Connect with us

Ekbis

Asuransi Bumiputera Tidak Cair, Nasabah Geruduk Kantor Cabang Malang

Diterbitkan

,

Asuransi Bumiputera Tidak Cair, Nasabah Geruduk Kantor Cabang Malang
Nasabah saat menggeruduk Asuransi Bumiputera kantor cabang Kota Malang. (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Puluhan nasabah geruduk Asuransi Bumiputera lantaran klaim tidak cair. Kamis (11/2), nasabah berdemo di depan kantor cabang Kota Malang.

Nasabah menuntut klaim asuransi bumiputera yang tak kunjung cair. Sementara, secara nasional kerugian nasabah mencapai Rp 10 Triliun.

Priyo Santoso, Korwil Nasabah Korban AJB Bumiputera Jatim II membenarkan. Setidaknya ada 100 nasabah Kota Malang yang polisnya ruwet.

“Seluruh Jawa Timur, totalnya ada 900 orang yang terdaftar. Rata-rata, banyak yang mengikuti asuransi dana kelangsungan belajar. Serta, pertanggungan single premi,” ungkap Priyo kepada wartawan, Kamis (11/2).

Priyo menyebutkan, asuransi Bumiputera tidak cair selama tiga tahun. Yaitu rentang waktu dari tahun 2017 hingga awal 2021.

Selanjutnya, nasabah juga menolak moratorium klaim penebusan. Nasabah menolak putus kontrak.

“Kami menolak moratorium yang berlaku sejak 2018 itu. Kami gak sepakat itu. Karena nasabah sangat rugi,” tegasnya.

Priya pun meminta OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tegas. Karena, fungsinya sebagai pengawas keuangan.

“Harapannya OJK bisa tegas. Karena OJK beberapa kali kirim surat ke Bumiputera. Tetapi, tidak ada sanksi untuk direksi maupun komisaris,” bebernya mewakili nasabah.

“Bagi nasabah jelas aneh. UU tentang perasuransian nomor 40 itu jelas. Ketentuan pasal 28 ayat 2 bisa masuk pidana,” tambahnya.

Dia asuransi Bumiputera tidak ingkar dan polis segera cair. Sekaligus memperbaiki kinerja perusahaan Bumiputera.

Sementara itu Sugiarto Kasmuri, Kepala OJK Kota Malang sepaham. Dia sudah menampung semua permintaan nasabah. Dia juga menerima keterangan dari AJB Bumiputera.

“Mediasi dengan OJK. Tadi sudah kita terima di kantor kita. Rapat bersama Kepala Cabang Bumiputera. Intinya keinginan dari nasabah itu kami teruskan ke OJK pusat,” ujarnya.

Baca Juga : Tipu Nasabah 3 Miliar, Modus Iming-Iming Deposito.

Sugiarto menerangkan terkait penanganan itu secara nasional. Tidak per wilayah sesuai kewenangan.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Warga Binaan Lapas Lowokwaru Malang Produksi Makanan dan Minuman Ringan

Diterbitkan

,

Tim dari kampus UM menunjukan produk keripik pisang hasil produksi warga binaan Lapas 1 Malang (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas 1 Lowokwaru Malang memproduksi beraneka makanan dan minuman ringan.

Mahrus, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas 1 Lowokwaru Malang membenarkan. Produknya yang mereka hasilkan meliputi jamur, tempe, keripik pisang, kopi dan minuman herbal.

Produk tersebut merupakan hasil produksi dari warga binaan pemasyarakatan yang mengikuti program kegiatan kerja lapas kelas 1 Malang.

“Kami memiliki produk yang warga binaan pemasyarakatan hasilkan yaitu jamur, tempe dan kopi,” ujar Mahrus, Minggu (6/6).

Akan tetapi, Mahrus mengatakan bahwa produk-produk tersebut mengalami kendala dalam distribusi untuk menembus pasar.

“Karena produk panganan dan minuman ringan itu belum memiliki izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan izin halal,” jelasnya.

Terpisah, Asep Sunandar, selaku Kepala Program Studi S2 Pendidikan Khusus Universitas Negeri Malang (UM) mengamini.

Menurut Asep, keberadaan izin PIRT itu sangat berpengaruh terhadap daya serap pasar.

“Tentu konsumen akan lebih mempercayai produk yang sudah memilki izin PIRT, daripada yang tidak ada izin,” terang Ketua Tim Program Pengabdian Masyarakat di Lapas Lowokwaru itu.

Salah satu upaya UM adalah membantu memfasilitasi label produk lapas kelas 1 Kota Malang yaitu pemberian izin PIRT dan izin halal.

“Program ini merupakan keberlanjutan program pengabdian masyarakat tahun lalu di lapas yaitu pembuatan keripik pisang,” akhirnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

MG Motors Indonesia Perkenalkan Teknologi i-Smart Untuk Seri MG HS

Diterbitkan

,

MG Motors Indonesia Perkenalkan Teknologi i-Smart Untuk Seri MG HS
Mobil MG HS i-Smart di dealer MG Motors Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – MG Motors Indonesia perkenalkan teknologi i-smart untuk produk mobilnya, Rabu (2/6).

Perkenalan teknologi itu terjadi saat launching virtual serentak di lima kota, termasuk Malang. Direksi MG Motors memasang teknologi itu dalam seri MG HS.

Donald Rachmat, General Director GM Motors Indonesia, dalam siaran pers virtual, membenarkan. Ini merupakan varian terbaru dari MG HS, yaitu Magnify.

“Dengan MG HS i-Smart ini, kami yakin penggemar MG di Indonesia akan terus bertumbuh,” ujar Donald di Central Park Jakarta, Rabu (2/6).

Varian baru dari MG HS ini memiliki MG Pilot – ADAS. Ini termasuk mobil otonom dan implementasi teknologi MG i-SMART.

Implementasi teknologi cerdas meliputi Smart Drive, Smart Check, Smart Command dan Smart Connect.

Dengan ini, pengguna bisa menggunakan sejumlah fasilitas wireless. Arief Syarifudin, Marketin PR Director GM Motors Indonesia mengamini.

“Smart drive misalnya, bisa membantu pengendara di jalan. Ada sistem otomatis penyesuaian kecepatan bila ada kendaraan di depannya. Ada juga peringatan blindspot,” sambungnya.

Tetapi, selain semua fasilitas tersebut, spesifikasi dasar MG HS tetap ada.

Misalnya mesin turbo 1,5L, bucket seat dual-tone. Kemudian, 64-color ambient lights, serta lima moda berkendara dengan tombol Super Sport.

Dalam kesempatan peluncuran ini, MG Motors juga menawarkan layanan purna jual. Yaitu gratis biaya perawatan hingga 100.000 km atau 5 tahun.

Termasuk jasa dan suku cadang, serta garansi selama 5 tahun.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

OJK Malang Minta Korban Teror Rentenir Pinjol Ilegal Lapor Polisi

Diterbitkan

,

OJK Malang Minta Korban Teror Rentenir Pinjol Ilegal Lapor Polisi
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kasus guru TK di Malang hampir bunuh diri karena teror rentenir pinjaman online ilegal mendapat perhatian OJK.

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri meminta korban, siapa pun itu, melakukan tindakan hukum.

Jika ada nasabah pinjol ilegal yang mendapat teror dari rentenir, maka pihak nasabah jangan segan-segan melapor ke polisi.

“Misalnya, debt collector terus menghubungi beserta adanya ancaman atau tindak kekerasan lainnya. Maka masyarakat yang terjerat pinjol illegal tersebut dapat menghubungi polisi,” terangnya kepada Kabarmalang.com, Senin sore (17/5).

Begitu pula, misalnya ada masyarakat yang tidak merasa meminjam, tetapi mendapat teror oleh pinjol ilegal. Maka masyarakat bisa memberikan penjelasan kepada pihak pinjol ilegal.

“Tujuannya untuk melakukan klarifikasi pada penyelenggara Fintech Lending yang bersangkutan,” kata Sugiarto.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satgas Waspada Investasi berupaya menindak tegas setiap pelaku pinjaman online (pinjol) ilegal.

Dia bersama instansi terkait di dalam satgas melakukan langkah-langkah preventif. Mereka juga saling berkoordinasi dalam rangka penegakan hukum terhadap pinjol illegal.

“OJK bersama dengan Cyber Patrol Kepolisian Republik Indonesia secara rutin melakukan pemantauan terhadap Fintech peer to peer Lending ilegal. Kami juga aktif melakukan pemblokiran,” ujar Sugiarto.

Satgas sudah meminta kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening pinjol tanpa rekomendasi OJK.

“Perbankan juga harus mengonfirmasi kepada OJK terkait rekening existing yang terduga penggunannya untuk kegiatan fintech lending ilegal,” jelasnya.

Kabar Lainnya : Tertekan Pinjaman Online, Warga Blimbing Lakukan Percobaan Bunuh Diri.

Sugiarto mengatakan total entitas pinjol ilegal sejak awal 2018 sampai April 2021 sebanyak 3.193 entitas.  

Selain itu, OJK juga melakukan koordinasi untuk upaya-upaya lainnya. Yakni mengumumkan kepada masyarakat tentang daftar nama perusahaan Fintech Peer to Peer Lending Ilegal melalui situs www.ojk.go.id.

“Lalu mengajukan blokir website dan aplikasi  secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik  Indonesia,” terangnya.

“Kemudian OJK menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk penegakan  hukum,” sambungnya.

OJK dan kepolisian bersama – sama melakukan sosialisasi soal pinjol kepada masyarakat melalui media, seminar kampus, ataupun komunitas tertentu mengenai Financial technology.

Sebelum ini, seorang guru TK di Malang menjadi korban teror rentenir pinjol ilegal. Bunga pinjamannya dari Rp 2 jutaan menggelembung hingga Rp 40 juta.

Akibatnya, korban frustasi dan hampir bunuh diri.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com