Peristiwa
Cerita Saksi Mata, 7 Gerbong Jalan Sendiri Sampai Kotalama

KABARMALANG.COM – Saksi mata menceritakan bagaimana tujuh gerbong kereta api (KA) anjlok setelah menabrak alat berat di stasiun Kotalama.
Gerbong berjalan sendiri tanpa ditarik lokomotif dari stasiun Malang Kotabaru.
Adalah Slamet Effendi (40), warga Ciptomulyo, kebetulan tinggal di sisi timur dinding pembatas area stasiun.
Slamet mengetahui bagaimana detik-detik gerbong berjalan hingga menabrak alat berat di jalur 2.
Sebelum peristiwa terjadi, Slamet mengaku tengah merawat (momong) cucunya di teras rumah. Slamet tinggal di rumah berlantai dua.
Sehingga bisa mengetahui secara jelas, gerbong KA berjalan sendiri tanpa lokomotif dari arah utara (stasiun Malang Kota Baru) menuju selatan.
Ketika melihat gerbong KA jalan sendiri dari utara, sontak Slamet berteriak kepada pekerja proyek perbaikan rel, sedang sibuk bekerja di jalur 2.
“Saya waktu itu, sedang momong cucu disini (teras), tahu ada gerbong KA larat (jalan sendiri), saya berteriak agar pekerja proyek perbaikan rel bisa menghindar,” cerita Slamet kepada wartawan di rumahnya, Kamis (19/11/2020).
Aksi heriok Slamet, menyelamatkan puluhan pekerja proyek dari musibah. Gerbong KA melangsir sendiri.
Akhirnya menabrak backhoe yang diterjunkan pelaksana proyek untuk perbaikan jalur 2.
“Banyak pekerjanya, sekitar 50 orang lebih. Semua mendengar teriakan saya dan menjauhi jalur 2. Dan selamat dari kejadian itu,” tuturnya.
Benturan keras disebabkan tabrakan tujuh gerbong KA dengan backhoe mengejutkan pekerja lain.
Saat itu, mereka sedang sibuk memperbaiki rel di sisi paling selatan. Kemudian mereka berlarian menyelamatkan diri.
Slamet bersyukur, gerbong jalan sendiri tak sampai menabrak para pekerja proyek.
“Alhamdulillah, semua pekerja selamat,” ucap Slamet.
Dalam ingatan Slamet, peristiwa terjadi pasca KA Penataran jurusan Surabaya-Blitar melintas di jalur 1 stasiun Malang Kota Lama.
Tak berselang lama, dari kejauhan terlihat gerbong KA berjalan sendiri.
“Sebelum tabrakan, KA Penataran lewat. Kemudian terlihat gerbong jalan sendiri. Kemungkinan gerbong menabrak ini, adalah langsiran KA Gajayana tujuan Malang-Jakarta, biasanya berangkat sore,” tegasnya.
PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Indonesia Daop 8 Surabaya tengah menyelidiki penyebab anjloknya empat gerbong KA tersebut.
“Sementara untuk penyebabnya masih dalam proses penyelidikan,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto terpisah. (rjs/yds)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026




































