Connect with us

COVID-19

PPKM Mikro, Forkopimda Kabupaten Malang Seleksi RT RW Terpapar Covid-19

Diterbitkan

,

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Forkopimda Kabupaten Malang saat ini tengah mendata jumlah RW dan RT untuk persiapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro sebagaimana intruksi Menteri Dalam Negeri nomor 3 tahun 2021.

“Sebenarnya mulai hari ini (Senin, 8/2) sudah berlaku PPKM Mikro. Namun efektif mulai besok (Selasa, 9/2),” ungkap Wakil Komandan Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, AKBP Hendri Umar.

“Kita masih mendata jumlah RT dan RW di Kabupaten Malang. Total ada 17 ribu RT dan RW di Kabupaten Malang,” sambungnya.

Hendri memastikan besok, Selasa (9/2/2021) jumlah RT dan RW yang menjadi prioritas untuk penerapan PPKM sudah terdata.

“Garis besarnya jika ada RT atau RW yang terdapat pasien positif sebanyak 1 sampai 5 orang maka dianggap zona merah,” ujarnya.

“Kalau jumlahnya ada 5 sampai 10 orang maka masuk zona orange. Sedangkan kalau jumlahnya lebih dari 10 orang maka masuk zona merah,” tuturnya.

Maka, lanjut Hendri RT dan RW itu lah yang nanti bakal prioritas untuk penerapan PPKM.

“Salah satu yang pasti bakal penerapan PPKM kemungkinan adalah RW 4 Desa Kalirejo, RW 1 Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang,” terangnya.

Kemudian, beberapa RW di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau. Juga beberapa RW di beberapa Desa yang ada di Kecamatan Dampit.

Bagi beberapa RW dan RT yang akan PPKM tersebut, maka petugas kepolisian, TNI, dan Satpol PP Kabupaten Malang bersama dengan masyarakat setempat bakal memperketat pembatasan selama masa PPKM.

“Kita juga akan memperkuat kembali program Kampung Tangguh di RW yang menerapkan PPKM tersebut. Jadi nanti yang kesulitan dalam hal perekonomian maka akan kita bantu, bahan pangan dan kesehatannya,” tutup Hendri.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

KAI Daop 8 Surabaya Tambah Stasiun Pemeriksaan GeNose

Diterbitkan

,

KAI Daop 8 Surabaya Tambah Stasiun Pemeriksaan GeNose
Layanan Stasiun Kota Baru Malang ketambahan pemeriksaan GeNose. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – KAI Daop 8 Surabaya menambah 2 stasiun pemeriksaan GeNose. Sebelumnya, layanan ini hanya tersedia di Stasiun Surabaya Pasarturi.

Sekarang dua stasiun KAI Daop 8 Surabaya melayani GeNose. Yaitu Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Kota Baru Malang.

“Penambahan stasiun pemeriksaan GeNose C19 merupakan peningkatan pelayanan. Dalam rangka pemenuhan persyaratan perjalanan kereta api,” ujar Manajer Humas Daop 8 Luqman Arif, Sabtu (27/2).

Kabar Lainnya : Daop 8 Selidiki Gerbong Kotalama Jalan Sendiri.

GeNose di Gubeng tersedia mulai pukul 07.00 sampai 18.00. Sementara, Stasiun Kota Baru menyediakan GeNose sampai 16.00. Layanan ini berlaku setiap hari dengan biaya Rp 20.000.

Layanan GeNose C19 merupakan hasil sinergi BUMN. Yakni antara KAI dan Rajawali Nusantara Indonesia. Serta Universitas Gadjah Mada.

Ini karena pelanggan jarak jauh wajib negatif GeNose C19. Atau rapid test antigen atau RT-PCR.

Sampelnya maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan. Sementara, keberangkatan saat libur panjang maksimal 1 x 24 jam.

Balita di bawah lima tahun tidak wajib GeNose. Syarat pemeriksaan GeNose di stasiun adalah memiliki tiket. Atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas.

Calon penumpang juga pantang merokok, makan, dan minum. Ini untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19.

Saat pelaksanaan, calon penumpang harus meniup kantong hingga penuh. Kemudian, mengikuti arahan petugas atau petunjuk di lokasi pemeriksaan.

KAI memastikan pelanggan harus dalam kondisi sehat. Serta, memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah.

Layanan Genose C19 memang terjangkau bagi masyrakat. Tetapi, KAI Daop 8 Surabaya juga menyediakan tes antigen. Dengan harga Rp 105.000.

“Jadi pelanggan bisa memilih. Ingin menggunakan layanan rapid test antigen atau GeNose C19,” pungkas Luqman.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Operasi Yustisi Mergosono Kedungkandang Jaring 14 Pelanggar

Diterbitkan

,

Operasi Yustisi Mergosono Kedungkandang Jaring 14 Pelanggar
Operasi yustisi Mergosono Kedungkandang Kota Malang saat menjaring pelanggar. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM –Sebanyak 14 orang terjaring operasi yustisi di Mergosono Kedungkandang. Sabtu (27/2), belasan orang itu kedapatan tak bermasker.

Ada juga yang tidak menggunakan helm saat berkendara.  Mereka terjaring di depan SDN Mergosono Jalan Kolonel Sugiono.

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Mergosono pun menggiring pelanggar. Mereka juga memberi teguran dan sanksi kepada pelanggar.

Kabar Lainnya : PPKM Mikro, Operasi Yustisi Kota Malang Blusukan Ke Kampung Celaket.

Selain itu, aparat memberikan masker secara gratis. Dengan imbauan, masyarakat jangan pernah keluar rumah tanpa masker.

Operasi yustisi Mergosono terdiri dari aparat gabungan TNI-Polri. Serta, anggota kecamatan dan kelurahan setempat.

Kabar Lainnya : Razia Madyopuro, Operasi Yustisi Tegur Warga Tak Bermasker.

Kanit Lantas Polsek Kedungkandang, Iptu Sutadi membenarkan. Dia menyebut operasi yustisi Mergosono menyasar warga tak bermasker.

Targetnya, operasi yustisi bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab masyarakat. Sehingga, masyarakat terlindungi dari penyebaran covid-19.

Kabar Lainnya : Forpimcam Sukun Kota Malang Gelar Operasi Yustisi.

“Kami juga harus melaksanakan operasi dengan tanggung jawab. Supaya, protokol kesehatan terlaksana di tengah masyarakat Kedungkandang,” ujar Sutadi.

Dia pun berharap operasi yustisi ini bisa efektif. Karena, tren masyarakat Kota Malang sendiri terus membaik.

Kabar Lainnya : Operasi Yustisi Lowokwaru, 12 Pelanggar Terjaring.

“Harapannya bisa memutus rantai penyebaran covid-19 di Kota Malang. Khususnya masyarakat Kecamatan Kedungkandang,” tambahnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Vaksinasi Tahap Kedua Kabupaten Malang Target 20.300 Orang

Diterbitkan

,

Vaksinasi Tahap Kedua Kabupaten Malang Target 20.300 Orang
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Vaksinasi covid-19 tahap kedua Kabupaten Malang sudah mulai. Sejak Kamis (26/2), Pemkab melaksanakan suntik vaksin.

Dengan sasaran, tenaga kesehatan yang belum mendapatkan vaksinasi. Kemudian, TNI, Polri, guru dan wartawan di Kabupaten Malang.

obyek penyuntikannya adalah 20.300 orang. Sehingga, Pemkab Malang mempersiapkan 4.060 vial.

Kabar Lainnya : Vaksinasi Tahap 2 Kota Malang, Suntik 9873 Guru TK Sampai SMP.

“4.060 vial itu untuk 40.600 suntik vaksin. Kalau dua kali suntikan berarti ada 20.300 orang,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, Sabtu (27/2).

Kabar Lainnya : Bupati Malang Sanusi Minta Penerima Vaksin Tidak Tiru Raffi Ahmad.

Saat ini Pemkab Malang masih pendataan vaksinasi tahap kedua. Hasilnya, nakes yang belum vaksin 3.000.

Selanjutnya TNI ada kurang lebih 1300. Setelah itu Polri 1.300 juga.

“Kemudian guru. Prioritas pertama adalah empat itu. Wartawan juga di dalamnya,” jelasnya.

Kabar Lainnya : Jajaran Polres Malang Mulai Jalani Vaksinasi Covid-19.

Suntik vaksin itu terjadwal mulai Kamis (25/2). Pemprov mendistribusikannya ke Pemkab pada Rabu (24/2).

“Kamis baru vaksinasi tahap kedua. Nakes sampai tiga hari, Kamis, Jumat, Sabtu. Kemudian Senin (1/3) mulai TNI Polri, selanjutnya guru,” terangnya.

Kabar Lainnya : Vaksinasi Guru Tuntas, Kota Malang Siapkan Sekolah Tatap Muka Juli.

Sedangkan, jenis suntik vaksin adalah buatan Sinovac Biotech. Sehingga kemasannya berbeda dengan kemasan yang pertama. Kemasannya sekarang satu vial untuk sepuluh suntikan.

“Sementara, tahap II ini, vaksin Sinovac Bio Farma. Cuma beda kemasan,” pungkasnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com