Connect with us

Pilbup 2020

Jelang Debat Kedua, Inilah Visi Tiga Paslon

Diterbitkan

,

Tiga paslon Pilkada Kabupaten Malang akan adu program lagi 20 November. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Debat kedua Pilkada Kabupaten Malang digelar 20 November mendatang. KPU sudah menentukan temanya, yaitu Pembangunan.

Tiga paslon Pilkada Kabupaten Malang mempunyai program andalan tersendiri. Program itu akan dibawa ke panggung debat kandidat kedua.

 

Sandi Andalkan Jamu Teko

Contohnya, paslon nomor urut 1 Sanusi-Didik Gatot Subroto. Mereka akan membawa beberapa gagasan program pembangunan.

“Secara umum, kita lebih memantapkan program infrastruktur. Ini sudah menjadi pengalaman calon kami (Sandi) selama memimpin,” terang Media Officer Sandi, Zulham Mubarak saat dikonfirmasi, Senin (16/11).

Di antaranya, pengembangan Jalur Lintas Selatan (JLS). Lalu, pembangunan rumah sakit.

Termasuk, program Jamu Teko. Ini adalah program spesifik untuk jalan kampung.

“Program andalan lainnya adalah Jamu Teko (Jalan Lurus Tembus Kampung). Yakni program pembangunan jalan hingga di pelosok desa,” pungkasnya.

 

Ladub Usung Sade Jamu

Sementara, paslon nomor urut 2 tak memiliki persiapan khusus. Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono sudah siap menyambut debat.

“Hanya pemantapan materi dan perbaikan manajemen waktu saja,” terang Koordinator Media Center Paslon Ladub, Anas Muttaqin.

Manajemen waktu ini fokus pada teknis. Yakni, menyajikan visi Ladub dalam batasan waktu debat.

Andalan Ladub di panggung debat kedua, adalah Sade Jamu. Ini kepanjangan dari Setiap Desa Jalan Mulus.

Program infrastruktur jalan ini menjangkau setiap pelosok desa.

“Kita juga punya program lain soal infrastruktur Kabupaten Malang. Masih sangat banyak insfrastruktur Kabupaten Malang berlu pembenahan. Tapi apa itu, nanti saja dalam pelaksanaan debat. Biar jadi kejutan,” tutup Anas.

 

Rangkai Infrastruktur Dalam Jejeg Songo

Paslon independen Malang Jejeg memiliki sembilan program unggulan. Program dinamai Jejeg Songo.

Program Jejeg Songo menjangkau semua aspek vital kemasyarakatan. Tak terkecuali jalan mulus bergaransi.

Cabup independen, Heri Cahyono, menegaskan asal usul Jejeg Songo. Program ini buah pemikiran atas keresahan masyarakat Kabupaten Malang.

Jejeg Songo mencakup semua yang belum dimaksimalkan pemerintah daerah.

“Ini berangkat dari keresahan dan kebutuhan masyarakat,” kata Sam HC, sapaannya.(im/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih