Edukasi
Urban Farming Keniscayaan Masa Pandemi

KABARMALANG.COM – Pandemi telah mengubah budaya masyarakat. Gaya hidup di rumah saja pun lahir. Sehingga, program urban farming telah menjadi kebutuhan perkotaan.
Inilah visi Ir Bambang Irianto. Yaitu pembina lingkungan sekaligus Penggagas Glintung Go Green.
Penerima Kalpataru 2018 pembina lingkungan menekankan pentingnya urban farming.
“Kondisi ekonomi terus merosot. Masyarakat akan bertahan dengan cara yang penting makan. Maka ketahanan pangan menjadi keniscayaan. Salah satunya dengan cara urban farming,” ujar Bambang, dihubungi Kabarmalang.com, Sabtu (7/11).
Bambang mengatakan warga perkotaan akhirnya mulai menanam sayur. Buah dan umbi juga ditanam di sekitar pekarangan rumah.
“Masyarakat yang belum mengenal dunia pertanian, awalnya masih coba-coba. Banyak orang yang berkonsultasi tentang urban farming dan kesehatan,” terangnya.
Ini sejalan dengan kesehatan yang juga langka saat pandemi. Sekarang, orang yang berkebun dan bertani tanaman-tanaman obat. Karena, ini berkaitan dengan kesehatan keluarga.
Bambang menambahkan, urban farming menerapkan agroinovasi. Yakni inovasi-inovasi dalam dunia pertanian.
“Bahwa menanam tidak saja melalui media tanah. Tapi bisa juga dengan media air. Contohnya hidroponik yang teknik turunannya banyak. Misalnya, sistem kapiler, self watering system, dan sistem akuaponik,” jelasnya.
Menurut Bambang, inovasi teknologi pertanian berkembang pesat saat pandemi. Tentu ini akan bisa berkelanjutan.
Kalau, inovasi pertanian menghasilkan. Atau, ada daya manfaat yang diterima masyarakat.(fat/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































