Connect with us

COVID-19

Malang Raya Bersiap Sambut Vaksin Covid-19

Diterbitkan

||

Data Covid-19 Malang Raya dari Satgas Covid-19 Pemprov Jatim, 27 Oktober 2020.

KABARMALANG.COM – Pemerintah Republik Indonesia mewacanakan pembelian vaksin Covid-19. Kabarnya, vaksin itu akan datang November 2020 mendatang.

Malang Raya pun menunggu vaksin itu. Karena, jumlah penderita Covid-19 di Malang Raya cukup masif.

Jika diperingkat, Malang Raya nomor 3 se Jatim penderita positif. Posisinya hanya di bawah Surabaya Raya dan Sidoarjo.

Tak heran, wacana vaksin memberi harapan bagi Malang Raya. Pemerintah daerah Malang Raya, sudah bersiap.

Jika vaksin sudah datang, Malang Raya langsung order.

Pemkot Batu anggarkan Rp 2,9 Miliar Untuk Vaksin Covid-19

Kota Batu memiliki angka kesembuhan 85 persen dari 560 kasus. Dinkes Kota Batu terus berupaya menekan persebaran virus covid-19.

Kadinkes Kota Batu Kartika Trisulandari sedang mengkaji anggaran vaksin. Pemkot Batu merencanakan kavling anggaran sebesar Rp 2,9 milyar.

“Nanti itu untuk SDM dan fasilitas yang ada. Jika sesuai jadwal, Kota Batu mendapat giliran pada Maret nanti,” jelasnya kepada kabarmalang.com.

Petugas kesehatan saat tes ASN Pemkot Batu

Dia menerangkan, anggaran tersebut diambil dari APBD 2021. Dinkes belum tahu berapa jatah vaksin Kota Batu.

Namun Dinkes sudah menyusu skala prioritas vaksinasi. Tenaga kesehatan, TNI-Polri Kota Batu akan diprioritaskan.

“Untuk masyarakat, masih berkoordinasi dengan Dispendukcapil. Jangan sampai ada warga yang luput pendataan,” imbuhnya.

Penerima vaksin akan mendapatkan dua kali suntikan. Tenggat waktunya 14 hari.

“Kalau divaksin tanggal 1, tanggal 14 vaksin lagi. Jadi dapat dua kali,” tutupnya.

Pemkab Malang Tunggu Juklak

Terkait kabar tersebut, Pemkab Malang menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak).

“Kita tinggal nunggu juklak dari pusat. Rencananya kan November. Kita menunggu ketentuan dari pusat dulu,” ungkap Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, saat dikonfirmasi.

Pemkab Malang, belum merencanakan. Namun, bisa jadi gagasan ini dibahas dalam R-APBD 2021.

“RAPBD 2021 akan dibahas pada November mendatang,” tuturnya.

Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat

Kadinkes Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo juga mengamini. Pemkab Malang masih menunggu petunjuk teknis vaksin Covid-19.

“Memang ada kabar sudah ada vaksin. Tapi kami belum ada juknis. Berapa vaksin yang akan diberi, kami masih menunggu,” ujarnya.

Jika vaksin datang, Arbani sudah punya list. Dia akan memprioritaskan tenaga kesehatan. Karena, merekalah yang bersinggungan langsung dengan pasien Covid-19.

“Jadi untuk antisipasi penularan saat merawat. Kami prioritaskan untuk tenaga kesehatan,” pungkasnya.

Vaksin Datang, Pemkot Malang Recovery Ekonomi

Sementara itu, Pemkot Malang menyambut baik gagasan vaksin Covid-19. Wali Kota Malang, Sutiaji sudah menganggarkan dana recovery ekonomi.

“Total anggarannya Rp 70 miliar. Begitu vaksin datang, kami siapkan recovery ekonomi,” tandas Sutiaji.

“Kita akan membangun koneksivitas. Memberi stimulasi-stimulasi kepada UMKM. Serta pendampingan-pendampingan UMKM untuk bergerak,” paparnya.(fat/arl/im/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Vaksinasi Covid-19 Kota Batu Masih Belum Pasti Maret

Diterbitkan

||

Kadinkes Kota Batu Kartika Trisulandari (Foto: arl)

 

KABARMALANG.COM – Jadwal Pemkot Batu untuk melakukan vaksinasi kepada warganya yang rencananya akan dimulai pada Maret 2021 masih belum bisa dipastikan Dinas Kesehatan Kota Batu.

Hal ini dikarenakan pihak Dinkes hingga saat ini belum menerima kebijakan lanjutan dari Pemprov Jatim.

“Bukan ditunda ya, tapi hanya perlu mematangkan langkah kedepannya setelah proses pendataan vaksinasi rampung,” ungkap Kadinkes Kota Batu Kartika Trisulandari pada Selasa sore (1/12).

Ia menerangkan pendataan yang tengah dilakukan saat ini masih berkolaborasi dengan Dispendukcapil Kota Batu.

Tak hanya itu saja, Kartika juga menerangkan bahwa pihaknya juga tengah menunggu hasil review uji coba vaksin Covid-19 yang hasilnya diperkirakan keluar pada Januari 2021 nanti.

Dari hasil review tersebut bisa diketahui apa perlu penyempurnaan melalui uji coba ulang atau sudah dinyatakan aman dan mutu terjamin hingga bisa didistribusikan ke daerah-daerah.

“Kalau dinyatakan aman bisa dilakukan pabrikasi oleh Biofarma kemudian didistribusikan,” imbuh Kartika.

Oleh sebab itu saat ini Dinkes telah menganggarkan Rp. 2,9 miliar dari APBD 2021 yang nantinya akan difungsikan untuk pengadaan jarum suntik, alat pelindung diri, dan peralatan pendukung lainnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Diterbitkan

||

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19
Sutiaji saat menyampaikan dirinya terpapar Covid-19 di Instagramnya. (Foto : Tangkapan Layar)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan diri positif Covid-19. Ini ditegaskan Sutiaji dalam Instagram pribadinya, @sam.sutiaji, Selasa (1/12).

“Baru hasil lab kemarin malam (Senin) hasilnya kami dinyatakan positif,” ujar Sutiaji. Dalam video Instagramnya, Sutiaji masih terlihat normal.

Dia memakai kaos polo dan peci sesuai ciri khasnya. Namun, ada sesuatu di tangannya di menit akhir video. Tampak selang infus menancap di tangan kanannya.

Meski demikian, nada Sutiaji tidak kuyu atau lemah. Sutiaji terlihat bugar dan berupaya kuat di hadapan masyarakat. Wali Kota Malang juga tidak menunjukkan gejala parah.

Pernyataan positif Covid-nya didasari hasil swab. Namun, sebelum ini Sutiaji telah menjalani serangkaian pemeriksaan.

“Rapid kami non reaktif. Cek darah dan general checkup non reaktif. Tapi badan kami memang terasa tidak enak,” sambung Sutiaji.

Sehingga, dia memilih untuk menghentikan semua aktivitasnya. Sutiaji sejatinya ingin bekerja normal. Namun, atas keputusannya dan keluarga, dia mengisolasi diri.

“Atas keputusan saya dan keluarga, kami membatasi diri,” terangnya. Terpaparnya Sutiaji menambah daftar ASN positif Covid.

Sebelumnya, Wasto masuk rumah sakit dan dicurigai Covid. Lalu, ada 15 ASN Pemkot Malang yang positif.

Sehingga, Sutiaji memerintahkan WFH bergantian untuk ASN. “Seluruh ASN WFH bergantian. 14 hari masuk 14 hari WFH,” ujarnya.

Dia pun mengaku tidak tahu dari mana paparan Covid-nya. “Saya sendiri belum tahu dari mana saya terpapar Covid,” sambung Sutiaji.

Sutiaji mengaku tetap bersemangat. Karena, dia meyakini ada hikmah positif yang bisa diambil.

Namun, dia tetap berpesan kepada masyarakat agar menjaga kesehatan.
“Tolong jaga kesehatan, 3M tetap dilakukan. Tingkatkan imun. Jangan terlalu banyak capek. Ketika capek imun turun. Di situ virus bersarang,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Sutiaji Non Reaktif, Sekda Masuk RS

Diterbitkan

||

Walikota Malang Drs H Sutiaji (Foto : Kabarmalang.com)
Wali Kota Malang Sutiaji dalam kondisi sehat meski tidak ngantor. (Foto : Kabarmalang)

 

KABARMALANG.COM – Isu terganggunya kesehatan dua figur Pemkot Malang merebak di medsos. Wali Kota Malang, Sutiaji dituding positif Covid-19. Begitu juga Sekretaris Daerah, Wasto, disebut terpapar virus itu.

Kabag Humas Setda Kota Malang, Nur Widianto mengklarifikasi. Dia menjelaskan kondisi Sutiaji saat ini sudah sehat.

Namun, Sutiaji masih menjalani beberapa rehabilitasi. Dia juga sedang melalui beberapa pemeriksaan secara menyeluruh.

“Pak Wali dalam kondisi sehat. Namun memang masih butuh istirahat. Mengingat, rangkaian giat 20-22 November lalu cukup menguras energi,” ujarnya, Senin malam (30/11).

Dalam kondisi tersebut, Sutiaji sempat melakukan rapid test. Hasilnya adalah non reaktif. Namun, Sutiaji disarankan beristirahat dan berkegiatan dari rumah saja.

“Pagi ini Pak Wali masih memimpin rakor secara virtual; Rakor tersebut rutin dilaksanakan setiap hari senin,” tambahnya.

Namun, beberapa ASN di lingkungan Wali Kota menurun kesehatannya. Jumlahnya cukup banyak, sampai 15 orang.

Mereka telah 2 kali rapid dan dinyatakan reaktif. Ini mengindikasikan kuat konfirm positif.

“Oleh karenanya, Pak Wali juga sedang menunggu hasil swabnya. Untuk dapat diketahui kondisinya lebih lanjut,” sambungnya.

Sementara itu, Sekda Wasto sedang dirawat di rumah sakit. “Namun, sampai saat ini kami belum menerima laporan observasinya. Tapi berdasarkan 2 kali hasil rapidnya memang dinyatakan reaktif,” tutur Widianto.

Sutiaji menitipkan pesan agar masyarakat meningkatkan imunitas. Kesehatan diri harus dijaga pula. Agar terhindar dari paparan virus Covid-19.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com