Olahraga
Maradona Tiada, Dunia Sepakbola Berduka

KABARMALANG.COM – Diego Armando Maradona tiada. Dunia sepakbola pun berduka. Si tangan Tuhan menutup mata.
‘Titisan’-nya, Lionel Messi turut membagi pedihnya. “Hari yang sedih untuk Argentina dan sepakbola. Dia meninggalkan kita, tapi dia tidak hilang. Karena Diego abadi,” ungkap Messi lewat Instagramnya.
‘Messiah’ mengenang seniornya lewat foto mereka berdua. Dalam foto terakhirnya di Instagram, Messi terlihat sumringah bersamanya.
“Saya akan menyimpan semua kenangan indah bersamanya. Saya juga berbelasungkawa sedalamnya untuk keluarga dan kerabatnya. RIP,” tutup Messi.
Keduanya memang kerapkali disamakan sebagai penyelamat Argentina. Mereka juga diakui sebagai raja sepakbola di masanya.
Messi pun dijuluki titisan tangan Tuhan karena gaya bermainnya. Dan, Messi juga ditahbiskan sebagai penerusnya.
Keduanya pernah bekerjasama sebagai pemain dan pelatih. Messi berkostum timnas Argentina. Sedangkan, mantan pemain Boca Junior itu adalah tactician-nya.
Sepakbola Indonesia Ikut Berbelasungkawa
Bagi sepakbola dunia, Maradona adalah dewa. Dialah inspirasi anak-anak kecil pada zamannya untuk bermain bola.
Eks pemain Sevilla pula yang menginspirasi banyak anak Indonesia. Contohnya, Joko ‘Gethuk’ Susilo, pelatih nasional dan legenda Arema.
“Banyak anak terinspirasi Maradona. Contohnya saya. Saya mengagumi dia. Walaupun, saya tahu saya tidak akan bisa seperti dia,” kata Gethuk kepada Kabarmalang.com, Kamis (26/11).
Secara individu, bakat Maradona memang kelas dewa. Menurut Gethuk, hanya Messi yang menyamai talenta legenda Argentina.
“Messi masih sering memakai tekniknya. Secara individu, Maradona sangat inspiratif,” tandas Gethuk.

Joko ‘Gethuk’ Susilo bersama Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia.
Bagi pemain Indonesia eranya, rival Pele ini adalah kiblat. Belum ada pemain Asia yang bisa menyamainya.
“Yang mirip mungkin Ida Bagus Mahayasa saja. Tapi, itu pun hanya gaya dan posturnya mirip,” tambah Gethuk.
Ida Bagus Mahayasa adalah eks striker Gelora Dewata. Sekaligus, penyerang haus gol berdarah Bali.
“Tapi, Maradona tetap memotivasi anak Indonesia era itu. Dia juga tidak tinggi. Orang Indonesia pun kecil-kecil,” tutur pelatih berlisensi A AFC itu.
“Apalagi, saat Maradona solo dribbling melewati pemain Jerman. Itu final Piala Dunia 1986. Padahal pemain Jerman tinggi-tinggi. Itu sangat inspiratif bagi pemain Indonesia,” tutupnya.
Maradona meninggal di rumahnya, Rabu (25/11) malam. Eks pemain Napoli ini meninggal di usia 60 tahun.
Dia sempat dirawat di Ipensa Sanatorium La Plata Argentina. Semasa hidupnya, Maradona mempersembahkan Piala Dunia untuk Argentina.
Dia juga membawa Napoli juara Liga Italia dua kali. Serta, menjuarai Piala UEFA.(carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































