Pemerintahan
Ternak Madu Menjadi Bisnis Menjanjikan Saat Pandemi Covid-19

KABARMALANG.COM – Ternak madu menjadi bisnis menjanjikan saat pandemi Covid-19 ini. Pengelola Wisata Petik Madu Agro Tawon membuktikannya.
Wisata ternak madu ini berlokasi di Lawang, Kabupaten Malang. Mereka mencatat tren kenaikan penjualan madu sejak pandemi melanda.
“Penjualan madu mengalami kenaikan via penjualan online shop,” ujar Supervisor Wisata Petik Madu Agro Tawon, Rini Windi, Rabu (28/1).
Tetapi, dia mengakui jumlah wisatawan memang merosot. Penurunannya sekitar 50 persen selama pandemi ini.
Sehingga, wisata Petik Madu Agro Tawon tidak mengandalkan kunjungan. Melainkan menjual produksi hasil ternak madu.
Karena, Agro Tawon memiliki madu paling laris saat pandemi. Yaitu, madu jenis propolis infeksi.
Pasalnya, propolis diyakini dapat memperkuat imunitas. Sehingga berkhasiat pada daya tahan tubuh.
“Ada juga yang laris. Yakni madu kelengkeng karena harum dan manis,” jelasnya.
Harga madu propolis bervariasi. Paling murah Rp 55 ribu hingga Rp 210 ribu.
Wanita berkerudung itu menerangkan, madu dan propolis mempunyai perbedaan.
“Beda, kalau propolis dari getah tanaman. Sedangkan madu biasa dari nektar bunga tanaman,” ucapnya.
Rini mengungkapkan, bisnis ternak madu membutuhkan ketelatenan. Peternak pemula harus dapat meminimalisir risiko.
“Tantangannya musim seperti penghujan. Karena musim penghujan produksi lebih sedikit daripada musim panas,” ungkapnya.
Baca Juga : DM UB Inisiasi Kampung Sanan Urban Farming.
Selain itu, proses pengolahan madu cukup panjang. Peternak harus mengawal produksi dari sarang hingga pengemasan. Peternak juga harus memahami ritme lebah dalam mencari makan.
“Lebah itu cari makan dengan radius 2 kilometer. Bisa dari bunga, batang pohon dan daun. Lalu tawon membawanya ke koloni atau sarang,” terangya.
Usai tawon mencari makan, nektar akan tersimpan di sarangnya. Baca Juga : Kang Uu Tampung Aspirasi Peternak Ayam Priangan Timur.
“Setelah itu, nektar masuk ke mesin ekstraktor. Madunya keluar sendiri. Kemudian, kami mengemasnya ke dalam botol-botol,” beber Rini.
Peternak, juga harus menjalin relasi dengan peternak lain.
“Kalau biaya produksi lebih kepada sewa truk dan lahan. Karena ternak lebah ini nomaden,” jelasnya.
Tetapi, Rini menegaskan prospek bisnis ternak lebah masih menjanjikan. “Masih menjanjikan. Karena di Indonesia ternak tawon masih sedikit,” tutupnya.(im/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































