Connect with us

Kabar Batu

Demo Kota Malang Ricuh, Batu Adem Ayem

Diterbitkan

||

Suasana hearing SPSI dengan DPRD Kota Batu (foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Pecahnya kericuhan aksi demonstrasi buruh di Kota Malang berbanding terbalik dengan Kota Batu. Jika buruh di Kota Malang terlibat kerusuhan, buruh Kota Batu lebih adem.

SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Kota Batu lebih memilih melakukan hiring dengan DPRD Kota Batu. Ini untuk menyampaikan keluhan bahwa Onimbus Law sangat memberatkan pihak buruh.

“Sebelum ada onimbus law saja, kami sudah kesusahan karena pandemi. Ini dari 7 UU dikumpulkan menjadi 1000 pasal tapi kok singkat sekali,” ungkap Ketua SPSI Kota Batu Purtomo pada Kamis siang (8/10).

Ia juga menerangkan pihaknya hanya menurunkan 15 anggotanya untuk menyampaikan keluh kesah yang dialami.

Tak hanya itu saja, SPSI Kota Batu juga menuntut agar DPRD Kota Batu ikut menolak adanya Onimbus Law. Karena menurutnya DPR RI kurang berkoordinasi dengan DPRD sampai akhirnya Onimbus Law mencuat.

“Tadi DPRD juga tidak mengetahui isi draft onimbus law. Ini kan artinya tidak ada koordinasi lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Batu Asmadi menjelaskan bahwa pihaknya bisa menjembatani menyampaikan asiprasi masyarakat ke DPR RI.

“Tugas kami memang hanya sebagai penjembatan. Jadi pahit getirnya akan tetap kami sampaikan. Walaupun, Fraksi PDI juga ikut mendukung adanya onimbus law RUU Cipta Kerja,” tuturnya.

Lebih lanjut, Asmadi juga membenarkan bahwa pihaknya menerima kunjungan dari SPSI untuk mendengarkan keluhan yang ada.

“Namun ketika kami tanya pasal mana saja yang menjadi sorotan, SPSI belum merangkumnya. Data yang dikeluhkan setidaknya dijanjikan akan selesai dua atau tiga hari ke depan,” tandasnya. (arl/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Batu

Angkot Gratis Pelajar Terus Dikaji

Diterbitkan

||

Suasana terminal Kota Batu (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Wacana angkutan gratis pelajar masih tertunda. Pandemi menghalangi program yang harusnya direalisasi Juli 2020.

Namun, Organisasi Angkutan Darat tetap melakukan kajian jalur.

Jadwal pengoperasian juga disusun. Ini sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu program tersebut direalisasi.

“Ada tiga jalur baru yang dikaji untuk melayani pelajar. Beberapa jalur sudah rampung dibahas. Yakni, jalur Batu-Sumberejo. Lewat Dusun Santrean dengan 7 armada,” terang Paguyuban 9 Jalur Angkot Kota Batu, Heri Junaedi.

Menurutnya, ada SMKN 3 Batu tidak tersentuh angkutan. Sehingga, akan diberikan jalur baru di kawasan tersebut.

Jalur selanjutnya adalah Batu-Selecta. Jalur ini melewati Dusun Gundu, Desa Sumbergondo, Bumiaji.

Sementara, jalur ketiga yakni Batu-Junrejo-Dau-Landungsari. Nantinya, jalur melewati Jalan Hasanuddin Kecamatan Junrejo.

Dengan syarat, pelajar akan diberikan kupon pulang pergi. Agar bisa menikmati angkot gratis tersebut.

Diwawancarai terpisah, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko membeberkan visinya. Angkutan umum pelajar akan berstiker khusus.

Hal ini dapat dimanfaatkan oleh semua pelajar. Mulai tingkat SD sampai SMA. Ini berlaku saat berangkat dan pulang sekolah.

“Ini berlaku untuk negeri dan swasta. Dan bisa dimanfaatkan hanya di jam tertentu,” ujarnya.

Angkutan gratis bisa mengurangi kemacetan dan angka kecelakaan pelajar. Program ini juga membantu Organda mendapatkan penghasilan tambahan.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Dinkes Anggarkan Rp 73 Miliar Untuk Covid

Diterbitkan

||

Ilustrasi penanganan covid-19 oleh Dinkes Kota Batu (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Dinkes Kota Batu membutuhkan Rp 73 miliar dari APBD. Ini karena Dinkes adalah garda depan penanganan pandemi.

Anggaran itu bakal digunakan untuk belanja modal dan operasional. Serta melanjutkan program yang sempat tersendat di 2020.

“Kalau untuk kebutuhan masyarakat, tentu kita prioritaskan. Apalagi rinciannya juga cukup jelas,” terang Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari, Jumat siang (30/10).

Rinciannya, belanja pegawai sejumlah Rp 25 miliar. Lalu, belanja barang dan jasa sejumlah Rp 39 miliar.

Sementara, belanja hibah sejumlah Rp 340 juta.

Selanjutnya, belanja peralatan dan mesin sejumlah Rp 1,8 miliar.

Dilanjutkan belanja modal gedung dan bangunan. Nilainya sejumlah Rp 6,4 miliar.

Serta, belanja modal tanah sejumlah Rp 2,3 miliar.

“Untuk usulan anggaran saat ini sudah diajukan ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah),” imbuhnya.

Kadinkes Kota Batu Kartika Trisulandari mengamini.  Dinkes membutuhkan cukup banyak menggunakan APBD.

Ini setelah mereview dana realokasi untuk penanganan covid-19.

“Satu orang positif, per harinya butuh anggaran 300 ribu.Karena itu kebutuhan shelter kemarin mencapai Rp 3 miliar,” terangnya.

Selain itu, ada program pembangunan Puskesmas Bumiaji. Pembangunan membutuhkan anggaran sebesar Rp 6 miliar.

“Namun kami disarankan DPRD agar pembangunan fisiknya pada 2022. Ini berdasarkan dari legal opini staf ahli Wali Kota. Dan mempertimbangkan proses pengadaan lahan serta persiapan dokumen penunjangnya,” tutupnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Tabebuya, Wisata Swafoto di Desa Pendem

Diterbitkan

||

Suasana Desa Wisata Tabebuya ( Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Objek wisata swafoto Tabebuya Pendem butuh perhatian. Bunga tabebuya perlu banyak pengembangan.

Misalnya, bekerja sama dengan pelaku usaha. Agar objek wisata itu bisa terus berkembang pesat.

“Setidaknya ada jasa fotografi dan preweding agar bisa semakin berkembang,” terang Kades Pendem Tri Wahyono kepada Kabarmalang.com, Jumat pagi (30/10).

Dia menegaskan potensi objek swa foto ini sangat besar. Jika tidak dimanfaatkan potensinya, masyarakat dan Pemkot yang rugi.

Bantuan terakhir untuk Tabebuya adalah 2018 lalu. DLH mengucurkan anggaran sebesar Rp 2 miliar.

Anggaran itu untuk pengadaan 1.710 pohon tabebuya. Sedangkan di jalan Ksatrian, telah terpasang 500 pohon tabebuya.

“Puncak tumbuhnya pada musim kemarau hingga masa peralihan. Biasanya Oktober sampai November,” tambahnya.

“Wisatawan yang ingin ke tabebuya, biasanya datang sore hari,” katanya.

Pendik berharap tabebuya ini benar-benar menjadi ikon wisata. Seperti harapan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (arl/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com