Connect with us

Pilbup 2020

Tiap Hari Paslon Pilbup Malang Langgar Prokes, Bawaslu Kirim Teguran

Diterbitkan

||

Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Kabupaten Malang, George Da Silva. (Foto: Imron Haqiqi).
Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Kabupaten Malang, George Da Silva. (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Bawaslu Kabupaten Malang mengaku hampir setiap hari memberi peringatan terhadap kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang yang melaksanakan kampanye.

Yakni Paslon HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto (SanDi) dan Latifah Shohib dan Didik Budi Muljono (Ladub).

Pasalnya, kedua paslon tersebut kerap melakukan pelanggaran protokol kesehatan dalam setiap kampanyenya.

Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Kabupaten Malang, George Da Silva mengklaim pihaknya sudah melayangkan sekitar 14 kali surat teguran atas pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan kedua paslon tersebut.

“Berapa jumlah surat teguran yang kami berikan kepada masing-masing dari kedua paslon saya sudah tidak ingat. Yang pasti sekitar 14 kali. Itu dari awal kampanye,” ungkapnya.

Rincian 14 teguran yang dilayang Bawaslu tersebut, diantaranya pada kampanye yang dilaksanakan di Jabung pada tanggal 8 Oktober sebanyak 2 kali, Bantur pada 5 Oktober 6 kali, dan Turen pada 9 Oktober 6 kali.

“Paslon nomor urut 1 dan 2 sama kita beri teguran. Tapi yang paling banyak paslon nomor urut 1,” terangnya.

Hanya saja, George memberi catatan, bahwa dalam hal pelanggaran protokol kesehatan itu Bawaslu hanya sebatas memberi surat teguran sebagaimana aturan yang termuat dalam PKPU 13.

“Dalam aturan itu dikatakan bagi paslon yang melanggar protokol kesehatan akan diberi peringatan. Batas waktunya 1 jam setelah diberi peringatan. Jika tidak diindahkan kita akan memberi surat rekomendasi pada Polsek setempat,” kata George.

“Namun, ketika kita memberi surat teguran, sebelum 1 jam mereka sudah bubar dan pindah tempat. Jadi kita hanya sekedar memberi surat teguran,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua tim pemenangan Sandi, Hari Sasongko mengakui telah beberapa kali menerima surat teguran tersebut.

“Ya, beberapa kali kita memang menerima surat teguran,” ujarnya.

Ditanya terkait apakah benar tim Sandi kerap melanggar protokol kesehatan, Hari mengatakan secara umum dalam pelaksanaan kampanye pihaknya sudah menerapkan sosial distancing dan menggunakan masker.

Hanya saja ketika sudah selesai pelaksanaan kampanye setiap anggota tim berbincang satu sama lain secara berdekatan.

“Di situ lah kita sulit mengkoordinir. Susah ngaturnya,” katanya.

Begitupun pembatasan maksimal 50 orang, menurut Mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang itu tim SanDi sudah memberi batasan maksimal 50 orang kalau kampanya di dalam gedung.

“Kalau di luar gedung kan boleh 100 orang. Jadi tidak masalah. Kita sudah sesuai,” tutupnya. (haq/rjs)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pilbup 2020

Kampanye Medsos Boleh Asal No Black Campaign

Diterbitkan

||

Komisioner KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika. (Foto : Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Bawaslu Kabupaten Malang mempersilakan kampanye melalui sosial media. Setiap paslon Pilbup Malang boleh gerilya di medsos.

Karena, saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Aturan soal itu juga sudah ditelurkan dalam PKPU.

“Kalau iklan kampanye di media massa terbatas sesuai PKPU. Iklan media massa diperbolehkan sejak 22 November. Sampai 14 hari sebelum pencoblosan,” ungkap Komisioner Bagian Divisi Sosialiasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPUD Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika saat dikonfirmasi, Jum’at (30/10).

Bawaslu Kabupaten Malang siap mengawasi kampanye medsos. Bawaslu Kabupaten Malang akan mengawasi gerakan paslon di internet.

“Ya, setiap anggota Bawaslu wajib mengawasi. Mulai tingkat tertinggi, Panwascam dan Panwas Kelurahan/Desa. Harus melakukan pengawasan baik online maupun offline,” kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George Da Silva.

Kampanye melalui sosial media tidak dilarang. Asalkan, no black campaign.

Jika terindikasi begini, maka Bawaslu akan menyelidiki lebih dalam.

“Salah satu pelanggaran pidana yaitu menjelek-jelekan paslon lain. Black campaign,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Kampanye Medsos Efektif Bagi Kalangan Terdidik

Diterbitkan

||

Zen Amiruddin, Akademisi Komunikasi FISIP UMM.

 

KABARMALANG.COM – Kampanye media sosial efektif bagi kalangan terdidik. Segmen terdidik tak gampang percaya janji politik di baliho.

Sehingga, media sosial menjadi alternatif menggaet kepercayaan segmen terdidik.

“Untuk kalangan relatif terdidik, kampanye media sosial lebih efektif. Itu ketimbang baliho dan spanduk,” terang akademisi komunikasi FISIP UMM, Zen Amirudin, S. Sos, M.MedKom, kepada Kabarmalang.com, Kamis (29/10).

Menurutnya, segmen terdidik ini selektif dan well informed. Mereka lebih percaya perkataan koleganya di media sosial.

“Meskipun masih pada level efek afeksinya saja. Sementara persoalan pilihan pasti ada faktor lain,” tutur Zen.

Dengan media sosial, ‘one man one vote’ tidak berlaku. Satu orang bisa memiliki kekuatan setara ribuan lebih orang.

“Misalnya Twitter. Hanya dengan berkicau, informasi tersebar luas ke seluruh followers. Dalam Pilkada Kabupaten Malang, ini menjadi strategi kampanye penting,” tambahnya.

Menurutnya, efektivitas media sosial tidak hanya karena followers masif. Karakteristik media sosial sendiri juga merupakan kekuatan.

Pengguna media sosial mudah terpengaruh dan simpati. Terutama, pada hal-hal yang membuat mereka tersentuh.

“Ketenaran dan kekuatan politik Jokowi disumbang media sosial. Konten yang muncul mengagumi, keotentikan dan keseriusan Jokowi,” ucap Zen.

Media sosial tepat dipakai kampanye era pandemi. Namun, strateginya tidak bisa disamakan dengan kampanye konvensional.

Menurutnya media sosial harus dipandang sebagai sarana pertukaran ide. Di situ, netizen berhak bertanya tanpa tekanan.

“Dalam media sosial, hanya informasi faktual yang berharga,” tambahnya.

Sehingga, model kampanye media sosial, harus presisi. Terutama konteks dan konten kampanyenya.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Debat Perdana Pilbup Malang Dijaga 280 Personel

Diterbitkan

||

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COMPolres Malang mendorong Debat Pilbup perdana aman dan terkendali.

Sehingga, Polres Malang menurunkan 280 personel. Polisi akan disebar di 3 titik lokasi pengamanan.

Yaitu, pintu gerbang DPRD Kabupaten Malang. Lalu, Lobi bawah DPRD dan Lantai 2 Paripurna.

“Ada 280 personil. Ini untuk pelaksanaan debat tiga kali. Personelnya tinggal di-rolling saja untuk bergantian saat berjaga,” ujar AKBP Hendri Umar Kapolres Malang, Kamis (29/10).

Baca juga : Debat Perdana, Paslon Pilbup Malang Siapkan Jurus

Besok, polisi sudah stand by di lokasi pukul 16.00. Karena, debat perdana Pilbup 2020 dimulai pukul 19:00.

Polres Malang, sangat menekankan protokol kesehatan. Hendri meminta daftar orang yang diizinkan masuk ruang debat.

“Misalnya, tim sukses perwakilan pendukung paslon. Lalu, perwakilan media, perwakilan KPU dan Bawaslu,” lanjutnya

KPU disarankan Polres Malang mengadakan sosialisasi kepada masyarakat luas. Agar menggunakan media daring untuk menonton debat perdana Pilbup.

Penyediaan tayangan daring dan streaming sangat membantu warga. Untuk memaksimalkan penyebaran informasi tentang debat perdana.

Sehingga, massa tidak datang ke DPRD Kabupaten Malang. Hendri juga memerintahkan Polsek jajaran untuk berkoordinasi dengan kecamatan.

Setiap kecamatan, dikondisikan sebagai tempat untuk nonton bersama. Syaratnya, protokol kesehatan lebih dijaga.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com