Connect with us

Edukasi

Mahasiswa UT Serukan Pembentukan BEM

Diterbitkan

,

Mahasiswa UT Serukan Pembentukan BEM
gedung kampus Universitas Terbuka. (Foto : pusatbisnis.ut.ac.id)

 

KABARMALANG.COM – Seruan pembentukan Badan Eksekutif Mahasiswa UT menyeruak. Paska server down, mahasiswa tak memiliki saluran aspirasi.

“UT kampus dengan mahasiswa terbanyak di Indonesia. Tapi tidak ada BEM. Sehingga, kita gak ada kanal bersuara. Padahal BEM penting banget,” ujar Tri Dharma Nur Patria, Mahasiswa Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi UT, kepada Kabarmalang.com.

Menurut Dharma, mahasiswa UT kesulitan komplain ketika server down. Tidak ada representasi yang bisa menyuarakan keresahan mahasiswa.

Sehingga, dia mendorong pembentukan BEM UT. “Sebenarnya kita gak perlu macem-macem. Yang penting apa keluhan mahasiswa tersalurkan dengan baik. Kita gak ada saluran aspirasi,” ujar mahasiswa UPBJJ Bogor itu.

Para mahasiswa UT sejak dulu adalah single fighter. Ketika terjadi persoalan, mereka harus berjuang sendiri.

Contohnya, saat server down, Dharma menghubungi call center UT. Namun, tidak ada jawaban memuaskan.

Ujian hari Sabtu (5/12) pun akhirnya ditunda. Sehingga, merugikan mahasiswa yang sudah mempersiapkan waktunya secara khusus.

“Untuk institusi sebesar UT, tidak seharusnya server down terjadi. Server sudah sering down. Tapi UAS ini parah,” kata mahasiswa semester 4 ini.

Dengan adanya BEM, ada figur yang bisa mewakili mahasiswa. Sehingga, persoalan seperti ini tak terulang lagi.

“Kami gak ada lembaga mahasiswa. Ini banyak banget yang minta. Kami ingin ada BEM,” tutupnya.

 

Mahasiswa di Indonesia Timur Berkeluh Kesah

Mahasiswa UT masih meragukan kekuatan server Take Home Exam-nya. Utamanya, para mahasiswa di belahan Indonesia timur.

“Hallo kak. Kita di NTT apalagi. Kalo di daratan Jawa aja mau akses masuk ke laman the.ut.ac.id gak bisa. (Bagaimana di NTT, -red),” kata salah satu mahasiswa dari NTT, dari pesan WhatsApp-nya kepada Kabarmalang.com.

Pemilik nomor 08539851xxxx tersebut meminta jaminan. Jika tak beroperasi lancar, maka THE sebaiknya ditiadakan.

“Pending dulu ujiannya. Perbaiki dulu server biar gak nyusahin mahasiswa,” curhatnya. Hal senada diungkapkan mahasiswa dari Manokwari Papua Barat.

“Saya pun demikian. Kasihan kita dari Manokwari Papua Barat,” ujar pemilik nomor 08219840xxxx.

Sementara itu, media sosial UT pun memunculkan keluhan mahasiswa. Keraguan muncul dari mahasiswa yang berdomisili di luar Jawa.

“Waduh kami yang jauh di pedalaman pak untuk ke kota mau ikut ujian. Mulai ujian tahu aplikasinya tidak bisa dibuka sedih pak. Kalau memang belum siap jangan ada jadwal. Tunggu sudah siap baru beritahu jadwalnya,” kicau @rono28563644, Senin (7/12) dini hari di Twitter UT.

Mahasiswa UT asal Malang juga merespon. @ddduki menganggap THE bagus. Tapi, kendala di hari pertama membuatnya ragu.

“Kebijakan THE bagus di era pandemi. Kami dari FHISIP semester 3 UPBJJ Malang mulai awal sudah kurang yakin akan berjalan dengan baik. Manajemen risikonya apabila terjadi kendala seperti ini. Apakah sudah diperhitungkan secara detail? Dan team IT-nya, masihkah layak dipertahankan?” tanyanya.

Beberapa mahasiswa malah meminta peniadaan UAS. Akun @JamesSmith_UK meminta penghentian total THE.

“THE UT harus berhenti secara total alias #StopTHEUT. Itu sudah pilihan yang terbaik untuk ratusan ribu mahasiswa UT di Indonesia dan mancanegara. Apa susahnya balik seperti semester lepas. Nilainya diambil dari tugas Tuton, TMK dan Tuweb?” paparnya.

Sebelumnya, Rektor UT meminta maaf atas server ujian down. Kendala teknis terjadi di luar perhitungan tim IT kampus.

Baca juga : Rektor UT Minta Maaf Server Ujian Down

DPR-RI ikut menyorot situasi ini. Ridwan Hisjam, Anggota DPR-RI meminta kampus merespon keluhan mahasiswa. Supaya, keresahan ratusan ribu mahasiswa UT terjawab.

Komisi X pendidikan DPR-RI Ahmad Basarah juga bersuara. Basarah meminta UT menjaga reputasi pelopor pembelajaran jarak jauh.(carep-04/yds)

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Darwin

    8 Desember 2020 at 8:38 am

    Saya sebagai alumni FKIP Fisika tahun 2020, yang kata orang angkatan Corona sangat setuju dibentuk BEM sebagai wadah aspirasi mahasiswa. Waktu saya mau masuk Ikatan Himpunan Mahasiswa Fisika Indonesia yang disingkat (IHAMAFI) ternyata salah satu persyaratannya Organisasi Mahasiswa.
    Akhir kata saya bangga sebagai alumni UT, maju terus UT

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Pancasila Landasan Bangsa, Harus Tersampaikan Dengan Gaya Milenial

Diterbitkan

,

Pancasila Landasan Bangsa, Harus Tersampaikan Dengan Gaya Milenial
Wali Kota Malang, Sutiaji (ketiga dari kiri) bersama para narasumber lainnya di Seminar Pancasila (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Pancasila menjadi landasan bangsa dan negara Indonesia. Filosofi berlambang garuda harus menjadi pegangan seluruh masyarakat Indonesia.

Wali Kota Malang, Sutiaji pun sepakat. Tetapi dia mengatakan perlunya inovasi kekinian milenial.

Sehingga, nilai Pancasila sebagai landasan bangsa tersaji apik. Supaya, seluruh lapisan masyarakat Indonesia tergerak.

Kabar Lainnya : Pancasila Sebagai Landasan Dasar Negara.

Sutiaji menegaskan ini saat menjadi narasumber seminar Pancasila. Tajuk seminarnya adalah ‘Pancasila Sebagai Pencegah Tindakan Korupsi’.

UMM dan BPIP menggelar seminar ini di GKB 4 UMM, Rabu (3/3).

“Bagaimana nantinya BPIP menggarap konten-konten media sosial,” ujar Sutiaji kepada wartawan, di GKB 4 UMM, Rabu (3/3).

“Sehingga ada narasi Pancasila sebagai landasan bangsa. Tetapi, visualisasinya berbentuk film animasi. Kemudian film pendek, dan YouTube juga bisa,” ujar nomor satu di Pemkot Malang tersebut.

Menurut Sutiaji, masyarakat Indonesia harus mengenal Pancasila sejak dini. Dari situ akan muncul rasa cinta terhadap dasar negara Indonesia tersebut.

“Sehingga, dari mana kita cinta kalau tidak mengenal. Mulai dari kalangan bawah sampai atas. Harusnya mulai tertanam sejak kecil. Nanti tinggal pengamalannya,” tutupnya.

Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd menambahkan. Seminar itu bentuk kerja sama BPIP dengan UMM. Tujuannya untuk sosialisasi tindakan preventif terhadap korupsi.

“Harapannya seminar ini mengedukasi peserta seminar dan masyarakat Indonesia. Jangan sampai ada kegiatan korupsi lagi,” ujar Fauzan.

Fauzan mengungkapkan seminar tersebut banyak membahas integritas moral.

“Ada korupsi yang sudah ketahuan dan tidak ketahuan. Itu berkaitan dengan integritas moral,” terangnya.

Menurut Fauzan, bangsa Indonesia harus memiliki integritas moral tinggi. Lalu komitmen berbangsa dan bernegara yang tinggi pula.

“Agar, bangsa Indonesia memiliki keadaban yang tinggi. Lewat peradaban yang tinggilah bangsa Indonesia akan maju. Bersanding dengan negara-negara besar yang lain,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Abraham Lomi Gantikan Kustamar Sebagai Rektor ITN Malang

Diterbitkan

,

Abraham Lomi saat sumpah pelantikan sebagai Rektor ITN Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE, resmi menjadi Rektor ITN Malang. Abraham menggantikan Prof Dr Ir Kustamar MT yang meninggal.

Pelantikan Abraham Lomi terhelat Rabu (3/3) pagi. Prosesi pelantikan tergelar di ITN Malang. Abraham juga menjabat periode 2021-2023.

Abraham menyebut bahwa tugas ini berat. “Ini tanggung jawab yang berat. Karena, ada 10 pakta integritas dari pendahulu saya. Yaitu pak Rektor almarhum Prof Dr Ir Kustamar MT,” ujar Abraham usai pelantikan.

Menurutnya, 10 visi Kustamar, menuntut ITN berlari cepat. Bahkan, dalam waktu 4 tahun, belum tentu program itu tercapai.

“Apalagi saya yang hanya 2 tahun. Tetapi, kita komitmen. ITN dan P2PUTN harus sinergi. Kita pikul visi ini bersama-sama, supaya seimbang,” ujar sabuk hitam bela diri Shorinji Kempo itu.

Abraham sendiri pernah menjadi rektor ITN 2003-2007 dan 2007-2011. Dia juga tetap mengajar di ITN setelah tak menjadi rektor.

“Saya pun terlibat dalam program-program pendahulu saya. Sehingga saya tahu persis perkembangan ITN,” ujarnya.

Dia pun siap, bekerja keras untuk ITN periode 2021-2023. Tetapi, dia pun berpesan agar semua pihak membangun sinergi.

“Kalau kami salah, tentu silakan tegur. Tetapi, ketika sukses, beri reward. Kami pun siap menjalankan tugas sesuai SOP,” ujarnya.

Rektor ITN Malang periode 2021-2023.

Menurut Abraham, ada tiga hal penting di masa jabatannya. Pertama, harus melaksanakan visi Rektor Kustamar dan tercapai.

“Kedua, bangun komunikasi terus dengan P2PUTN. Ketiga, pembinaan regenerasi,” sambungnya.

Menurutnya, ITN penuh dengan orang-orang muda. Saat jabatannya berakhir, dia ingin orang-orang muda ini menahkodai ITN.

“Mereka yang menjadi nahkoda ITN ke depan. Tentunya dengan inovasi dan kreativitas,” tutur Rektor ITN.

Kabar Lainnya : ITN Tawarkan Triple Helix Pembangunan Nasional.

Sejumlah pejabat menyaksikan pelantikan Rektor ITN. Dewan pengawas, perimbangan dan Senat ITN.

Selanjutnya Rektor UKWK Malang, Frater Dr Klemens Mere BHK. Kemudian LLDikti Jatim. Setelah itu perwakilan tiga kepala daerah.

Serta, beberapa tokoh dan aparat. Baik dari Kelurahan Sumbersari, Babinsa dan Babinkamtibmas.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Tenaga Pendidik Negeri Dapat Jatah Vaksin, Guru Swasta Gigit Jari

Diterbitkan

,

Tenaga Pendidik Negeri Dapat Jatah Vaksin, Guru Swasta Gigit Jari
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Tenaga pendidik sekolah swasta tampaknya harus bersabar. Karena, pencanangan vaksinasi guru, hanya bagi sekolah negeri.

Kadinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo tidak menampiknya. Dia mengatakan vaksinasi tenaga pendidik negeri masuk tahap kedua.

Vaksinasinya bersamaan dengan jajaran TNI dan Polri.

“Untuk guru yang bertugas di sekolah negeri. Jumlahnya sekitar 14-15 ribu orang,” ungkapnya, Selasa (2/3).

Pelaksanaan vaksinasinya, menurut Arbani sudah mulai Senin (1/3) kemarin. Sedangkan guru sekolah swasta harus gigit jari.

Karena, mantan Direktur RSUD Lawang belum tahu kapan vaksinasinya. Tetapi, Pemkab Malang sudah mengantongi data guru swasta tersebut.

“Kalau datanya sudah kami kantongi. Tetapi kalau pelaksanaanya belum tahu,” tuturnya.

Sebagai informasi, selain guru, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini sasarannya adalah TNI dan Polri.

Untuk Polri jumlahnya sebanyak 1226 orang, TNI sebanyak 1227 orang, dan 3000 tenaga kesehatan yang belum mendapat jatah vaksinasi pada tahap pertama beberapa waktu lalu.

“Jumlah vaksin yang tersedia saat ini jumlahnya sebanyak 4060 Vial. Jumlah itu bisa disuntikkan bagi 20.300 Orang,” pungkas Arbani.

Sementara, data PGRI Kabupaten Malang menyebut ada 6021 guru. Mereka adalah guru honorer yang ada di Kabupaten Malang.

Kabar Lainnya : 2021 Bupati Malang Janjikan Gaji 2 Juta Per Bulan Guru Honorer.

Jumlahnya sebanyak 6.021 orang. Sekitar 4747 orang adalah guru honorer SD. Sementara, 1274 orang guru honorer SMP.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com