Connect with us

Peristiwa

Pencarian Bayi Hilang Bululawang Berlanjut

Published

on

Pencarian Bayi Hilang Bululawang Berlanjut
SAR Trenggana Malang Raya saat memantau area pencarian di teras rumah warga. (Foto: Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Pencarian bayi hilang Bululawang berlanjut. Sabtu (17/10), pencarian hari ketiga melibatkan 50 relawan.

Polsek Bululawang memimpin relawan mencari Bagus Setyo Ramadhan, 1,5. Lokasi pencarian adalah saluran irigasi gang Makmur, Desa Bululawang.

Berdasarkan pantauan wartawan Kabarmalang.com, relawan menguras saluran irigasi itu.

Pompa penyedot air dikerahkan oleh relawan SAR. Teras rumah warga ikut digali.

Karena, teras rumah warga ada di jalur aliran irigasi tersebut. Segala cara dipakai untuk pencarian bayi itu.

“Memang, saat kejadian tidak ada saksi maupun bukti kuat. Segala upaya kita lakukan untuk pencarian bayi ini,” ungkap Kasi Advokasi SAR Trenggana Malang Raya, Nur Hidayat saat dikonfirmasi di lokasi, Sabtu (17/10).

Puluhan relawan turut terlibat pencarian tersebut. Terdiri dari SAR Trenggana, PMI Kabupaten Malang dan Banser.

“Namun kita (Trenggana) dalam hal ini hanya membantu masyarakat. Bukan advokasi resmi. Karena, advokasi resmi harus ada bukti dan laporan polisi. Namun masyarakat meminta bantuan kami. Jadi kita turut turun lapangan,” ujarnya.

SAR Trenggana menurunkan satu peleton personel relawan.

Harapannya, relawan bisa membantu Polsek Bululawang dalam pencarian. Ini demi membantu meringankan beban emosional keluarga korban.

Yakni, pasangan Danang Andrianto, 37, dan Rustin Cahyani, 32.

Dugaan hilangnya anak berusia 1,5 tahun itu simpang siur. Antara hilang diculik atau hanyut di aliran irigasi.

Namun kepolisian tampak memusatkan pencarian bayi pada aliran irigasi. Saat ini, dugaan hanyut di saluran irigasi masih menjadi dugaan terkuat.

Hilang Di Dekat Rumah

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bagus Stya Ramadhan hilang sejak Kamis (15/10). Dia lenyap di dekat rumahnya, sekitar pukul 13.00. Sejak itu juga, pencarian bayi dilakukan.

Pencarian bayi difokuskan di sekitar rumahnya. Di situlah bayi dengan saudara kembar itu hilang.

Relawan mencari bayi itu di Gang Makmur, Desa Bululawang. Kala itu, ayah dan kakeknya sedang berbincang di rumah korban.

“Lantas korban bilang ingin ke rumah neneknya. Yang berhadap-hadapan dengan rumah korban. Jarak rumahnya sekitar 1,5 meter,” ungkap Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiono saat memimpin pencarian bayi.

Meski jaraknya sangat dekat, pergerakan anak tersebut tidak terpantau.

“Durasi waktu korban hilang 4 menit setelah tak terpantau,” tutur Pujiono.

Pasca kejadian, warga setempat heboh. Ada yang menduga kalau anak itu diculik. Ada yang menduga anak itu terhanyut aliran sungai irigasi.

“Tapi kami tidak mau menduga-duga. Kami terus mengumpulkan informasi dari warga-warga setempat,” tutupnya.(im/yds)

Advertisement

Terpopuler