Connect with us

Hukrim

Tak Terbukti, 128 Pengunjuk Rasa di Pulangkan

Diterbitkan

||

Demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Bundaran Tugu Malang

 

KABARMALANG.COM – Polresta Malang Kota memulangkan pengunjuk rasa. Mereka ini diamankan saat demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Bundaran Tugu Malang pada Kamis (08/10/2020) lalu.

“Kami sudah melakukan pengembalian (pemulangan) terhadap pengunjuk rasa yang diamankan. Tetapi tetap ada yang masih kami proses, karena terbukti melakukan pengrusakan,” ujar Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Kapolresta juga menjelaskan alasan pemulangan para pengunjuk rasa yang diamankan tersebut.

“Kami kembalikan karena tidak bisa ditingkatkan ke tingkat penyidikan. Karena masih belum cukup alat bukti,” sambungnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan bahwa kegiatan pemulangan pengunjuk rasa tersebut dimulai pukul 16.00 WIB.

“Dari 129 pengunjuk rasa yang kami amankan, sebanyak 128 orang pengunjuk rasa kami pulangkan,” katanya.

Sedangkan satu orang pengunjuk rasa masih kami periksa, lanjut Azi, masih kami lakukan penyidikan. Karena satu orang itu terbukti melakukan pengerusakan saat unjuk rasa berlangsung,” lanjutnya.

Azi juga menjelaskan bahwa satu orang pengunjuk rasa yang masih diperiksa tersebut, terbukti melakukan pengerusakan bus milik Polres Batu.

“Jadi pelaku ini melemparkan batu ke arah kaca bus milik Polres Batu. Dan barang bukti yang kami amankan, adalah batu dan kaca bus,” jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan identitas dari pelaku pengrusakan bus milik Polres Batu tersebut.

“Inisialnya AN dan masih berusia 21 tahun. Dan profesinya merupakan kuli bangunan, dan ia merupakan warga Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang,” terangnya.

Saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan terhadap pelaku tersebut.

“Kami masih akan dalami dan kami kembangkan untuk mencari pelaku lainnya. Dan pelaku kami ancam dengan Pasal 170 subsider Pasal 406 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tandasnya. (tik/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Bocah Terlindas Truk di Krebet Bululawang

Diterbitkan

||

Bocah Terlindas Truk di Krebet Bululawang
Unit Laka Satlantas Polres Malang saat penyelidikan kecelakaan Krebet Bululawang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Bocah 1 tahun terlindas truk di Krebet, Bululawang. Akibatnya, si bocah terluka di kepala dan langsung tewas.

Peristiwa terjadi Rabu (28/10) pagi kemarin. Nama bocah itu Ardan Rahmad Maulana.

Dia putra dari Alnafiyah, 38. Dia warga Jalan Sawunggaling, Desa Gading, Bululawang.

Ceritanya, Alnafiyah membonceng anaknya dengan sepeda kayuh. Dia melintas dari arah selatan ke utara.

Di belakang Alnafiyah, ada truk Fuso N 8639 UG. Truk dikendarai Samijan, 55. Dia warga Dusun Krajan, Kemiri Jabung.

Sekitar jam 07.45, sepeda ini melewati Jalan Raya Krebet. Tepatnya KM 02-03 Bululawang-Gondanglegi.

Tiba-tiba, sepeda Alnafiyah terpeleset. Keduanya juga terjatuh ke jalan. Apesnya, bocah Ardan terlempar ke kanan.

Pada saat bersamaan, truk lewat. Karena jarak terlalu dekat, Si bocah terlindas truk.

Bocah 1 tahun langsung tewas. Kepalanya berdarah-darah.

Sementara, Alnafiyah tidak mengalami luka fisik. Tapi, dia langsung histeris.

Sehingga, warga masyarakat datang. Unit Laka Satlantas Polres Malang juga merapat.

Setibanya di lokasi, polisi langsung olah TKP. Polisi juga menanyai warga sekitar. Termasuk, mengamankan sopir truk.

Selesai olah TKP, polisi membuat kesimpulan. Diduga, sopir truk kurang hati-hati dalam menjaga jarak.

“Faktor kecelakaan karena faktor manusia. Karena kurang hati-hatinya pengemudi truk,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto.

Jenazah korban dilarikan ke RS Mitra Delima. Sedangkan, driver dan truknya dibawa ke Pos Laka Bululawang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

OJK Respon Kasus Deposito Bodong Pakis

Diterbitkan

||

Sugiarto Kasmuri, Kepala OJK Malang. (Foto : Carep-04)

KABARMALANG.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang merespon kasus deposito bodong di Pakis.

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri siap menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kami akan segera cross check. Kami akan cek ke pimpinan BRI Syariah Malang,” ujar Sugiarto kepada Kabarmalang.com, Rabu (28/10).

Seperti diberitakan, sekitar 67 warga Pakis melapor ke Polres Malang. Mereka melaporkan dugaan deposito bodong.

Diduga, ada oknum yang mencatut nama BRI Syariah. Pelaku menawarkan berbagai program deposito.

Nama programnya dicatut langsung dari program BRI Syariah. Pamflet-pamflet juga dipalsukan untuk meyakinkan korban.

Para korban, diiming-imingi keuntungan besar jika mengikuti program tersebut. Misalnya, setoran Rp 10 juta mendapat bunga besar. Yaitu, Rp 400 ribu per bulan.

Kerugian korban bervariatif. Dari jutaan sampai ratusan juta rupiah.

Sugiarto mengimbau masyarakat ekstra waspada. Dia juga memberi tips literasi keuangan kepada masyarakat.

“Investasi harus memperhatikan dua prinsip. Yaitu, legal. Apakah produk tersebut mendapat izin usaha. Serta, tercatat di OJK atau kementerian terkait,” terang Sugiarto.

“Kedua, logis atau tidak investasinya. Apakah hasil investasi yang ditawarkan masuk akal atau tidak. Kalau sudah iming-iming melebihi kewajaran, masyarakat harus hati-hati,” terangnya.

OJK Malang siap menerima keluhan masyarakat soal jasa keuangan. “Jika masih ragu. Segera kontak kami. Call center OJK di 157. Atau, WhatsApp 081157157157,” tutup Sugiarto.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

BRI Pantau Proses Hukum Deposito Bodong di Pakis

Diterbitkan

||

Kanit I Pidum Satreskrim Polres Malang Iptu Ronny Margas (kanan) saat menerima laporan korban deposito bodong. (Foto : Rjs)

KABARMALANG.COM – Kantor Wilayah (Kanwil) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Malang siap merespon adanya tindak penipuan deposito yang mencatut nama BRI Syariah di Pakis.

Humas BRI Malang, Rachman Arif bakal berkoordinasi dengan divisi terkait.

“Kami akan mempelajari. Karena, setiap produk jasa keuangan kami pasti ada pengumuman resmi,” ujar Rachman kepada Kabarmalang.com, dikonfirmasi Rabu malam (28/10).

Kasus deposito bodong mencatut nama BRI syariah Malang membuat puluhan warga menjadi korbannya.

Pelaku berpura-pura sebagai karyawan BRI Syariah dengan menawarkan beberapa program deposito.

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku bahkan mencetak pamflet program deposito BRI Syariah. Diantaranya, Faedah, simpanan pelajar dan tabungan haji.

Dari pamflet inilah, pelaku memperdaya para korbannya.

“Kita pantau dulu proses hukum. Kami akan pelajari, koordinasi dan dalami,” tandasnya.

Beberapa program investasi dipakai terlapor mengiming-iming korban. Menurut Rachman, program yang resmi, tercatat di pembukuan bank.

“Perlu didalami. Itu tercatat di pembukuan bank atau tidak,” tambahnya.

Kanwil BRI Malang bakal mempelajari kasus ini. Jika memang tindakan pelaku merugikan BRI, maka akan ada tindaklanjut.

“Kami akan mengikuti perkembangan dan mempelajarinya,” tutup Rachman.

Baca juga : Puluhan Warga Kabupaten Malang Korban Deposito Bodong

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Pakis melapor ke polisi. Mereka mengaku jadi korban penipuan bermodus investasi.

Pemeriksaan digelar Satreskrim Polres Malang di Polsek Pakis. Ada 67 orang yang diperiksa.

Kemungkinan, jumlah korban bisa bertambah. Sehingga, posko pengaduan di Polsek Pakis dibuka.

Terlapor, mengaku karyawan BRI. Dia menawarkan beberapa program investasi. Contohnya, investasi Faedah, simpanan pelajar dan tabungan haji.

Deposito yang disetorkan variatif. Mulai Rp 5 juta sampai ratusan juta rupiah. Korban dijanjikan bunga menggiurkan per bulan.

Setoran Rp 10 juta, bisa dapat Rp 400 ribu per bulan. Iming-iming hadiah langsung juga diberikan.

Misalnya, payung, kipas angin dan sepeda motor. Ini disesuaikan jumlah deposito.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com