Pemerintahan
Hari Pertama PPKM Kota Malang, Sejumlah Kedai Masih Ngeyel

KABARMALANG.COM – Operasi gabungan hari pertama PPKM tergelar Senin malam (11/1). Petugas gabungan pun menginspeksi penerapan PPKM di beberapa kedai.
Hasil temuan lapangan, sejumlah kedai masih melanggar aturan PPKM. Karena, tetap beroperasi di atas pukul 8 malam.
Wali Kota Malang, Sutiaji membenarkan. Ada sejumlah pelaku usaha yang tidak mengindahkan peraturan PPKM.
“Hanya beberapa yang kami terpaksa tegur. Kurang lebih 7 kedai yang kami BAP. Karena selain berargumentasi, dia tidak tahu peraturan jam malam. Tetapi, masih tenang-tenang saja,” ujar Sutiaji kepada wartawan, Selasa (12/1).
Sutiaji mengultimatum para pelaku usaha yang masih buka tersebut. Setelah BAP, jika masih melanggar, akan ada tindakan tegas.
“Mereka perlu mendapat pembelajaran Satpol PP. Karena, sudah kami himbau. Kami beri BAP sebagai peringatan awal. Misal, keesokan harinya masih seperti itu. Ya pasti akan kami tindak tegas,” jelasnya.
Sutiaji memimpin langsung operasi gabungan tersebut. Dia juga bersama Forpimda Kota Malang. Yaitu, Kapolresta Malang Kota dan Dandim 0833/Kota Malang.
Operasi bergulir pukul 20.15 sampai 23.00 WIB. Tim gabungan bergerak menyisir sejumlah area di Kota Malang.
Yakni, kawasan Pasar Bunul, Sawojajar dan Sulfat. Lalu, Jalan Ciliwung hingga kawasan Soekarno-Hatta.
Selain itu, sebagian besar pelaku usaha sudah taat PPKM. Sutiaji sangat mengapresiasi hal itu.
“Kesadaran masyarakat sudah mulai terbangun. Persentasenya juga cukup memuaskan,” terangnya.
“Dengan batas tutup jam 20.00, semuanya sudah banyak tutup. Terutama perusahaan ritel modern juga tutup semua,” paparnya.
Baca Juga : Tim Gabungan Buru Kedai Pelanggar Jam Malam
Sementara, masih ada PKL yang berjualan pukul 19.00 WIB. Sutiaji memberikan toleransi jam operasi para PKL tersebut.
“Karena para PKL itu kan biasanya buka habis maghrib. Kan tidak manusiawi jika kami suruh tutup pukul 20.00,” ujarnya.
“Yang terpenting tetap dengan protokol kesehatan ketat. Pasti kami terus pantau,” tambahnya.
Sutiaji menginginkan PPKM berlangsung tertib seperti hari pertama. Kalau perlu, bisa lebih baik lagi persentase tutupnya.
“Tidak akan berhasil mau berapa kali PPKM. Itu kalau kesadaran masyarakat belum terbangun dengan baik,” jelas Sutiaji.
“Saya ingin masyarakat bisa menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” tutupnya.(fat/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari































