Connect with us

COVID-19

Hari Pertama PPKM, Masih Banyak Tempat Usaha Belum Taat Aturan

Diterbitkan

,

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat melakukan pengecekan ke sejumlah toko di kawasan Kepanjen. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sosialisasi PPKM tampaknya masih belum efektif. Sebab, sejumlah masyarakat Kabupaten Malang mengaku belum tahu.

Ini terungkap dalam Opsgab Forpimda Kabupaten Malang, Senin (11/1). Saat patroli, sejumlah toko di Kepanjen dan Gondanglegi masih buka.

Padahal, batasan PPKM Kabupaten Malang adalah jam 19.00 WIB. Seharusnya pertokoan sudah tutup jam 7 malam saat PPKM.

Contohnya, toko handphone di Kepanjen. Agus, salah satu karyawan, memang mengaku tidak tahu PPKM. Sehingga, Polres Malang menegurnya untuk segera tutup.

“Bukannya jam tutupnya jam 8 ya pak?” tanyanya kepada Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Sementara itu, Hendri Umar membenarkan. Masih banyak toko yang buka melebihi pukul 19.00 WIB.

Hendri juga mendapati beberapa toko atau kafe masih buka. Padahal, sudah melebihi batas waktu PPKM. Yaitu pukul 19.00 WIB.

Alasannya, mereka belum memegang surat edaran dari pemerintah. Sehingga, Hendri melakukan sosialisasi SE Pemprov dan Pemkab.

“Kami sudah share semua kepada seluruh pemilik toko tersebut. Surat edaran Bupati dan Gubernur. Ketetapannya jam 19.00 tutup. Selama pelaksanaan PPKM dua minggu ke depan,” terang Hendri.

Kasus toko handphone ini adalah temuan pertama. Kasus lainnya, ada yang mencoba mengelabui petugas.

“Ya, kami cek beberapa kafe. Beberapa warung kopi di daerah Kepanjen. Ada yang masih mencoba menutup-nutupi. Lampunya mati tapi ternyata di dalam masih ada kegiatan,” kata Hendri.

Dia mewanti-wanti pemilik usaha yang bandel pada PPKM. Karena, sudah ada sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami mengacu pada Perbup yang lama. Perbup nomor 2 tahun 2020,” ujarnya.

Baca Juga : Pemkab Malang Anggarkan 10 Juta Tiap Kecamatan Untuk PPKM

“Misalnya, ada tempat yang sudah berkali-kali mendapat peringatan. Tetapi, dia tidak mengindahkan. Kami akan sampaikan rekomendasi untuk pencabutan izin usahanya,” jelas Hendri.

“Ataupun pemiliknya kami bawa ke kantor. Kami laksanakan pembinaan di kantor. Termasuk sanksi-sanksi lainnya,” tutupnya.(im/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih