keluarga yang datang berkunjung untuk berbuka puasa.

“Karena, semua orang suka sate. Sehingga, sasaran kami adalah semua kalangan, baik anak-anak hingga dewasa,” ringkasnya.

Dia pun menegaskan, Sate Kambing Muda khas Ghonam Rampal ini bukan yang pertama. “Cabang Ghonam Rampal ini adalah cabang ke-6,” tutupnya.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com