Connect with us

Pemerintahan

Kunjungan Wisata Kota Malang 2020 Jeblok Sampai 66,8 Persen

Diterbitkan

,

Kunjungan Wisata Kota Malang 2020 Jeblok Sampai 66,8 Persen
Kadisporapar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni. (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COM – Kunjungan wisata Kota Malang tahun 2020 merosot drastis. Disporapar Kota Malang mencatat penurunan wisatawan mencapai 66,8 persen.

Kadisporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni membenarkannya. Menurut Ida Ayu, pandemi secara signifikan merontokkan kuantitas wisatawan.

“Kunjungan wisata Kota Malang menurun sampai 66,8 persen. Ini perbandingan tahun 2019 ke tahun 2020,” kata Ida Ayu kepada Kabarmalang.com, Senin (1/2).

Data BPS 2019, wisatawan domestik Kota Malang 5.170.523 orang. Sementara, wisatawan mancanegara 16.286 orang.

Kota Malang juga menunjukkan grafik kenaikan kunjungan wisata. Ini jika terhitung dari tahun 2014 menuju 2019.

Tetapi, begitu memasuki era pandemi, statistik positif ini rontok. Padahal, Kota Malang sangat mengandalkan wisatawan mancanegara.

Ketika covid-19 menyerang, segmen wisman lumpuh total. “Setahu saya, turun sampai kurang dari 8000 wisman. Saya lupa datanya, nanti cek dulu,” tambah Ida Ayu.

Sekarang, Kota Malang mencanangkan pemulihan kuantitas wisatawan. Walaupun, tugasnya cukup berat.

Mengingat, angka covid-19 belum menurun di Kota Malang. Bhumi Ngalam juga masih zona oranye.

Baca Juga : Kota Batu Zona Merah Kunjungan Wisata Turun Drastis.

Tetapi, Ida Ayu optimis. Karena, pencanangan vaksinasi membawa angin segar.

Dunia pariwisata pun menunggu dampak positif vaksin covid-19. Sehingga, Kota Malang mempersiapkan wisatanya kembali ke trek kenaikan.

“April, kami mulai gas wisata event lagi. Dengan harapan, bisa menaikkan jumlah wisatawan,” terang Ida.

Begitu juga, berbagai wisata event pun siap terhelat. Misalnya, jalan sehat Turen Malang yang legendaris.

“Kami ingin wisata event yang nostalgic. Supaya masyarakat tertarik untuk mengikuti,” tambahnya.

Baca Juga : Sterilisasi, Kantor Disporapar Disemprot Disinfektan.

Selain itu, Ida Ayu juga mengimbau PHRI dan pelaku wisata. Tahun 2021, mereka harus bisa mendatangkan wisatawan in-bound.

Yaitu, wisatawan yang datang dan berwisata di Kota Malang. Sebab, selama ini Kota Malang menjadi pelabuhan wisata saja.

Baca Juga : Bulan Agustus, Dua Event Besar Kota Batu Siap Terhelat.

Wisatawan hanya menginap di Kota Malang. Kemudian, mereka berwisata keluar Kota Malang. Misalnya, ke gunung Bromo atau Kota Batu.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Warga Desa Ngadas Bromo Tolak BLT DD Covid-19

Diterbitkan

,

Warga Desa Ngadas Bromo Tolak BLT DD Covid-19
Kades Ngadas Kecamatan Poncokusumo Mujianto. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Ternyata tidak semua orang ‘doyan’ dengan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Covid-19. Terbukti, warga Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang justru menolak Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Padahal setiap desa mendapat bantuan untuk warga yang terdampak Virus Corona. Mereka beralasan jika menerima BLT DD tersebut, justru akan terpapar covid-19.

Karena, untuk menerima bantuan dari pemerintah tersebut, akan ada orang asing masuk desa.

“Jumlah warga kami kurang lebih 526 KK (Kepala Keluarga). Mereka sepakat tidak mau menerima bantuan itu. Meski ada di antara penduduk desa yang berhak mendapatkan BLT Dana Desa,” ungkap Kepala Desa Ngadas, Mujianto, Sabtu (6/3).

Mata pencaharian warga Desa Ngadas, mayoritas sebagai petani. Selama ini, menurut Mujianto, desanya memang zero kasus covid-19.

“Ya, Alhamdulilah desa kami zona hijau. Maka dari itu, mereka khawatir dengan menerima bantuan itu, justru malah terkena Covid-19,” ujarnya.

Sedangkan di sisi lain, kondisi perekonomian Desa Ngadas tetap stabil meski dari hasil tani. Meskipun di tengah pandemi covid-19.

“Untuk sektor pariwisata, seperti persewaan home stay dan mobil jeep, oleh masyarakat sementara ini hanya untuk pekerjaan sampingan. Dan selama pandemi mereka memilih untuk tidak menerima tamu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Suwadji, mengatakan bahwa warga Desa Ngadas sudah tercukupi dengan bantuan yang bersumber dari Kementrian Sosial.

“KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang ada di Desa Ngadas sudah dapat dari PKH (Program Keluarga Harapan). BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), hingga BST (Bantuan Sosial Tunai) dari Kemensos,” bebernya, Sabtu (6/3).(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Gugus Tugas Posko PPKM Mikro Purwodadi Patroli Pagi Di RW 11

Diterbitkan

,

Patroli petugas TNI Polri dan Kelurahan Purwodadi di RW 11. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Gugus tugas posko PPKM mikro Purwodadi terus patroli. Sabtu pagi (6/3), petugas berpatroli pagi di Jalan Ahmad Yani, Blimbing.

Patroli pagi terhelat mulai pukul 07.00 WIB. Yaitu dengan titik kumpul depan kantor Kelurahan Purwodadi.

Lurah Purwodadi Agus Purwanto memimpin patroli ini. Hadir juga Babinsa Purwodadi.

Yaitu Pelda Amin Dimyati dan Sertu Tohari. Kemudian, satu anggota AU Kopka Sigit.

Serta, Ketua RW 11 Purwodadi Hamdan. “Kami melaksanakan pembagian masker di wilayah RW 11 Purwodadi,” kata Pelda Amin, Babinsa Purwodadi.

Kabar Lainnya : Guru Tirtoyudo Rela Privat Siswa Tanpa Smartphone.

Selain pembagian masker, petugas juga melakukan monitor wilayah. Dengan target, menegakkan protokol kesehatan di wilayah RW 11.

Setiap petugas, berkewajiban membagikan pesan protokol kesehatan. Warga RW 11 juga harus melaksanakan prokes.

“Sehingga, harapan kami, rantai penyebaran covid-19 bisa terputus,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Forpimcam Sukun Razia Malam Hari Di Kafe Dan Minimarket

Diterbitkan

,

Aparat gabungan saat razia malam di Sukun. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forpimcam Sukun Kota Malang menggelar razia malam, Jumat (5/3). Petugas gabungan TNI Polri pun mengoperasi tempat keramaian.

Yakni, kafe dan minimarket tempat tongkrongan saat malam. Ini menjadi bukti Satgas Penegakan Disiplin Prokes tak kenal lelah. Setiap waktu, satgas memerangi virus pandemi covid-19.

Ipda Saeful dari Polsek Sukun memimpin operasi ini. Dia razia bersama 8 personel gabungan.

Termasuk dua personel anggota Koramil 0833/04 Sukun. Yaitu Pelda Sugianto dan Serda Abd Rokim.

Forpimcam Sukun memulai operasi dengan apel pasukan. Kemudian, dari markas Polsek Sukun, aparat berkeliling razia.

Patroli mulai pukul 21.00 hingga 21.30 WIB. Sementara, rutenya adalah Jalan S Supriyadi.

Selanjutnya Jalan Rajawali. Petugas juga bergerak ke Jalan Mergan. Setelah itu, patroli kembali ke Jalan S Supriyadi.

“Tujuan patroli ini adalah Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mikro. Khususnya di wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang,” ujar Ipda Saepul.

Patroli menyasar kafe dan minimarket. Karena dua tempat inilah yang berpotensi adanya kerumunan massa.

Petugas mengingatkan batas jam aktivitas usaha sesuai aturan PPKM. Selain itu, petugas membubarkan pengunjung yang nongkrong bergerombol. Apalagi tanpa memakai masker.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com