Connect with us

Edukasi

Dindikbud Kota Malang Gerak Cepat Wujudkan Sekolah Penggerak

Diterbitkan

,

Dindikbud Kota Malang Gerak Cepat Wujudkan Sekolah Penggerak
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Dra. Sri Ratnawati (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COMKemendikbud menunjuk Dindikbud Kota Malang merintis sekolah penggerak. Pemkot Malang langsung  bergerak cepat mewujudkannya.

Plt Kepala Dindikbud Kota Malang, Dra. Sri Ratnawati membenarkan. Saat ini dia sudah melakukan sejumlah persiapan.

“Untuk sekolah penggerak. Pertama, kita sudah memenuhi persyaratan. Karena, daya dukung pembiayaan antara pusat dan daerah,” ujar Ratna kepada wartawan, Jumat (5/2).

Ratna belum bisa merinci berapa besaran jumlah anggaran sekolah penggerak. Karena masih dalam proses penghitungan.

“Bagaimanapun juga, saya akan matur ke pimpinan. Dengan peta lokasi yang kita punyai dan anggaran yang ada,” jelasnya.

Sebelum tanggal 6 Maret 2021, Dindikbud akan mengirim surat dan mengajukan ke pemerintah pusat. Agar bisa melaksanakan sekolah penggerak di Kota Malang.

Dia juga masih akan rapat dengan Dewan Pendidikan Kota Malang. Termasuk, rapat dengan para kepsek untuk membahas sekolah penggerak.

“Saya perlu duduk bareng Kepsek, karena mereka yang tahu. Insyaallah tahun ini terealisasi. Saya berupaya, mohon dukungannya ya,” ujarnya.

Baca Juga : Sutiaji Kukuhkan 11 Anggota Dewan Pendidikan Kota Malang.

Pemerintah juga akan mendampingi sekolah penggerak selama 3 tahun. Kemudian, komitmen dari Pemda tidak memutasi guru atau kepala sekolah paling tidak selama 4 tahun.

“Harapannya supaya berkelanjutan. Pendampingannnya ke sekolah penggerak se-Indonesia. Hanya di 34 Provinsi dan 111 kabupaten/kota,” terangnya.

Ratna menuturkan untuk sekolah penggerak akan meliputi dari PAUD, SD, SMP, SMA, dan SLB. Untuk daftar nama sekolah di Kota Malang masih dalam pembahasan.

“Daftar sekolah yang akan mengaplikasikan sekolah penggerak, masih akan koordinasi dengan para kepala sekolah dan pengawas. Nanti kita evaluasi ” jelasnya.

Ratna menjelaskan bahwa sekolah penggerak berbeda dengan sekolah unggulan. Sebab, sekolah penggeraka mengkolaborasikan siswa, guru, dan lingkup sekolah yang ada.

“Jadi potensi apa yang ada itu akan kami gali menjadi unggulan di situ. Semuanya mempunyai spesifikasi masing-masing sesuai dengan lingkungan yang ada di situ,” tuturnya.

Sekolah penggerak berupaya mengoptimalkan peran siswa dalam pembelajaran. Pola seperti itu sebenarnya sudah teraplikasikan di Kota Malang.

“Misalnya, tidak ingin pembelajaran di dalam satu ruang. Kita kan sudah lama melakukan moving class. Juga, siswa untuk belajar bersama kita kan sudah ada,” katanya.

Ratna jug mengatakan sekolah penggerak tidak akan mempengaruhi PPDB. Karena PPDB sudah ada dalam Permendikbud Nomor 1 2020.

“Sekolah penggerak kan juga melingkupkan apa yang sudah ada di lingkungan situ. Nanti kan PPDB juga gitu, sistem zonasi,” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Lima Karya Periset UB Masuk Program Inovasi Indonesia 2020

Diterbitkan

,

Lima Karya Periset UB Masuk Program Inovasi Indonesia 2020
Karya Prof Aulanni’am yaitu alat deteksi penyakit tiroid autoimun rapid test TPO dan TSHR untuk ibu hamil. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Lima karya periset UB masuk daftar terobosan kelas nasional. Yaitu, daftar Business Innovation Center-Kemenristek Program Inovasi Indonesia 2020.

Lima karya periset UB terpilih dari 412 proposal yang ada. Sementara, lainnya berasal dari kampus, badan penelitian pemerintah maupun swasta.

Total karya yang terpilih sebanyak 112 Inovasi Indonesia 2020. Pemilihan ini didasarkan beberapa tahapan secara online.

Kabar Lainnya : Sutiaji: Inovasi Harus Terus Kita Tingkatkan Demi Meningkatkan Pelayanan Terbaik.

Ada pula klarifikasi dalam penetapan inovasi. Setiap inovasi terpilih berkesempatan mendapatkan mediasi/intermediasi. Selanjutnya, ada dorongan hilirisasi produk inovasi menuju industri.

Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof Dr Aulanni’am drh DES membenarkan. Dia berharap periset civitas akademika UB terus berkarya. Serta, menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“UB juga sudah mempunyai tahapan bagus tentang manajemen inovasi. Kami pun memiliki tahapan hilirisasinya,”katanya, Senin (8/3).

Program Inovasi Indonesia pertama kali meluncur tahun 2008. Tahun ini merupakan tahun ke-12 dengan peluncuran 112 Inovasi Indonesia.

Sementara itu, berikut lima karya inovator UB yang terpilih.

Kabar Lainnya : Hari Ini, Bapaslon SanDi Daftar ke KPU.

Yakni, Dr Anang Lastriyanto dengan Technology Four in One pada Pengolahan Madu (Ketahanan Pangan).

Kemudian, Sasongko Aji Wibowo, STP melalui Inovasi Peningkatan Jumlah Umbi dengan Teknologi Pengerat Bibit Singkong (Ketahanan Pangan).

Selanjutnya Prof Dr Aulanni’am drh DES, dkk dengan inovasi Alat Deteksi Dini Penyakit Tiroid Autoimun Menggunakan Rapid Test TPO dan TSHR untuk Ibu Hamil: Menuju Peningkatan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing (Teknologi Kesehatan dan Obat-Obatan).

Kabar Lainnya : Polresta Makota Resmikan 4 Terobosan Pelayanan Masyarakat.

Setelah itu, inovasi Prof Dr dr Djanggan Sargowo SpPD Sp.JP(K) dan dr. Ardian Rizal SpJP(K). Yaitu, Pengembangan Potensi Polisakarida Peptida dari Ekstrak Miselia Ganoderma lucidum sebagai Upaya Pencegahan Sekunder dan Perbaikan Kualitas Hidup Pasien NSTEMI, STEMI dan Gagal Jantung (Teknologi Kesehatan dan Obat-Obatan).

Terakhir, inovasi Vian Dedi Pratama, dkk. Dengan Mesin Penetas Telur Penyu Otomatis (Matigator) Rekayasa Jenis Tukik Jantan dan Betina Berbasis Android.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Rektor Unira Hasan Abadi Meninggal

Diterbitkan

,

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un, Rektor Unira Hasan Abadi Meninggal
Hasan Abadi saat bersama Ketua GP Ansor Kabupaten Malang. Husnul Hakim. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. Rektor Universitas Raden Rahmat (UNIRA), Dr Hasan Abadi MAP meninggal dunia.

Berdasarkan informasi kepada Kabarmalang.com, Hasan Abadi meninggal Senin (8/3). Dia mengembuskan napas terakhir dini hari, pukul 03.30.

Hasan Abadi meninggal setelah perawatan di rumah sakit. Dia tiada karena menderita penyakit komplikasi.

“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. Telah meninggal sahabat kami, Cak Hasan Abadi. Awalnya sakit liver, kemudian komplikasi,” ungkap Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim, Senin (8/3).

Husnul mengaku kehilangan atas kepergian Hasan Abadi. Karena, Hasan merupakan salah satu sosok yang banyak berkontribusi kepada organisasi NU Kabupaten Malang.

“Masifnya gerakan NU di Kabupaten Malang salah satunya adalah hasil dari buah tangan dingin Cak Hasan Abadi. Dia adalah sosok organisator sejati bagi saya,” bebernya.

Begitupun kepada kader-kader NU, menurut Husnul, Hasa Abadi kerap memberikan arahan.

“Beliau salah satu orang yang kerap mengayomi kita sebagai kader-kadernya. Memberi arahan. Termasuk sepanjang saya menjadi Ketua Ansor Kabupaten Malang,” ujarnya.

Kabar Lainnya : Pemda Provinsi Jabar Luncurkan Program Ajengan Masuk Sekolah.

Dalam dunia pendidikan, Hasan Abadi adalah salah satu sosok yang berkontribusi besar. Dia adalah inisiator dari berdirinya SMK Cendika Bangsa, Kepanjen.

Kabar Lainnya : Rektor UT Minta Maaf Server Ujian Down.

“Termasuk berubahnya UNIRA dari Stai ke Universitas. Itu juga merupakan hasil jerih payah dia sebagai Rektor,” pungkasnya.

Hasan Abadi sendiri lahir dari keluarga sederhana. Orang tuanya adalah petani desa asal Wajak.

Sebagai Arek Malang asli, Hasan Abadi juga sekolah di Malang. Dia alumnus SMAN 5 Kota Malang.

Tetapi, masa muda Hasan Abadi sudah penuh perjuangan. Saat SMA, dia berjualan lesehan atau asongan di pinggir jalan.

Hasan Abdi juga pernah menjadi Ketua Assosiasi Pedagangan Lesehahan Merdeka Timur, Kota Malang.

Kabar Lainnya : Warga Keluhkan Penutupan Kayutangan.

Alumnus Universitas Brawijaya ini pun aktivis. Saat S2 di UB, Hasan Abadi adalah ketua ikatan mahasiswa pascasarjana. Dia juga aktif di Ansor.

Setelah itu, Hasan Abadi mendapat beasiswa kuliah S3 di UIN.  Saat itu, pria kelahiran 7 Agustus 1975 ini mulai mengajar di STIT Raden Rahmat (Sekarang UNIRA).(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

ITN Malang Pelopori Pembangunan PLTS 500 KWP Di Kampus 2

Diterbitkan

,

ITN Malang Pelopori Pembangunan PLTS 500 KWP Di Kampus 2
Prof Abraham Lomi saat menjelaskan pembangunan PLTS di kampus 2 ITN Malang, Karanglo. (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COMITN Malang mempelopori pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Jumat siang (5/3), ground breaking PLTS terhelat di kampus 2 ITN.

Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE membenarkan. PLTS ini merupakan yang pertama di pulau Jawa.

Tetapi, di seluruh Indonesia, ITN menjadi yang kedua. Karena, PLTS pertama sudah terbangun di Institut Teknologi Sumatera. Kekuatan energinya sekitar 500 KWP.

PLTS ini nantinya tak hanya bermanfaat untuk ITN saja. Namun, ITN akan mengekspor energi sisanya untuk PLN.

Sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya. ITN bekerjasama dengan BUMN untuk pembangunan PLTS ini.

“Yakni PT Wijaya Karya dan juga PT Sun Energi. Kita punya lahan yang luas. Sehingga kemudian jadilah ini. Untuk proses pembangunan sekitar 4 bulanan,” jelasnya di kampus 2 ITN, Karanglo, Singosari.

Dia akan membangun sebuah kampus yang terintegrasi. Tentu energi yang ada tak mencukupi. Sehingga, tak menutup kemungkinan ITN akan menambah 500 KWP.

“Tetapi kembali lagi, PLTS bukan hanya untuk kebutuhan kampus. Bisa juga untuk riset mahasiswa dan dosen serta kampus lain,” ujarnya.

“Kami nantinya juga akan memberikan pelatihan manajemen energi. Terutama kepada daerah-daerah yang memiliki pembangkit seperti ini,” beber sabuk hitam Shorinji Kempo itu.

Direktur Operasi II PT Wijaya Karya ( Tbk) Harum Ahmad Zuhdi sepakat. PT ini adalah leader dalam renewable energi.

Bangsa Indonesia juga memiliki potensi energi terbarukan yang besar. Indonesia harusnya tidak hanya raja energi surya lewat PLTS. Tetapi juga geotermal dan lainnya.

“Saya tentu akan meng-campaign itu. Masak Indonesia nggak bisa menguasai itu. Padahal Indonesia ada semua. Tugas saya memprovokasi provider untuk membangun di Indonesia,” ungkapnya.

PLTS seperti di ITN akan memajukan bangsa. Berbagai macam pembangunan semakin mudah dengan melimpahnya energi.

Kabar Lainnya : Sutiaji Resmikan Listrik Surya Atap di SMPN 3 Malang.

Sementara, perwakilan PT Sun Energy, Reynaldi Wijaya menambahkan. PTLS akan terbangun secara on grid.

Sistem On-Grid merupakan sistem fotovoltaik. Yang hanya menghasilkan daya ketika jaringan utilitas PLN tersedia.

Sistem ini harus terhubung ke grid agar berfungsi. Kelebihan daya akan kembali ke sistem jaringan.

Misalnya, sel surya PLTS memproduksi daya berlebih. Sehingga ada surplus untuk penggunaan nanti.

Sistem On-Grid merupakan sistem paling sederhana. Sistem ini juga paling hemat biaya untuk menginstal energi panel surya. Tetapi sistem ini tidak memberikan daya cadangan selama pemadaman.

“Kapasitasnya tentu bisa expand lagi. Tergantung kemampuan kampus,” jelasnya.

Investasi PLTS ini sekitar Rp 7 miliar. PT Sun Energi juga akan mengeluarkan investasi penuh.

Sehingga kampus sama sekali tidak mengeluarkan dana. Tetapi kampus bertanggung jawab terhadap biaya operasional PLTS.

“Nanti kelebihan dayanya, kita akan ekspor ke PLN. Kita jalin kerjasama,” pungkasnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com