Connect with us

Peristiwa

Balita Hilang Bululawang Dikenal Aktif dan Lincah

Diterbitkan

||

Relawan SAR Trenggana Malang Raya saat menunjukkan foto Bagus, bayi Bululawang yang hilang. (Foto : Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Keluarga Bagus Setya Ramadhan, 1,5, masih terpukul. Bagus, balita ini hilang sejak Kamis (17/10).

Pun, Rustin Cahyani, 32, ibu korban, warga gang Makmur, Desa Bululawang. Titin, hanya bisa mengiba karena kehilangan buah hatinya.

Wartawan Kabarmalang.com pun sempat mendatangi rumahnya, Sabtu (17/10). Tampak mata Titin masih lebam dan berkaca-kaca.

Keluarga dan tetangganya terus berupaya menghibur dan menenangkannya. Cerita tentang Bagus, akhirnya baru meluncur dari neneknya.

Nenek korban, Ipin mengatakan Bagus aktif dan lincah. “Anaknya aktif. Lincah. Dia kepingin ikut saya. Sehari-harinya memang kemantil ke saya,” ujar Ipin bercerita.

Sebelum kejadian, anak malang itu memang bermain di rumahnya. Dia sempat ingin ikut Ipin. Sebab, Ipin berencana menjenguk orang sakit di Kepanjen.

Hanya saja, keinginan Bagus tersebut tidak dikabulkan Ipin dan Titin. Lantas, Bagus digendong dan dibawa pulang oleh Titin ke rumahnya.

Lokasi rumah Titin dan Ipin hanya berjarak beberapa meter.

“Kata Titin, ketika saya berangkat, Bagus bermain dalam rumah. Sedangkan Bagas (saudara kembar Bagus) ikut ibunya keluar,” bebernya.

Saat itu, di luar rumah ada Suparli. Dia adalah kakek korban. Suparli sedang berbincang-bincang dengan tetangganya. Mesin pompa air tetangga sedang diperbaiki.

“Tidak lama, Bagus keluar bermain-main di depan rumah. Sedangkan suami saya masih berbincang-bincang,” katanya.

Dalam waktu kurang lebih 4 menit, si anak itu hilang. Balita itu tak terlihat lagi.

“Merasa perasaannya tidak enak, akhirnya suami saya mencari. Namun, meski sudah dikelilingi beberapa kali, tole tak ditemukan,” tutup Bu Ipin.

Sampai sekarang, Bagus dalam pencarian Polsek Bululawang dan relawan. Diduga, Bagus terhanyut di saluran irigasi dekat rumahnya. Namun, ada pula yang menyebut, Bagus diculik.(im/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Balita Bululawang Ditemukan Mengambang

Diterbitkan

||

Jenazah bayi hilang Bululawang ditemukan dekat lapangan voli Bululawang. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Berhari-hari pencarian bayi hilang Bululawang tak membuahkan hasil. Kamis (22/10), tiba-tiba warga heboh.

Sesosok bayi mengambang di saluran irigasi. Lokasi penemuannya dekat lapangan voli Desa Bululawang. Atau, di sungai dekat gang gereja.

Benar saja. Bayi itu adalah Bagus Setya Ramadhan, 1,5. Dialah bayi yang hilang sejak sepekan lalu. Polsek Bululawang memastikan itu jenazah korban.

“Iya barusan dapat informasi, ini masih menunggu tim Ident dari Polres untuk memastikan bahwa itu adalah Bagus,” ungkap Ipda Asad, Kanit Reskrim Polsek Bululawang.

Baca juga : Bocah 1,5 Tahun Asal Bululawang Hilang

Jenazah putra pasutri Danang dan Titin, ditemukan jam 11. Kasi Pelayanan PMI Kabupaten Malang, Amirul Yasin juga membenarkan.

“Tim PMI sudah meluncur ke sana. Tapi belum dievakuasi. Masih menunggu jajaran Polres Malang,” katanya.

Sebagaimana diberitakan dulu, warga Bululawang heboh. Bayi 17 bulan hilang Kamis (15/10) pukul 13.00.

Dia hilang saat bermain di area rumahnya. Yakni, di Gang Makmur, Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang.

PMI dan SAR Trenggana Malang Raya berupaya mencarinya. Aliran irigasi sungai sampai dikuras.

Namun selama 3 hari anak tersebut belum juga ditemukan. Hingga terpaksa proses pencarian dihentikan.(im/yds)

 

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Hari Santri Digagas KH Thoriq Bin Ziyad

Diterbitkan

||

Hari Santri Digagas KH Thoriq Bin Ziyad
KH Thoriq Bin Ziyad. (Foto: Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Pencetus Hari Santri Nasional seorang kiai asal Kabupaten Malang. Dialah KH Thoriq Bin Ziyad.

Gus Thoriq, sapaannya, adalah pengasuh Ponpes Babussalam, Banjarejo, Pagelaran.

Dia pun menceritakan, awal mula kelahiran Hari Santri. Gagasan ini muncul 2009 lalu.

Gus Thoriq resah. Sejarah santri Indonesia hampir tidak pernah tersentuh.

Sedangkan, budaya asing begitu gampang masuk ke Indonesia. Misalnya hari Valentine dan Halloween.

“Itu kan bukan budaya Indonesia. Sedangkan santri merupakan budaya asli Indonesia. Justru bisa dikatakan hilang,” ungkap Gus Thoriq saat ditemui di kediamannya, Kamis (22/10).

Sejak inilah, Gus Thoriq memperjuangkan gagasannya. Dia mendorong pemerintah menetapkan Hari Santri sebagai hari nasional Indonesia.

Awalnya. perjuangannya dilakukan sendirian. Gus Thoriq acapkali memaparkannya kepada kolega dan sahabat terdekatnya.

Gus Thoriq juga memperkenalkan hari spesial itu lewat Facebook. Namun upaya tersebut sempat tidak membuahkan hasil.

Bahkan, tidak jarang dia mendapat penolakan dari berbagai pihak. Ini karena ide Gus Thoriq dipertanyakan.

Kalau ada Hari Santri, harus ada Hari Kiai juga. Ini pertanyaan soal gagasan Gus Thoriq.

“Ada yang bilang begitu. Ada juga yang meragukan. Terkait fungsi gagasan tersebut bagi keberlangsungan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Namun, tekadnya mendorong pemerintah tidak luntur. Akhirnya, perjuangannya menemui titik balik.

 

Diwujudkan Jokowi Paska Terpilih

Capres Indonesia 2014, Joko Widodo hadir ke Ponpes Babussalam. Jokowi meminta restu dukungan warga Kabupaten Malang.

“Saat itulah saya kontrak politik dengan beliau (Jokowi). Saya bilang, saya siap mendukungnya. Asal ketika jadi nanti dia menetapkan Hari Santri Nasional,” ujar Gus Thoriq.

“Beliau mengiyakan dan bertanda tangan hitam di atas putih. Sekaligus bersumpah di depan khalayak,” kenang Gus Thoriq.

Dan benar. Jokowi terpilih sebagai Presiden Indonesia. Jokowi langsung menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. “Saya berterimakasih kepada Jokowi serta PBNU. Yang telah mengawal gagasan ini sampai goal,” kata Gus Thoriq.

Gagasan Hari Santri, terbukti bermanfaat. Utamanya, bermanfaat bagi santri dan pondok pesantren.

“Misalnya anggaran untuk Pondok Pesantren ditambah. Selain itu, santri dipermudah masuk Polri dan TNI,” tutup Gus Thoriq.(im/yds)

 

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Pelaku Pembunuhan Kakek Ternyata Penebang Liar

Diterbitkan

||

Oleh

Pelaku Pembunuhan Kakek Ternyata Penebang Liar
Dua penebang liar pelaku pembunuhan, dikenal biang onar. (Carep-04)

KABARMALANG.COM – Pelaku pembunuhan kakek di Tirtoyudo, punya profesi ilegal. Mereka ternyata penebang liar.

Yaitu, pria inisial SML, 60, dan SMR, 36. Yang warga Desa Kepatihan, Kecamatan Tirtoyudo itu.

“Saat kejadian, mereka sedang melakukan menebangi pohon kopi. Mereka penebang liar,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar kepada wartawan, di Polres Malang, Rabu (21/10).

Pelaku pembunuhan memakai modus ini untuk menghabisi Juanto, 70. Yang warga Dusun Tumpaklengkong, Sumbertangkil Tirtoyudo ini.

Baca juga : Dibunuh Teman, Kakek Tirtoyudo Dibuang ke Sungai.

Keduanya, menjadi penebang liar di kebun kopi Sumbertangkil.  Saat kejadian, 11 Oktober malam, mereka mengajak Juanto.

Setibanya di lokasi penebangan, mereka mulai bekerja. Saat sedang menebang, Juanto banyak bicara. Dua pelaku pembunuhan kesal.

Selain itu, dua penebang liar ini menumpuk rasa benci. Emosi mereka meluap ketika Juanto banyak bacot.

Di situlah, dua penebang liar menghabisi Juanto. Kepala korban dihantam kayu.

Setelah itu, dua penebang liar membuang Juanto ke sungai. Mereka juga mendatangi dua orang.

Yakni, saksi inisial TR dan M. pelaku pembunuhan mengkondisikan dua saksi untuk beralibi.

Sehingga, aksi pembunuhan dua penebang liar tidak ketahuan. Namun, mayat korban ditemukan Satreskrim Polres Malang.

Dari situ, penyidik menemukan kejanggalan. Dua penebang liar pun dilacak dan ditangkap.

Ada sejumlah barang bukti diamankan. Misalnya, dua gergaji yang dipakai penebang liar.

Satu buah handphone korban pembunuhan. Satu batang kayu yang dipukulkan kepada kepala korban.

Serta, satu buah motor yang digunakan penebang liar. Kapolres Malang masih menunggu laporan warga.

Yakni, pemilik kebun kopi yang digasak penebang liar. Dia siap menerima laporan warga atas pengerusakan kebun kopi.

“Masih kami tunggu laporan dari warga,” tambah Hendri.

Hendri menyebut, dua penebang liar ini biang onar. Bukan cuma kebun kopi itu saja yang ditebangi. Ada 7 kebun lain yang dirusak.

“Ada tujuan dua penebang liar ini merusak. Karena, mereka tidak suka dengan Pemdes Sumbertangkil,” tutup Hendri.

Dua penebang liar dikenakan tiga pasal. Yakni, pasal 388 KUHP, 340 KUHP dan 351 KUHP.

Dua penebang liar terancam hukuman 20 tahun. Namun, penyidikan masih bisa berkembang. Terutama, jika ditemukan unsur perencanaan dalam pembunuhan.

Jika ini benar, dua penebang liar dikenai 340 KUHP. Ancaman hukumannya seumur hidup.(im/carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com