Connect with us

COVID-19

Covid-19 Malang Raya Macet di Zona Kuning-Oranye

Diterbitkan

||

Data terbaru Covid-19 Malang Raya. Kota Batu dan Kota Malang macet di zona oranye. (Foto : Tangkapan Layar Satgas Covid Jatim)
Data terbaru Covid-19 Malang Raya. Kota Batu dan Kota Malang macet di zona oranye. (Foto : Tangkapan Layar Satgas Covid Jatim)

 

KABARMALANG.COM – Penurunan zona Covid-19 sangat penting bagi Malang Raya. Kawasan dua terbesar di Jatim perlu menuju zona hijau.

Supaya, kebangkitan ekonominya bisa dipercepat. Kenyataannya, Malang Raya macet di zona oranye dan kuning.

Kota Malang kecantol di zona oranye. Sama halnya dengan kota wisata Batu. Hanya Kabupaten Malang saja yang agak lumayan. Zonanya kuning.

Mengapa Kota Batu dan Kota Malang kecantol zona oranye? Lalu, kapan Malang Raya bisa hijau semua?

 

Inisiatif Swab Test Mandiri, Tambah Angka Covid-19 Kota Malang

Penambahan angka positif Covid-19 Kota Malang karena inisiatif warga. Banyak yang tes swab mandiri.

“Faktor pertama adalah inisiatif melakukan swab test mandiri. Yakni pemeriksaan sendiri di laboratorium,” ujar Husnul Muarif, Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang, dihubungi Kabarmalang.com, Kamis (12/11).

Faktor selanjutnya, adalah orang sakit yang perawatan rumah sakit.

“Perawatan di rumah sakit saat masuk di awal. Kemudian dilakukan screening di area covid-19. Sebelum dirawat dilakukan pemeriksaan swab dulu. Beberapa hari hasil swabnya keluar, hasilnya positif,” paparnya.

Jubir Satgas Covid Kota Malang Husnul Muarif

Faktor lainnya, diduga ada kontak dengan  sarana pelayanan kesehatan. Sehingga kemudian dilakukan pemeriksaan swab.

Husnul membenarkan Kota Malang masih zona orange. Dia menghimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Supaya, angka positif Covid-19 bisa ditekan.

Penegakan disiplin tetap dijalankan. Termasuk edukasi kepada masyarakat.

“Edukasi tersebut berasal dari nakes puskesmas dan rumah sakit. Ini untuk memberi pemahaman kepada masyarakat,” tutup Husnul.

 

Stagnan di Zona Orange, Penerapan Prokes Masih Lemah

Sama dengan Kota Malang, Kota Batu kecantol zona orange. Ini karena penerapan protap kesehatan masih lemah.

Apalagi, wisatawan Kota Batu susah menerapkan phisycal distancing.

“Contoh kecilnya di Alun-alun Kota Batu. Apa sudah penerapan prokes phisycal distancing? tentu minim sekali,” ujar Khamim Tohari Ketua Komisi C DPRD Kota Batu.

Menurutnya, kinerja Dinkes Kota Batu sudah pro aktif. Tapi, ini tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat.

Sehingga, perjuangan melawan Covid sia-sia di Kota Batu. Dia pun ingin Kota Batu menurun ke zona hijau.

Sementara, pelanggaran prokes operasi yustisi 200 pelanggar per bulan. “Dari 200 pelanggar, denda yang masuk Rp 6 juta. 60 persen pelanggar dari warga Batu. 40 persen lainnya dari wisatawan,” tutur Kasatpol PP Kota Batu Muhammad Nur Adhim.

Meskipun Kota Batu zona orange, tingkat kesembuhannya tertinggi. Yakni sekitar 82 persen dari 639 kasus.

“Ini data terakhir Rabu kemarin (11/11). Rinciannya 50 orang masih terkonfirmasi. 526 orang sembuh. 63 orang meninggal,” kata Jubir Satgas Pencegahan covid-19 Kota Batu M Chori.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyerukan penegakan operasi yustisi. Sehari harus ada dua kali operasi.

“Karena momennya mengacu high season. Wisatawan akan banyak berkunjung ke Kota Batu,” tandasnya.

 

Kabupaten Malang Zona Kuning, Dorong Sampai Zero Covid

Masyarakat Kabupaten Malang patut berbangga. Zona Covid-19 Kabupaten Malang sudah kuning.

Data Kominfo Kabupaten Malang, pasien terpapar 1089 orang. 974 di antaranya sembuh. 68 orang meninggal dunia.

Selebihnya, 44 orang masih karantina rumah. Tiga orang dirawat di rumah sakit.

Namun, Pemkab Malang masih belum puas. Mereka akan tetap mengejar Kabupaten Malang zero Covid-19.

“Kami menghimbau masyarakat tetap disiplin kesehatan. Komorbid alias punya penyakit bawaan untuk menghindari kerumunan,” jelas Kadinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo.

Anggaran penanganan Covid-19 pun tetap ada di APBD 2021. Ini demi mendorong Kabupaten Malang zero Covid-19.

“Anggaran itu kita serahkan pada OPD masing-masing. Sewaktu-waktu dibutuhkan penanganan Covid-19, akan dianggarkan,” terang Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.

Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat

Biaya Tidak Terduga 2021 akan dialokasikan penanggulangan bencana. Nilainya sebanyak Rp 5 miliar.

“Sementara ini masih rencana anggaran itu masih kita lempar. Pembahasannya bersama Badan Penganggaran,” katanya.

“Anggaran Covid-19 tidak masuk ke BTT. Tapi ke program masing-masing OPD. Unsur ekonomi, kesehatan, dan jaring pengaman sosial harus dipenuhi,” tutup Wahyu.(fat/arl/im/yds)

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Puluhan Wartawan Kota Malang Swab Test

Diterbitkan

||

Proses akan dilakukan swab test kepada wartawan dan pegawai Humas Pemkot Malang di Labkesda. (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COMPemkot Malang menggelar swab tes bagi puluhan wartawan biasa meliput di lingkungan Pemkot Malang.

Selain awak media, pegawai bagian humas Pemkot Malang juga ikut dalam swab digelar di Labkesda, Kota Malang, Kamis (3/12).

Swab sebagai upaya mitigasi pasca, Wali Kota Malang, Sutiaji terkonfirmasi Covid-19. Begitu juga dengan belasan ASN di lingkungan balai kota terindikasi Covid-19 pasca menjalani tes cepat.

“Intensitas pertemuan wartawan cukup tinggi dengan pejabat Pemkot Malang. Khususnya Bapak walikota ” ujar Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto kepada wartawan, di Labkesda.

Swab diharapkan, bisa memperjelas kondisi kesehatan awak media. Sehingga, kerja harian sebagai jurnalis tidak terganggu.

“Kami di humas Pemkot Malang juga swab tes. Karena memang persinggungan kerjanya bersama teman-teman media,” lanjutnya.

Hasil swab tes akan bisa diketahui dua atau tiga hari kedepan. Jika ada yang positif Covid-19, Dinas Kesehatan akan memberikan treatmen.

“Ada arahan nanti dari tim Dinas Kesehatan. Secara SOP diarahkan isolasi mandiri. Itu jika tidak disertai komorbid,” jelasnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Rapid Test KPPS, Temukan Petugas Reaktif

Diterbitkan

||

Rapid test petugas KPPS jelang Pilkada Kabupaten Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMKPU Kabupaten Malang menggelar pemeriksaan kesehatan para petugas TPS. Sebab, coblosan Pilbup 2020 semakin dekat.

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pun di-rapid test. Tujuannya, untuk memastikan petugas KPPS bebas dari covid-19.

Rapid test digelar sejak 30 November hingga 2 Desember. Total, 34.993 petugas KPPS di-rapid test.

Petugas keamanan TPS sejumlah 9.998 orang juga di-rapid. Dari sekian KPPS yang di-rapid, ada temuan reaktif.

“Jumlahnya tidak bisa kami sampaikan. Karena ini berkaitan dengan kesehatan seseorang. Lagipula kegiatannya belum selesai. Jadi hasil resminya juga belum keluar,” ujar Divisi Sosialiasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPUD Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, Kamis (3/12).

KPU Kabupaten Malang, tidak tinggal diam. KPPS yang reaktif diminta isolasi mandiri.

“Sambil menunggu di-rapid test kedua kalinya,” imbuhnya. Namun, hal itu dipastikan tidak akan mengganggu pelaksanaan Pilkada.

Sebab, KPU sudah mempersiapkan beberapa opsi penggantian KPPS reaktif. Jika TPS ada 2 KPPS reaktif, tidak ada penggantian.

“Misalnya, satu TPS lebih dari 2 orang reaktif. KPPS akan diganti. Kami segera mencari penggantinya,” sambungnya.

Menurut Mahardika, rapid test harusnya finish Rabu (2/12). “Tapi sampai saat ini belum selesai. Mungkin sudah berjalan sekitar 75 persen,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Jelang Pilkada, Ratusan Polisi Batu Rapid Tes

Diterbitkan

||

Rapid test kepada anggota Polres Batu yang akan bertugas di Pilkada Kabupaten Malang (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Polres Batu menggelar rapid test untuk 250 anggotanya. Sebagai deteksi dini sebelum pengamanan Pilbup Malang 2020, rencananya digelar enam hari lagi.

Untuk diketahui, ada tiga kecamatan di Kabupaten Malang, masuk wilayah hukum Polres Batu.

Yaitu, Kasembon, Pujon dan Ngantang. Kesemuanya berada di sisi barat dari Kota Batu. Sebanyak 256 personel Polres Batu diterjunkan untuk pengamanan selama pelaksanaan Pilbup.

“Ada tambahan BKO dan Brimob Polda Jatim 30 personel,” terang Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo, di klinik pratama Polres Batu, Kamis (3/12/2020).

Catur membeberkan, bagi anggota yang kedapatan hasil dari tes cepat reaktif, maka langsung akan menjalani swab.

Catur juga menegaskan, swab massal digelar untuk mencegah adanya klaster baru selama pelaksanaan pengamanan Pilbup Malang 2020.

Catur berharap rapid test, dapat memaksimalkan kerja kepolisian. Dengan kesehatan terjaga, personel bisa mengamankan pelaksanaan Pilbup dengan optimal.

Ratusan personel Polres Batu akan disebar merata di tiga kecamatan. Khusus, Kecamatan Ngantang, aman ditambah personel dari Polda Jawa Timur.

“Anggota Polres Batu disebar rata di Pujon dan Kasembon. Sisanya di Ngantang dan ditambah BKO Polda Jatim,” ujarnya.

Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo.

Kota Batu memang bukan wilayah Kabupaten Malang. Tapi, pelaksanaan Pilbup menjadi sorotan Pemkot Batu.

Terutama dalam ketaatan menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya, Ngantang, Pujon dan Kasembon berbatasan dengan Kota Batu. Mobilitas warganya juga melintasi tiga kecamatan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Kartika Trisulandari, mengungkapkan, disiplin warga untuk menjalankan protokol kesehatan menjadi hal penting.

“Harus memperhatikan protap dengan ketat. Kita tidak ingin Pilkada menimbulkan klaster baru,” pungkasnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com