Connect with us

Gaya Hidup

TP PKK Kota Malang Gencar Perangi Kanker Serviks

Diterbitkan

,

Foto: Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kanker serviks masih menjadi momok bagi wanita. Tim penggerak PKK Kota Malang pun getol memeranginya.

Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji membenarkan. Dalam hari kanker sedunia (4/2), Widayati menyatakan tekadnya.

PKK Kota Malang akan getol deteksi penyakit ini. Serta sosialisasi tentang kanker serviks.

“Kita TP PKK sangat peduli terhadap wanita-wanita khususnya di Kota Malang ini. Agar terhindar dari kanker serviks,” ujar Widayati kepada Kabarmalang.com, Kamis (4/1).

Untuk itu, TP PKK Kota Malang rajin berkolaborasi. Misalnya dengan RS Melati Husada.

PKK mengadakan kegiatan Pap Smear atau deteksi kanker serviks. Ini tergelar di akhir tahun 2019 hingga awal 2020.

“Itu sasarannya ASN di Kota Malang. Kita juga bekerja sama dengan Persid Kartika Candra Kirana. Bhayangkari juga. GOW (Gabungan Organisasi Wanita),  dan Dharma Wanita,” jelasnya.

Bu Wid, sapaannya, bersyukur karena antusiasme wanita. Tiap sosialisasi tergelar, peserta mencapai 600 orang. Itu tanda info soal kanker serviks penting.

“Selanjutnya, agenda deteksi kanker serviks akan kami agendakan di tahun 2021. Rencananya akan menggandeng RS lainnya. Sambil melihat kondisi, karena sedang pandemi,” tambahnya.

TP PKK Kota Malang juga selalu sosialisasi tentang kanker serviks di setiap giat mereka.

“Kita selalu sosialisasi kanker serviks. Ketika ada pertemuan di manapun tempatnya. Karena kanker serviks itu kasus nasional,” tuturnya.

Sosialisasi dalam bentuk edukasi secara blusukan dan melalui webinar. Sasarannya adalah orang tua dan remaja.

“Kami gencarkan, karena sangat penting edukasi tentang kesehatan untuk dinding rahim. Dan banyak masyarakat kita tidak memahami hal itu,” ungkapnya.

Bu Wid menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan-kegiatan tersebut  untuk meningkatkan kesehatan perempuan di Kota Malang.

“Saya sebagai seorang ibu dan perempuan, berharap penyakit kanker serviks bisa segera berkurang,” katanya.

Karena itu dia mengajak semua masyarakat mengantisipasi kanker serviks. Dengan cara saling menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gaya Hidup

Raja Dangdut Rhoma Irama Kalah Gugatan Hak Cipta Vs Sandi Record

Diterbitkan

,

Raja Dangdut Rhoma Irama Kalah Gugatan Hak Cipta Vs Sandi Record
Rhoma Irama, penyanyi dangdut senior Indonesia. (Foto : Getty Images)

 

KABARMALANG.COM – Raja dangdut Rhoma Irama kalah dalam gugatannya terhadap PT Sandi Record sebesar Rp 1 miliar.

Rhoma Irama menggugat karena menganggap Sandi Record mengunggah 30 lagu si Raja Dangdut ke YouTube tanpa izin.

Dalam persidangan di Pengadilan Niaga Surabaya, majelis hakim menilai PT Sandi Record tidak melakukan pelanggaran hak cipta.

“Mengadili, menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 539.000,” ucap majelis hakim sebagaimana lansiran SIPP PN Surabaya,Senin (19/4).

Majelis hakim berpendapat, gugatan hak cipta Rhoma Irama tidak beralasan hukum. Pasalnya, hakim menganggap PT Sandi Record sudah membayar izin pakai lagu senilai Rp 533 juta.

Pembayaran tersebut untuk izin pakai 72 lagu. Harga lagu, rata-rata Rp 7,5 juta per paket yang berisi 10 lagu.

Kemudian, lagu-lagu itu lantas masuk produksi, kemudian PT Sandi Record mengunggahnya ke YouTube.

Sandi Record menyelesaikan pembayaran lagu sejak 2007 hingga 2011. Ini sebelum Sandi memproduksi dan mengunggahnya di YouTube.

”Oleh karena gugatan penggugat tidak beralasan hukum, maka harus ditolak,” kata hakim.

Sementara itu, Rachmat Idisetyo, Kuasa Hukum Hak Cipta PT Sandi Record mengamini.

Kasus Rhoma Irama ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat, khususnya insan musik Indonesia terkait hak cipta.

Menurutnya, UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta pada dasarnya sudah bagus dan lengkap.

Namun permasalahannya, terdapat kekurangan dalam hal peraturan pelaksana yang ada di peraturan Pemerintah maupun Menteri, dalam hal ini adalah Kemenkumham.

“UU ini mengalami banyak multitafsir terkait hak cipta. Dalam hal ini contohnya fiksasi atau mastering pada label musik,” jelas alumni Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo Surabaya itu.

Rachmat Idisetyo, Kuasa Hukum Hak Cipta PT Sandi Record. (Foto : Istimewa)

Fiksasi yang tertulis di UU Hak Cipta adalah perekaman suara yang dapat didengar, perekaman gambar atau keduanya yang dapat dilihat, didengar, digandakan atau dikomunikasikan melalui perangkat apapun.

Launching Portal Berita, Sutiaji Duet bersama Elvy Sukaesih.

Pada kasus ini, pihak Rhoma Irama berpendapat, Sandi Record telah merekam atau membuat konten fiksasi atas VCD.

Sehingga, masternya hanya boleh untuk VCD tidak boleh untuk kegiatan lainnya (misalnya performing rights).

VCD sendiri termasuk mechanical rights dan itu tidak boleh untuk performing rights maupun platform digital.

Padahal, ketika fiksasi mendapat izin pihak pencipta, maka itu sudah termasuk 3 kegunaan mechanical rights, performing rights dan platform digital.

Rachmat menuturkan, sekalipun fiksasi sudah mencakup mechanical rights, performing rights dan platform digital, hak ekonomi pencipta adalah hal yang berbeda.

“Itu yang membedakan pendapat antara tim kuasa hukum Sandi Record dan tim Rhoma Irama,” tegas Rachmat.

Untuk pengumuman ciptaan atau performing rights, maka pencipta bisa meminta lewat Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dan untuk komunikasi digital baru berbeda.

Kemudian, dalam kasus ini, Rhoma Irama telah menguasakan hak ekonominya lewat PT. Arga Swara Kencana Musik.

”Saya bersyukur hakim sudah memberikan putusan yang adil,” ujar pria yang mengaku sebagai penggemar berat Rhoma Irama ini.

Secara pribadi, Rachmat Idisetyo mengaku kesulitan. Pasalnya, ia berhadapan dengan idolanya namun dalam kondisi yang tidak ideal.

Kendati demikian, ia berupaya tetap profesional. Rachmat menegaskan, pengetahuan dan pemahaman tentang hak cipta harus lurus.

“Publik harus memahami persoalan ini secara luas sebagai pembelajaran, khususnya para pegiat industri musik supaya tidak terulang kembali kejadian serupan di kemudian hari,” tegas dia.

Sementara itu, Pengacara Hak Cipta Rhoma Irama, Hulviam Pratama, yang hadir di persidangan belum dapat berkomentar seusai sidang.

Dia harus berkoordinasi dengan timnya dan belum memastikan apakah akan mengajukan kasasi atau tidak. ”Saya belum dapat memberikan komentar,” akhirnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Gaya Hidup

Tips Menjalankan Ibadah Puasa Pasien OTG Covid-19 Ala Kemenag

Diterbitkan

,

Tips Menjalankan Ibadah Puasa Pasien OTG Covid-19 Ala Kemenag
Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Musta'in (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COMKemenag Kabupaten Malang membagi tips menjalankan ibadah puasa bagi pasien OTG covid-19.

Karena, tinggal menghitung hari, umat Islam sebentar lagi akan menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Warga yang terkonfirmasi positif covid-19 tetap bisa menjalankan ibadah puasa.

Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Musta’in membenarkan. Dia pun membagi tips menjalankan ibadah puasa bagi pasien OTG covid-19.

Agar imun tetap terjaga meski menjalani ibadah, Musta’in menyarankan masyarakat makan dengan makanan yang bergizi dan penuh vitamin, baik saat sahur maupun buka puasa.

“Tips lainnya juga, agar sahur di akhir waktu sahur. Misalnya ketika waktu imsak kurang 5 menit,” tuturnya, Kamis (8/4).

Kabar Lainnya : Tips Lolos Tes CPNS, Konten Andalan Dosendeso.

Setelah itu, dia memberi tips lainnya bagi OTG untuk puasa. Yaitu, dia meminta pasien OTG tidak terlelap usai makan sahur.

“Usai sahur jangan tidur kembali, tetapi bisa menunggu waktu subuh, kemudian jalan-jalan,” ringkasnya.

Selama kondisi pasien OTG normal, mereka bisa menjalani puasa. Sebaliknya, pasien yang mengalami gejala covid-19, boleh meninggalkan puasa.

“Kecuali bagi pasien yang Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Mereka kan mengalami sakit dan di rumah sakit. Jadi boleh meninggalkan puasa,” ungkapnya.

Sementara vaksin juga tetap bisa berjalan meski tengah menjalani ibadah puasa. Dia menegaskan vaksinasi tidak membatalkan puasa.

Sebab, menurutnya vaksinasi masuk ke tubuh dengan cara suntik. Vaksinasi tidak terjadi melalui saluran yang membatalkan puasa.

“Biasanya orang yang usai vaksin lapar atau mengantuk. Maka sebaiknya tidak beraktivitas yang berat-berat dan beristirahat, agar ibadah puasanya tetap terjaga,” tutup Musta’in.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Gaya Hidup

Coki Muslim MLI Eksplorasi Keangkeran Wisma Tumapel Malang

Diterbitkan

,

Coki Muslim MLI Eksplorasi Keangkeran Wisma Tumapel Malang
Wisma Tumapel di Jalan Tumapel 1, Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Duo musuh masyarakat, Coki Pardede dan Tretan Muslim pentolan Majelis Lucu Indonesia (MLI) bertandang ke Kota Malang, Rabu (31/3) lalu.

Keduanya datang ke Kota Malang untuk membuktikan keangkeran Wisma Tumapel dalam ekspedisi tur Fix Serem Experience.

Fix Serem sendiri adalah konten dari Coki – Muslim di channel youtube MLI. Fix serem adalah konten horor dengan bumbu komedi, berupa uji nyali, ekspedisi hantu, dan roasting makhluk halus.

Gianluigi Christoikov, Talent dan General Manager MLI membenarkan. Fix serem experience adalah event untuk para penonton bisa melihat langsung syuting konten fix serem.

“Kan sebenarnya MLI punya konten namanya Fix Serem. Viewernya makin oke tembus satu jutaan. Banyak netizen yang komen itu settingan,” ujar Gian, sapaannya, kepada Kabarmalang.com, Jumat (2/4).

“Akhirnya kita kepikiran bikin acara yang membuktikan kalau fix serem itu bener. Makanya kita bikin event yang menawarkan experience tertentu buat seseorang,” tambahnya.

Fix serem experience MLI edisi perdana menyasar empat kota. Ada 5 titik ekspedisi dalam acara itu. Jadwalnya marathon selama 6 hari, mulai dari 28 Maret hingga 2 April 2021.

Yakni mulai dari Kota Bandung, lalu ke Kota Malang. Kemudian ke Kota Surabaya, dan berakhir di Kota Semarang. Untuk Kota Malang, MLI memilih lokasi Wisma Tumapel.

Wisma Tumapel yang terkenal angker berada di Jalan Tumapel. Lokasinya tidak jauh dari Alun-Alun Tugu Kota Malang. Wisma sudah berdiri sejak jaman kolonial, dan saat ini tak berpenghuni.

Dalam fix serem experience MLI, ada dua kategori tontonan. Ada tontonan offline dan online. Untuk yang offline bisa menonton langsung konten fix serem di TKP.

“Untuk yang offline kami kasih kuota maksimalnya 20 penonton di tiap kota. Kota Malang sendiri ada 18 penonton yang ikut,” terangnya.

Kabar Lainnya : Komika MLI ‘Koesroeh’ di Malang.

Gian membeberkan alasan memilih lokasi ekspedisi di tiap kota. MLI memilih legenda yang ada di tiap daerah, sejauh apa lokasi itu seram.

“Kalau Kota Malang, waktu kita searching di Google itu Wisma Tumapel termasuk yang horor dan punya nilai historis yang cukup kuat,” ungkap alumni SUCI 3 Kompas TV tersebut.

Wisma Tumapel dipilih agar spot horor di tiap kota bisa bervariasi. Karena, Kota Bandung sudah memiliki dua titik, di pabrik dan eks tempat wisata. Surabaya fix serem MLI di perumahan dan Semarang di hotel.

Fix serem experience MLI Kota Malang mulai pukul 10 malam, Rabu (31/3). Ada challenge dari Coki dan Muslim bersama Apri sebagai dukun kepada 18 penonton yang hadir.

“Mereka kami kasih tahu tentang sejarah Wisma Tumapel. Kemudian mereka ada kesempatan untuk mengeksplor sendiri. Kami kasih challenge  main petak umpet juga,” terangnya.

Dalam episode Kota Malang itu, Dani SUCI 5 Kompas TV, komika penyandang disabilitas datang sebagai bintang tamu.

Ada juga Gilang Juragan 99 bersama sang istri yang mencoba uji nyali.

“Dalam fix serem experience MLI, kami tawarkan suguhan yang berbeda dari konten Fix Serem sebelumnya. Coki – Muslim juga coba memunculkan sosok noni Belanda penunggu wisma tumapel itu,” akhirnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com