Connect with us

Pemerintahan

Sadar Minim Sarana, Dishub Siapkan 2,1 Miliar Pasang ATCS

Diterbitkan

,

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfi (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang bakal menyiapkan anggaran Rp 1,2 miliar dalam APBD tahun 2021 khusus pengadaan pemasangan Area Trafic Control System (ATCS) dan room control di sejumlah titik.

Pengadaan ATCS dan Room Control sebagai upaya mengurai kepadatan arus lalu lintas sekaligus meminimalisir pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Malang.

Terlebih arus lalu lintas saat ini juga semakin meningkat, seiring juga pengaruh peningkatan arus lalu lintas di dua daerah lain di Malang Raya. Yakni Kota Batu dan Kota Malang.

“Kita sadar rambu-rambu lalu lintas di kawasan Kabupaten Malang juga masih kurang,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfi saat dikonfirmasi, Selasa (15/12/2020).

Misalnya di pertigaan Jalibar, lanjut Lutfi, disitu belum ada traffict light. Padahal sebenarnya di sana arus lalu lintas juga cukup ramai.

Namun, Lutfi mengatakan masih memprioritaskan program ATCS dan room control di tahun 2021. Sebab, jika harus memenuhi traffict light yang masih kurang di beberapa kawasan Kabupaten Malang anggarannya belum mencukupi.

Begitupun, rencana pemasangan ATCS tersebut juga masih terbatas di tiga titik, disebabkan keterbatasan anggaran tersebut. Yakni di simpang empat Kepanjen, simpang tiga Jalan Panji dan simpang empat Talangagung Kecamatan Kepanjen.

“Namun, anggaran senilai 1,2 miliar untuk ATCS itu sekaligus dengan control roomnya, khusus untuk titik yang sudah ada trafic lightnya. Sebab kalau sepaket dengan trafic lightnya, masih ada keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Selain itu, ATCS tersebut nantinya juga akan diintegrasikan dengan beberapa ATCS yang sebelumnya sudah terpasang di beberapa titik wilayah Malang Raya.

Seperti di exit tol Malang Pandaan (Mapan), Karanglo, Kecamatan Singosari. Dan beberapa titik ATCS yang juga sudah terpasang di Kota Malang.

“Harapannya bisa terintegrasi. Karena baik Kabupaten Malang, Kota Malang maupun Kota Batu itu memang dalam satu jaringan. Selain untuk mengurai kemacetan, durasi waktunya kan juga bisa lebih disesuaikan,” katanya.

“Selanjutnya jika ada tamu negara, kan juga baik untuk memantau kepadatan arus lalu lintas,” pungkasnya. (imr/fir)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih