Connect with us

Edukasi

Ujian SD Se-Kota Malang Gunakan Google Form

Published

on

20201207 101929 scaled
Proses PAS 1 di ruang lab komputer SDN Bunulrejo 2 Kota Malang. (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Penilaian Akhir Semester (PAS) SD se-Kota Malang dilaksanakan Senin (7/12). Ujian akhir untuk siswa SD ini, dihelat secara daring.

Hal tersebut dibenarkan Siti Ratnawati, Sekdindikbud Kota Malang. PAS 1 digelar daring karena tidak ada sekolah tatap muka. Namun ada beberapa pengecualian.

“Siswa tanpa alat daring dapat pengecualian. Orang tuanya mengambil naskah ke sekolah. Lembar jawaban dikembalikan ke sekolah setelah dikerjakan. Atau, sekolah yang mengantar soal ke rumah siswa,” jelas Ratna, Senin (7/12).

Misalnya, SDN Bunulrejo 2 mengaku sudah siap PAS daring. Persiapan telah dilakukan satu bulan terakhir.

Berbagai langkah antisipasi sudah disiapkan. Termasuk, bagi siswa yang tak memiliki smartphone. Yakni, menyediakan 60 unit komputer di laboratorium IT.

PAS 1 daring hari pertama SDN Bunulrejo 2 berjalan lancar. Ada lima siswa yang menggunakan fasilitas lab komputer SD.

Ruang lab komputer SDN Bunulrejo 2, dibagi. Satu sisi diisi oleh guru koordinator. Sisi yang lain, ditempati anak yang membutuhkan fasilitas komputer.

Guru pun melakukan pendampingan. Soal ujian dibagikan lewat grup WhatsApp oleh guru kelas.

“Hanya satu pintu saja. Cukup satu orang guru yang kita tunjuk. Biar informasi tidak membingungkan,” jelas Elly Nurul Ilmi, Kepala SDN Bunulrejo 2, kepada Kabarmalang.com, di kantornya, Senin (7/12).

Tingkat kesulitan ujian daring sesuai dengan pelajaran satu semester. Sehingga para siswa tidak mengalami kesulitan.

“Buktinya, mereka cepat menyelesaikan soal ujian. Alhamdulilah skornya di atas rata-rata. Karena langsung keluar skornya,” paparnya.

20201207 101748 scaled e1607330302181

Elly Nurul Ilmi, Kepala SDN Bunulrejo 2 Kota Malang.

Gunakan Google Form Untuk Soal Ujian

Format soal sendiri memakai Google Form. Sebelum ujian, para guru ditatar pengoperasian Google Form.

Siswa juga diujicoba Google Form, dua pekan terakhir. Sehingga, mereka tidak kaget ketika ujian daring.

“Kami segera memberi pelatihan ke siswa menggunakan Google Form. Ternyata tidak sulit. Karena saat dibuka, langsung bisa mengisi biodata. Setelah itu, soal langsung dikerjakan,” jelas Elly.

Elly mengharap pandemi ini segera selesai. Sehingga pembelajaran tatap muka bisa kembali dilaksanakan.

“Kalau Kota Malang zona hijau, kami bisa tenang. Prestasi anak-anak pun bisa digali dan ditingkatkan lagi,” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler