Connect with us

Pemerintahan

Komisi B Kunker Dispangtan Kota Malang, Dukung Urban Farming Arema

Diterbitkan

,

Kadispangtan Kota Malang Ade Herawanto saat paparan hearing dengan Komisi B DPRD Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Komisi B DPRD Kota Malang kunker dan hearing dengan Dispangtan Kota Malang. Para legislator mendatangi Swalayan Ikan, kawasan Jalan Sarangan, Jumat (19/2).

Para anggota dewan berharap banyak kepada Ade Herawanto. Mereka ingin Ade meningkatkan kinerja dinas barunya.

“Kami yakin Sam Ade dapat menghasilkan inovasi-inovasi baru,” ungkap Wakil Ketua Komisi B, Rahman Nurmala di kantor Bidang Perikanan Jalan Sarangan 29 Kota Malang.

Dia mengakui, dinas ini kurang mendapat perhatian. Sehingga Komisi B akan mendorong dinas tersebut maju.

“Kami lihat Dispangtan mengusung konsep pentahelix secara riil. Bisa merangkul semua potensi yang ada untuk bersinergi. Kami akan terus mengawal, karena ini seharusnya strategis,” lanjut politisi Partai Golkar ini.

Sekretaris Komisi B, Arief Wahyudi mengamini. Dia yakin jajaran OPD ketahanan pangan ini bisa mengoptimalkan potensinya.

“Bisa mendorong pertanian modern meski dengan lahan kecil. Perlu merangkul masyarakat dari semua kelompok usia. Melalui, program urban farming misalnya,” seru politisi PKB itu.

Arief juga berharap ide yang muncul saat hearing terwujud. Sehingga gagasan yang mengemuka bisa terealisasi. Alias tidak sekadar menjadi wacana.

Anggota Komisi B lainnya, Lookh Mahfudz, sepakat. Peluang pertanian ketahanan pangan Kota Malang masih besar.

“Banyak peluang bagus. Seperti pembangunan cold storage. Kemudian pembangunan gudang penyimpanan hasil pertanian. Ide lahan bercocok tanam pangan tepian sungai juga potensial,” tambah Lookh.

Menurutnya, Komisi B akan mendorong kemajuan OPD ini. Supaya, Kota Malang menjadi daerah perkotaan dengan pertanian hebat.

Sementara itu, Ade mengaku siap mewujudkan harapan para legislator.

“Harapan jika terealisasi akan menjadi dukungan. Terima kasih untuk dukungannya. Khususnya dalam mewujudkan Urban Farming Arema,” ungkap Kadispangtan Kota Malang, Ade Herawanto.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Warga Desa Ngadas Bromo Tolak BLT DD Covid-19

Diterbitkan

,

Warga Desa Ngadas Bromo Tolak BLT DD Covid-19
Kades Ngadas Kecamatan Poncokusumo Mujianto. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Ternyata tidak semua orang ‘doyan’ dengan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Covid-19. Terbukti, warga Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang justru menolak Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Padahal setiap desa mendapat bantuan untuk warga yang terdampak Virus Corona. Mereka beralasan jika menerima BLT DD tersebut, justru akan terpapar covid-19.

Karena, untuk menerima bantuan dari pemerintah tersebut, akan ada orang asing masuk desa.

“Jumlah warga kami kurang lebih 526 KK (Kepala Keluarga). Mereka sepakat tidak mau menerima bantuan itu. Meski ada di antara penduduk desa yang berhak mendapatkan BLT Dana Desa,” ungkap Kepala Desa Ngadas, Mujianto, Sabtu (6/3).

Mata pencaharian warga Desa Ngadas, mayoritas sebagai petani. Selama ini, menurut Mujianto, desanya memang zero kasus covid-19.

“Ya, Alhamdulilah desa kami zona hijau. Maka dari itu, mereka khawatir dengan menerima bantuan itu, justru malah terkena Covid-19,” ujarnya.

Sedangkan di sisi lain, kondisi perekonomian Desa Ngadas tetap stabil meski dari hasil tani. Meskipun di tengah pandemi covid-19.

“Untuk sektor pariwisata, seperti persewaan home stay dan mobil jeep, oleh masyarakat sementara ini hanya untuk pekerjaan sampingan. Dan selama pandemi mereka memilih untuk tidak menerima tamu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Suwadji, mengatakan bahwa warga Desa Ngadas sudah tercukupi dengan bantuan yang bersumber dari Kementrian Sosial.

“KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang ada di Desa Ngadas sudah dapat dari PKH (Program Keluarga Harapan). BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), hingga BST (Bantuan Sosial Tunai) dari Kemensos,” bebernya, Sabtu (6/3).(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Gugus Tugas Posko PPKM Mikro Purwodadi Patroli Pagi Di RW 11

Diterbitkan

,

Patroli petugas TNI Polri dan Kelurahan Purwodadi di RW 11. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Gugus tugas posko PPKM mikro Purwodadi terus patroli. Sabtu pagi (6/3), petugas berpatroli pagi di Jalan Ahmad Yani, Blimbing.

Patroli pagi terhelat mulai pukul 07.00 WIB. Yaitu dengan titik kumpul depan kantor Kelurahan Purwodadi.

Lurah Purwodadi Agus Purwanto memimpin patroli ini. Hadir juga Babinsa Purwodadi.

Yaitu Pelda Amin Dimyati dan Sertu Tohari. Kemudian, satu anggota AU Kopka Sigit.

Serta, Ketua RW 11 Purwodadi Hamdan. “Kami melaksanakan pembagian masker di wilayah RW 11 Purwodadi,” kata Pelda Amin, Babinsa Purwodadi.

Kabar Lainnya : Guru Tirtoyudo Rela Privat Siswa Tanpa Smartphone.

Selain pembagian masker, petugas juga melakukan monitor wilayah. Dengan target, menegakkan protokol kesehatan di wilayah RW 11.

Setiap petugas, berkewajiban membagikan pesan protokol kesehatan. Warga RW 11 juga harus melaksanakan prokes.

“Sehingga, harapan kami, rantai penyebaran covid-19 bisa terputus,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Forpimcam Sukun Razia Malam Hari Di Kafe Dan Minimarket

Diterbitkan

,

Aparat gabungan saat razia malam di Sukun. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forpimcam Sukun Kota Malang menggelar razia malam, Jumat (5/3). Petugas gabungan TNI Polri pun mengoperasi tempat keramaian.

Yakni, kafe dan minimarket tempat tongkrongan saat malam. Ini menjadi bukti Satgas Penegakan Disiplin Prokes tak kenal lelah. Setiap waktu, satgas memerangi virus pandemi covid-19.

Ipda Saeful dari Polsek Sukun memimpin operasi ini. Dia razia bersama 8 personel gabungan.

Termasuk dua personel anggota Koramil 0833/04 Sukun. Yaitu Pelda Sugianto dan Serda Abd Rokim.

Forpimcam Sukun memulai operasi dengan apel pasukan. Kemudian, dari markas Polsek Sukun, aparat berkeliling razia.

Patroli mulai pukul 21.00 hingga 21.30 WIB. Sementara, rutenya adalah Jalan S Supriyadi.

Selanjutnya Jalan Rajawali. Petugas juga bergerak ke Jalan Mergan. Setelah itu, patroli kembali ke Jalan S Supriyadi.

“Tujuan patroli ini adalah Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mikro. Khususnya di wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang,” ujar Ipda Saepul.

Patroli menyasar kafe dan minimarket. Karena dua tempat inilah yang berpotensi adanya kerumunan massa.

Petugas mengingatkan batas jam aktivitas usaha sesuai aturan PPKM. Selain itu, petugas membubarkan pengunjung yang nongkrong bergerombol. Apalagi tanpa memakai masker.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com