Connect with us

Pemerintahan

Dinkes Kota Malang Misi Perangi Stunting

Diterbitkan

,

Agenda Pertemuan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Percepatan Pencegahan Stunting. (Foto : Fathi)

KABARMALANG.COM – Dinas Kesehatan Kota Malang terus berupaya memerangi stunting. Konvergensi menjadi salah satu upayanya. Yakni bersinergi untuk misi menurunkan angka stunting.

Pembahasan konvergensi pun digelar. Diadakanlah pertemuan strategi komunikasi perubahan perilaku dalam percepatan pencegahan stunting. Pertemuan dihelat di Same Hotel, Rabu pagi (11/11).

Ada 55 peserta dari lintas bidang Dinkes Kota Malang. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain pun terlibat.

“Nanti kita bekerja sama, untuk menuju satu kata yaitu konvergensi. Jadi kita harus satu kata. Kota Malang bisa menurunkan stunting,” ujar Dyah Inarsih, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kota Malang, kepada wartawan, di Same Hotel, Rabu (11/11).

Dyah mengutarakan pertemuan ini sekaligus menjadi ajang edukasi stunting. Bidang lain Dinkes non stunting pun bisa paham

“Stunting itu apa, di bawa ke mana. Dan, dirujuk ke mana,” imbuhnya.

Dyah menegaskan stunting tidak hanya menjadi tugas Dinkes saja. Karena stunting lahir dari berbagai persoalan.

Penyelesaiannya pun, harus dari berbagai dimensi.

“Misalnya gini, OPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Remajanya yang disasar. Diberi tablet tambah darah kepada anak-anak SMA,” terang Dyah.

Dyah Inarsih, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kota Malang

Sementara, Diskominfo, bisa  menyebarkan informasi strategi pencegahan stunting.

Begitu juga pelibatan DPUPRPKP. Lewat, pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara komunal.

“Pelibatan DPUPRPKP juga perlu. Karena stunting ini disebabkan adanya infeksi yang lama,” terangnya.

“Kenapa kok infeksi terus, karena rumahnya jadi satu. Cuci baju dan BAB masih menjadi satu. Menyebabkan kemudahan infeksi. Kalau infeksi terus, beratnya tidak naik,” paparnya.

Agenda kali ini, pesertanya didominasi tenaga kesehatan lintas bidang. “Agar para nakes tahu program kita di 2021,” terangnya.

 

Data Stunting di Kota Malang


Dyah membeberkan angka stunting di Kota Malang. Pada tahun 2019, berada di angka 17,8 persen. Ini dihitung dari jumlah balita, bukan jumlah penduduk.

“Pada bulan Februari 2020 kemarin, kita16,5 persen. Sekarang ini kita di 14,8 persen. Sudah turun lagi,” jelasnya.

Data-data tersebut dihitung menggunakan aplikasi Nama aplikasinya PPGBM. Yaitu, Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat.

Balita yang datang ke puskesmas dilaporkan angkanya. Lalu data diolah di Dinkes. Setiap Februari dan Agustus, semua balita ditimbang.

“Sebenarnya tiap bulan ada. Tapi Februari dan Agustus kita datang door to door. Selain yang tidak datang ke posyandu, nanti kita hampiri. Jadilah ada angka itu,” ungkapnya.

 

Kota Malang Lokus Stunting Nasional 2021

Kota Malang adalah kota besar. Sarana pelayanan kesehatannya pun lengkap.

“Nakesnya juga lengkap. Kita punya 800 bidan. Tenaga gizi ada 45 orang, Dokter ada sekitar tiga ribuan jumlahnya. Rumah Sakit ada 26 buah. Klinik ada 80, puskesmas ada 16, dan lainnya,” ungkap Sumarjono, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang.

Menurutnya, stunting Kota Malang harus paling rendah. Minimal, di kawasan Jawa Timur dan Malang Raya. Kota Malang juga harus jadi yang terbaik menangani stunting.

“Kebetulan 2021 nanti kita menjadi lokus stunting nasional.  Momen ini akan kita manfaatkan untuk penurunan angka stunting,” jelasnya.(fat/yds)
 

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Dapat Rp 500 Ribu, PKL Terdampak Kayutangan Heritage Belum Puas

Diterbitkan

,

Dapat Rp 500 Ribu, PKL Terdampak Kayutangan Heritage Belum Puas
Simbolis penyerahan dana apresiasi kepada PKL yang terdampak penutupan Jalan Basuki Rahmat, November 2020 lalu (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – PKL terdampak Kayutangan Heritage dapat Rp 500 ribu. Dana tersebut adalah apresiasi Pemkot Malang.

Karena, PKL rela tutup saat pembangunan November 2020 lalu. Pemkot bekerja sama dengan Baznas Kota Malang.

Sementara, ada 54 PKL yang dapat masing-masing Rp 500 ribu. Pemkot menyerahkan dana apresiasi itu di Kantor Kelurahan Kauman.

Kabar Lainnya : Kayutangan Wisata Heritage di Kota Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji membenarkan. Dana itu bentuk apresiasi kepada PKL dan para pelaku usaha. Karena, sudah mendukung pembangunan Kota Malang.

“Merek terdampak dan mereka mempunyai kesabaran. Maka kita berikan reward. Jadi memang harus ada apresiasi,” ujar Sutiaji kepada wartawan, di Kantor Kelurahan Kauman, Kamis (4/3).

“Caranya kan APBD gak mungkin. Ya kita carikan Baznas. Saya minta solusi ini bisa terlaksana. Baznas dananya ada,” tambahnya.

Sutiaji sedikit membocorkan gambaran destinasi Kayutangan Heritage nanti. Bahwa tidak ada PKL di sepanjang Jalan Basuki Rahmat.

“Jadi masyarakat di sana gak usah khawatir. Nanti pengunjung atau wisatawan biar masuk di kampung heritagenya,” jelas politisi Demokrat tersebut.

Sutiaji menambahkan setiap sisi Kayutangan akan ada stand musik.

Sementara itu, Chulfia Ningsih, Koordinator PKL Kayutangan berkomentar. Dia belum puas dengan dana apresiasi Rp 500 ribu.

“Sebenarnya itu gak seberapa. Karena kita penghasilannya minimal Rp 50 ribu per hari. Kali 30 hari berarti Rp 1,5 juta. Itu gak ada setengahnya kan,” jelasnya.

Menurut Ulfa, sapaannya, dana tersebut penting. Tetapi, ada yang lebih penting lagi. Yaitu nasib PKL ke depannya ketika Kayutangan Heritage resmi.

“Mungkin ke depannya kita bicarakan. Masalah kompensasi itu urusan ke belakang ya. Yang penting jalan ke depannya ini bagaimana (PKL). Mulai hari ini dan seterusnya,” tegasnya.

“Nanti akan kita bicarakan langsung. Kita datang ke Pak Wali sendiri, minta kejelasannya. Bakal cari waktu untuk audiensi dengan Wali Kota,” tambah pedagang toko kelontong tersebut.

Sebab, sampai saat ini PKL belum mendapatkan kejelasan nasib. Belum tahu juga masa depannya di kawasan Kayutangan Heritage.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Kapolresta Dandim Resmikan Kampung Tangguh Semeru Tasikmadu

Diterbitkan

,

Kapolresta Dandim Resmikan Kampung Tangguh Semeru Tasikmadu
Kapolresta dan Dandim bersama jajaran serta penggerak KTS Bentis Tasikmadu meninjau kebun sayur. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kapolresta Malang Kota dan Dandim meresmikan Kampung Tangguh Semeru (KTS). Kali ini, peresmian terhelat di Jalan Tenis Meja, Tasikmadu.

Nama kawasan ini yaitu Kampung Tangguh Semeru Bentis. Sementara, pendirinya adalah warga RW 03 Kelurahan Tasikmadu.

Peresmian tergelar pada Rabu (3/3) kemarin. Kapolresta dan Dandim juga menyuplai bantuan untuk KTS ini.

Kabar Lainnya : Bung Edi Sambang Kelurahan Tasikmadu, Cermati Proses Pelayanan.

Kapolresta dan Dandim pun turut meninjau KTS Bentis Tasikmadu. Mulai dari pengecekan ruang isolasi.

Kemudian, peninjauan kebun sayur. Serta, pemberian edukasi tentang protokol kesehatan kepada masyarakat.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata membenarkan. Dia mengatakan akan terus mendorong kelahiran KTS.

“Karena, sekarang Kota Malang sudah keluar dari zona 5 besar. Tren paparan covid-19 terus menurun. Kita patut bersyukur. Tetapi, tidak boleh lengah juga,” ujar Leo.

Karena itu, Kapolresta dan Dandim siap sosialisasi secara masif. Dia bakal menggenjot promosi kesehatan 5M kepada masyarakat.

Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan. Serta, mengurangi mobilitas di luar rumah.

Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona sepakat. Dia sangat mengapresiasi berdirinya KTS RW 03 Tasikmadu.

Dia berharap warga bisa menekan penyebaran virus covid-19. KTS ini juga bentuk dukungan kesuksesan program pemerintah. Yaitu vaksinasi untuk masyarakat.

“Oleh sebab itu mari dukung program pemerintah mengenai vaksinasi. Dukung juga pelaksanaan protokol kesehatan agar terhindar dari covid-19,” pungkas Ferdian.

Turut hadir dalam peresmian KTS, antara lain jajaran Polresta. Kemudian, jajaran Kodim 0833.

Kabar Lainnya : Jembatan Kedungkandang Resmi Beroperasi Hari Ini.

Hadir juga Kecamatan Kedungkandang dan jajaran. Serta, para relawan dan tokoh masyarakat sekitar.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Sosialisasi Vaksinasi Tahap 2, Dinkes Libatkan Posyandu di Kota Malang

Diterbitkan

,

Sosialisasi Vaksinasi Tahap 2, Dinkes Libatkan Posyandu di Kota Malang
Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COM – Dinkes Kota Malang gencar sosialisasi vaksinasi tahap 2. Pesan kesehatan terus tergaung di tengah masyarakat.

Sosialisasi vaksinasi tahap 2 sudah berjalan sejak awal 2021. Tetapi, pelaksanaan suntik vaksinnya sendiri mulai akhir Februari lalu.

Hingga kini vaksinasi masih berlangsung. Dengan sasaran para petugas layanan publik.

Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang membenarkan. Dia bergerak bersama Diskominfo Kota Malang.

“Kita melaksanakan promosi kesehatan yang gencar. Juga bekerja sama dengan Kominfo. Kami melaksanakan edukasi masyarakat mengikuti vaksinasi covid-19,” ujar Hanun, kepada Kabarmalang.com, Rabu (3/3).

Kabar Lainnya : Pemkab Malang Ingin Libatkan Influencer dalam Vaksinasi Covid-19.

Dinas Kesehatan dan Diskominfo gencar melakukan sosialisasi. Yakni melalui media online dan platform media sosial masing-masing.

Hanun menuturkan, pekan depan akan keliling. Dia mengagendakan sosialisasi hingga April 2021. OPD kesehatan ini akan keliling  ke tiap posyandu. Dengan tujuan untuk sosialisasi vaksinasi tahap 2.

“Kita akan mensosialisasikan kepada posyandu-posyandu. Kami ingin mengajak masyarakat. Supaya, mau datang ke tempat-tempat vaksinasi  covid-19 ini,” ujarnya.

Karena, pedagang pasar, lansia dan sebagainya harus tercover semua. “Kita libatkan kader posyandu untuk mensukseskan sosialisasinya,” tambahnya.

Memang, ada muncul pro dan  kontra terkait vaksinasi. Tetapi, OPD kesehatan Kota Malang terus mengedukasi masyarakat.

Supaya, mau menghadiri layanan vaksinasi. Sehingga, masyarakat bisa sehat.

“Karena vaksinasi secara total bisa memunculkan herd imunity. Minimal bisa terbentuk 70 persen,” terangnya.

Menurutnya reaksi vaksin hampir sama dengan imunisasi bayi. Asalkan tidak ada keluhan. Badan dalam kondisi sehat jadi syarat utama.

“Jadi kami mengimbau kepada masyarakat. Jangan takut akan vaksinasi covid-19 ini. Selain itu, vaksin ini gratis, pemerintah yang menanggung,” ungkap Kabid Kesehatan Masyarakat.

“Takut memang wajar tapi jangan berlebihan. Asalkan badan kita mantap dan sehat. Insyallah tidak ada reaksi,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com